Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
41. Memasang foto pernikahan Andra dan sarah


__ADS_3

Satu minggu setelah selesai berbulan madu, Andra menjalani harinya dengan penuh rasa bersalah, rasa bersalahnya pada putri yang telah meninggal.


Tapi dia juga merasa sangat aneh pada dirinya sendiri, karena setiap malam ketika dia hendak tidur dia merasa ada sesuatu yang kurang dari malamnya.


Dan brengsek nya dia ketika pikirannya masih membayangkan tubuh Sarah, dia ingin kembali menyentuh perempuan itu dan menikmatinya.


"Tuan, kita sudah sampai." Ucap Siro yang duduk di samping Andra saat pria itu melihat pintu di samping Andra telah terbuka tetapi pria itu seolah tidak menyadarinya hingga masih tetap berdiam diri di tempat duduknya.


Mendengar ucapan Siro, Andra segera turun dari mobil lalu pria itu melangkah mengikuti para pengawalnya ke dalam sebuah gedung.


Hari itu, dia sudah membuat janji bersama seluruh keluarganya untuk makan siang bersama.


"Kakak!" Seru Ana ketika Andra baru saja memasuki restoran.


Perempuan remaja itu langsung berlari ke arah Andra dan memeluk kakaknya dengan hangat.


"Apa kalian sudah menunggu lama?" Tanya Andra sembari membalas pelukannya Ana.

__ADS_1


"Aku dan Ibu baru saja datang, dan ayah akan menyusul kita." Ucap Ana lalu keduanya berjalan ke meja makan yang telah disediakan.


Sarah duduk di samping Laila memandangi Andra dengan senyum melebar.


Jantungnya berdegup sangat kencang dan dan kegugupannya semakin bertambah saat pria itu akhirnya duduk di depannya.


Baru saja Andra duduk saat ia merasakan sesuatu yang aneh.


'Parfum ini,' gumamnya berusaha mempertajam indera penciumannya dan akhirnya meyakini bahwa bau parfum itu adalah bau parfum milik Putri kekasihnya dulu ketika mereka berada di negara Mr


"Tidak, memangnya kenapa?" Tanya Laila pura-pura tidak tahu.


"Lalu Siapa yang menggunakan parfum berbau aneh yang kucium?" Tanya Andra yang tidak bisa mengabaikan bau parfum yang terlalu familiar baginya.


"Itu bau parfum seorang pelayan di sini. Ibu menyuruhnya tetap berjaga di ruangan ini." Ucap Laila sembari perempuan itu mengedipkan sebelah matanya ke arah Sarah.


Andra tidak lagi menjawab ucapan ibunya, pria itu tenggelam dalam pikirannya sendiri.

__ADS_1


'Benar, Putri telah meninggal karena kecelakaan yang aku sebabkan, lagipula bau parfum itu adalah bau dari parfum murahan yang dapat dibeli oleh siapapun.' Gumam Andra lalu ia kembali bersikap seperti biasanya.


Sesuai dengan pesan Samudra supaya Sarah tidak pernah membocorkan pada Andra bahwa Sarah berada di situ, Sarah tetap diam dan ikut makan bersama satu keluarga itu.


'Padahal, aku sangat ingin menyentuhnya, memeluknya dan menciumnya. Tapi aku harus menahan nya demi hubungan kami yang lebih baik.


'Suamiku, semoga kamu cepat sembuh dan kita bisa menjalin hubungan kita seperti sedia kala. Aku mencintaimu untuk selamanya.' Gumam Sarah terus menikmati makanannya dengan tatapannya terus tertuju pada Andra yang makan dengan tenang.


Setelah makan siang itu, Laila dan Ana mengantar Sarah ke bandara di mana Giang telah menunggunya di sana setelah melepaskan kepergian menantunya itu, Laila kemudian pergi ke kediaman Andra.


"Ibu, Untuk apa kita datang ke sini sementara Kak Andra kami masih ada di kantor." Tanya Ana yang kebingungan saat mobil mereka tiba di halaman rumah Andra.


"Kita akan memenuhi dinding rumah ini dengan foto-foto Andra dan Sarah." Ucap Laila menatap beberapa teknisi yang sudah siap menuruti semua perintah mereka.


"Ahh, Jadi ibu mau ketika Kak Andra bisa melihat maka yang pertama kali dilihat adalah foto pernikahannya dengan kakak Sarah?" Tanya Ana.


"Hmm, kita juga akan melakukan hal yang sama pada kantor nya tapi menunggu Andra tidak berada di kantornya." Ucap Laila lalu 2 perempuan itu semakin bersemangat dengan rencana mereka.

__ADS_1


__ADS_2