
Milan menyipitkan matanya "Kau benar-benar pergi ke rumah sakit DX? Rumah Sakit DX yang dibangun untuk para kalangan atas?" Tanyanya pada Ana.
Mendengar pertanyaan Milan, semua orang terdiam, bahkan gadis-gadis yang sedari tadi berbisik-bisik juga terdiam untuk menantikan jawaban Ana.
Bahkan semua orang di dalam kelas itu, hanya beberapa saja yang mungkin bisa pergi ke rumah sakit DX, jadi mana mungkin seorang Gadis miskin yang bisa bersekolah karena beasiswa tiba-tiba pergi ke rumah sakit DX?
Ana menoleh pada Siro, dia tidak tahu harus menjawab apa, jadi dia akan menyerahkannya pada siro.
Siro hendak berbicara ketika Kiora mendahuluinya.
"Heh,, kalian bertiga, ternyata orang kaya seperti kalian selain tidak tahu malu dan suka menguping ternyata juga gila urusan.
Tapi ngomong-ngomong melihat kalian seperti ini, aku jadi merasa bahwa sebentar lagi kalian akan turun derajat menjadi teman orang miskin karena sekarang kalian mulai penasaran dengan urusan urusan orang miskin!
Bukan begitu Titin?" Kiora menyengir, terlihat jelas bahwa gadis itu sedang merendahkan ketiga orang di depannya.
"Kau..! Beraninya kau berkata seperti itu pada kami! Kalau mau, kami bisa saja mengeluarkanmu dari kampus ini jika kami mau melapor pada Ayah Titin! Kau mau?!" Milan meneriaki Kiora.
"Oh ya? Kalau begitu, aku sangat berterima kasih pada kalian bertiga karena sudah mau mengurusi kami yang hanya orang-orang miskin ini. Sungguh suatu kehormatan bisa menarik perhatian orang-orang kaya!" Kiora tidak mau mengalah.
Ana "..."
__ADS_1
Siro "..."
Tidak menyangkan Kiora ternyata sangat berani!
Diam-diam dalam hatinya, Siro memberi pujian pada Kiora. 'Nona sangat beruntung bisa mendapatkan teman seperti Kiora.'
Sementara Milan yang mendengar ucapan Kiora, gadis itu sungguh tak terima dan dia dengan cepat melototkan matanya "Kamu..!!" Milan berteriak "Lihat saja, hari ini akan menjadi hari terakhirmu berada di kampus ini!!"
"Baguslah, aku akan segera terbebas dari tiga kecoak yang suka mengancam kucing!" Kembali kata Kiora dengan wajah mengejek.
Semua orang "..."
Siapa yang menyangka bahwa ternyata Kiora memiliki nyali yang besar untuk mengancam Titin, gadis populer yang berasal dari keluarga Rohan!
"Gadis bodoh...! Beraninya menyebut kami kecoa, aku akan mencekikmu..!" Milan dengan cepat menyerang ke depan dan menarik rambut Kiora.
"Ahhh!! Kecoa menjijikkan! Lepaskan rambutku..!" Teriak Kiora.
Ana hendak berdiri untuk menolongnya ketika dosen telah memasuki kelas.
"Biarkan mereka berkelahi." Dosen itu berkata dengan malas sembari berjalan kearah meja meletakkan tas dan buku-bukunya.
__ADS_1
"Tapi Pak," Ana menggantung kata-katanya ketika melihat dosen memberinya tatapan peringatan.
Suasana kelas itu menjadi sangat tenang kecuali Milan dan Kiora yang terus saling jambak rambut satu sama lain tanpa ada yang mau mengalah.
Setiap mahasiswa mengeluarkan ponsel mereka dan merekam adegan itu dengan penuh semangat.
"Jangan merekam, jika sampai tersebar satupun rekaman, maka semua orang dalam kelas ini tidak akan pernah diluluskan di mata kuliah saya." Dosen berumur 45 tahun dan merupakan seorang laki-laki mengancam para mahasiswanya.
Dengan kekecewaan, semua mahasiswa itu menyimpan ponsel mereka dan tak lupa menghapus rekaman yang telah mereka ambil.
Dosen di depan memberikan 3 mata kuliah pada mereka, kalau sampai ke tiga mata kuliah itu tidak lulusi, bagaimana mereka akan keluar dari kampus?!
"Kecoa kecil jelek..! Lepaskan aku..!" Teriak Milan.
"Kau yang kecoa menjijikkan!! Lepaskan rambutku sialan..!"
"Kau lebih dulu..!" Kiora menggertak.
"Kau yang duluan sialan..!" Milan membalas.
@Interaksi
__ADS_1
Kok jadi otor lagi yang salah? Itu salah kamu sendiri, mengapa begitu lemah? Baru kurang tidur ajah udh ngeluh, apa lagi kalo lain2nya...!