Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
73. Dalam posisi serba salah


__ADS_3

"Jang-" Laila belum mengucapkan satu kata ketika Angkasa yang terlihat geram langsung berjalan ke depan dan menarik kerah baju Siro.


"Bruk!" Sebuah tinju yang amat kuat dilayangkan Angkasa ke wajah Siro hingga lelaki itu tersungkur di lantai dengan darah membanjiri wajahnya karena luka yang ditimbulkan oleh cincin pernikahan yang dikenakan Angkasa di jarinya.


Angkasa tidak memperdulikan Siro, pria itu langsung mendekati pintu.


"Andra! Badjingan! Buka pintunya!" Teriak Angkasa meninju pintu ruangan itu.


"Sayang!" Leora langsung berteriak histeris saat melihat darah bercucuran dibagian pintu dan juga tangan suaminya.


"Bodoh!" Teriak Samudra langsung menarik Angkasa dan menghempaskan pria itu ke belakang.


"Apa yang kau lakukan?! Pintu ini terbuat dari baja yang bahkan alat berat pun akan sulit membukanya. Apalagi dengan tanganmu yang lemah itu!" Geram Samudra melihat pria konyol yang kini tersungkur di lantai.


"Sayang," Leora berlangsung mendekati suaminya dan membantu pria itu berdiri.


"Putramu! Putramu pasti mengunci putriku di dalam sana dan kembali menyiksa putriku seperti beberapa bulan yang lalu! Cepat buka pintu sialan itu atau kuhancurkan tempat ini sekarang juga!" Teriak Angkasa yang sudah hilang sabar.


Ucapan Angkasa mengagetkan semua orang termasuk Laila, perempuan itu langsung jatuh ke lantai.

__ADS_1


Mungkinkah apa yang dikatakan Angkasa itu benar?


Kalau begitu,,?


Samudra mendekati istrinya dan membawa perempuan itu ke pelukannya sembari mengambil ponselnya dan menghubungi orang-orangnya.


"Bawakan padaku kunci serep ruang santai!" Ucapnya pada orang di seberang telepon sebelum membuang ponselnya dan menenangkan istrinya yang sedang menangis.


"Jangan dengarkan, Angkasa hanya berspekulasi sembarang, itu tidak benar. Putra kita tidak akan pernah melukai orang yang dia cintai." Ucap Samudra menenangkan istrinya.


Selama kejadian Andra menyiksa Sarah, perempuan itu menjadi lebih lemah dalam menghadapi Andra dan ketakutannya kalau sampai Andra kembali menyakiti Sarah terus menghantui perempuan itu dan Samudra sadar betul akan hal itu.


Angkasa berdiri memandangi sepasang suami istri itu "Kalian lupa bahwa beberapa bulan lalu dia juga menyakiti orang yang dia cintai?" Kekeh Angkasa.


Angkasa melembut "Sayang, tapi jangan salahkan aku kalau sampai perkiraanku benar, maka hari ini benar-benar akan menjadi hari kehancuran keluarga Anderson. Dan kau!" Angkasa menatap pada Siro yang kini duduk sembari mengelap darah di wajahnya.


"Kau adalah pria yang menghalangi dan menjaga ruangan ini. Jangan harap kau bisa lolos dengan mudah atau berharap bisa mati dengan mudah!" Ucap Angkasa membuat Siro meluncurkan segumbang keringat di punggungnya.


'Tuan, tidak bisa kah kalau Tuan mau celaka tidak perlu mengajak saya?' Gumam Siro tak berdaya tapi dia tidak bisa melakukan apapun untuk keluar dari masalah ini, kecuali berharap bahwa apa yang disangkakan oleh Angkasa adalah sebuah kesalahan.

__ADS_1


"Sayang, jaga amarahmu," ucapan Leora yang sedari tadi membersihkan luka suaminya dengan gaun yang ia kenakan.


Tidak ada waktu untuk mencari P3K dan tidak ada orang untuk membantu mereka.


Akhirnya, setelah saling diam beberapa waktu orang-orang Samudra sudah datang dengan kunci serep di tangannya.


Angkasa tidak membiarkan Samudra mengambil kunci itu dia sendiri yang mengambilnya dan mendekati pintu ruangan.


Tapi pria itu kembali geram saat melihat Siro kembali menghalanginya dan pria itu berdiri membelakangi knop pintu.


"Maaf Tuan, tapi saya benar-benar akan dipenggal oleh Tuan Muda ketika saya membiarkan seseorang memasuki ruangan ini." Ucap Siro saat pria itu berusaha meyakinkan dirinya bahwa Tuannya tidak akan melukai Nyonya nya karena tuannya sangat mencintai Nyonya Sarah.


Dan kalau itu terjadi, lalu dia membiarkan seseorang memasuki ruangan itu maka kepalanya akan dipenggal oleh Andra.


Tapi jika dia berhasil menahan nya dan dugaannya memang benar, maka Angkasa tidak akan berani menyentuhnya karena Andra pasti akan melindunginya.


"Kau! Kalau kau tidak menyingkir dari sana aku akan mencincang tubuhmu dan menjadikannya makanan anjing liar ku!" Ucap Angkasa dengan tatapan tajamnya pada Siro membuat pria itu gemetaran tak berdaya.


@Interaksi

__ADS_1



Hi, welcome, jangan lupa bayar parkiran. Kalo gak, kamu bakal dibacotin sama sekumpulan pembacot di sini.


__ADS_2