Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
6. Malam pertama


__ADS_3

Tiba di rumah Andra, Sarah langsung pergi ke kamar mereka dan membongkar lemari yang sudah ia tata beberapa hari yang lalu.


Mengambil kertas-kertas berisi huruf braille, kemudian berjalan ke ruang kerja Andra di mana pria itu sedang duduk menunggu Ririn.


Tok tok tok....


Suara ketukan pintu Sarah langsung menarik perhatian seorang pria yang sedang duduk termenung di kursi kerjanya.


"Ada apa?!" Tanya Andra dengan malas.


Hara berjalan mendekati Andra dan meletakkan surat-surat yang ia bawa di atas meja kerja Andra.


Setelahnya, Dia memegang dengan pria itu untuk meletakkan tangan Andra di atas surat-surat itu supaya pria itu tahu kalau dia menyuruhnya membaca surat-surat yang ia bawa.


"Jangan sentuh aku..!" Bentak Andra menghempaskan tangan Sara dengan keras sehingga perempuan itu hampir saja terjatuh ke lantai.


"Nggh!" Sarah mengerang sembari menahan keseimbangannya dan memegang tangannya yang memerah karena ulah Andra.


"Jangan coba-coba menyentuhku saat aku tidak menginginkan mu! Keluar..!" Teriak Andra pada Sarah.


'Oh tidak, bagaimana ini,' Sarah kebingungan tidak tahu harus berbuat apa.


Dia ingin berbicara dengan pria itu, namun bahasa isyarat tidak akan berguna karena Andra tidak bisa melihat. Sementara dirinya tidak dapat berbicara.

__ADS_1


"Kau belum keluar?! Cepat pergi..!" Lagi bentak Andra saat ia masih mencium parfum Sarah yang membuatnya hampir muntah.


Entah kenapa, sejak ia mengenal Putri, dia sudah terbiasa mencium aroma parfum murahan yang dikenakan perempuan itu.


Sementara Sarah meneteskan air matanya, ia hanya bisa melangkah keluar dari ruangan itu dan berharap Andra akan menyentuh surat yang ia letakkan di atas meja kerja pria itu.


Menutup pintu ruang kerja Andra, Sarah menghapus air matanya yang jatuh berderai.


'Tidak,, aku tidak boleh kalah. Aku adalah Putri dari Angkasa Raya dan Leora Atana Casiora, aku tidak mungkin kalah seperti ini!' gumamnya menghapus air matanya.


Sementara Andra yang tinggal di dalam ruangan, meski pria itu buta dia bisa memperkirakan gerak-gerik seseorang di sekitarnya.


Ia sudah tahu kalau Sarah sebenarnya datang menemuinya sembari membawa beberapa kertas dan meletakkannya di atas meja.


"Dasar perempuan licik!" Geram Andra meraih surat di atas meja lalu melemparkannya ke tempat sampah.


Tidak ada belas kasihan untuk siapa pun!


Pria itu terus duduk sampai Ririn akhirnya tiba menemuinya.


"Tuan, Maaf saya membuat Tuan menunggu terlalu lama." Ucap Ririn.


"Kau tahu kan, ini adalah malam pertamaku dengan istriku. Jadi sebaiknya kau langsung bicara pada intinya." Ucap Andra membuat wajah Ririn langsung merah padam karena marah.

__ADS_1


'Jadi tuan masih berpikir untuk melakukan malam pertamanya dengan perempuan cacat itu? Tidak,, aku tidak boleh membiarkannya! Tuan Samudra sudah membuatku ke luar kota selama 2 minggu ini dan ini satu-satunya kesempatanku untuk menggagalkan Andra menyentuh perempuan cacat itu!' gumam Ririn menenangkan dirinya sebelum membuka mulutnya.


"Saya kemari untuk memberitahu Tuan tentang penyelidikan saya pada gadis bernama Putri." Ucap Ririn langsung menarik perhatian Andra.


"Katakan." Kata Andra.


"Jadi, setelah Putri tiba di rumah sakit, Tuan Angkasa membayar seluruh biaya pengobatannya dan setelah itu memaksa Putri menandatangani surat perjanjian dengannya.


"Tuan Angkasa mengancam Putri akan menjebloskan Putri ke dalam penjara saat Putri tidak bisa mengganti semua uangnya. Dan satu-satunya cara supaya Putri tidak masuk ke dalam penjara adalah, Putri harus menuruti semua keinginan Tuan Angkasa.


"Setelahnya, saya menyelidiki seluruh CCTV dan melihat bahwa Putri telah dibawa orang-orang Tuan Angkasa. Saya berusaha melacaknya, namun bahkan dengan bantuan A (Seorang peretas) kami juga tidak berhasil menemukan keberadaannya." Jelas Ririn.


"Sialan...! Beraninya mereka mempermainkanku!" Geram Andra lalu pria itu segera bangkit meraih tongkatnya dan berjalan meninggalkan Ririn.


Melihat kemarahan yang ditunjukkan oleh Andra, Ririn tersenyum puas.


'Selesai..! Setelah ini, malam pengantin yang diimpikan oleh perempuan cacat itu akan berakhir dengan malam pertamanya mendapat siksaan di rumah ini!


'Haha... Tuan Samudra, rencana Anda mencegah Saya membatalkan pernikahan Andra dengan perempuan cacat itu memang berhasil, tapi Tuan lupa kalau sebuah pernikahan bisa berakhir pada sebuah perceraian.' gumam Ririn lalu perempuan itu dengan puas meninggalkan rumah Andra.


@Interaksi


__ADS_1


Baru awal ajah udah pada bacot, kan gimana otor gak kesel...!👀✌️✌️✌️😜


__ADS_2