Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
146. Makan makanan itu lalu tertidur lah sampai pagi


__ADS_3

Setelah makan malam, Kiora langsung menarik anak keluar dari ruang makan.


Namun begitu hendak keluar, Caludio tiba-tiba menghampiri mereka.


"Ana, ini untukmu." Claudio menyerahkan sebotol soda.


"Soda tidak baik untuk kulit!" Kiora berkata dengan ketus lalu menarik lengan ana menjauhi Claudio.


"Tunggu, kalau kau tidak menyukai minuman soda bagaimana dengan yang lainnya? Katakan padaku, aku akan mencarikan nya untukmu." Claudio mengekori dua gadis itu sebelum dia dihentikan oleh Anasta.


"Dia tidak aku minumannya? Bagaimana kalau kau memberikannya untukku saja?" Anasta bertanya dengan senyum indah terukir diwajahnya.


Claudio tersenyum menyegir dan memperhatikan banyak mahasiswa yang sedang menonton nya jadi dia mengangkat minuman di depan wajah Anasta "Kau mau ini?" Tanyanya.


Anasta kesenangan, ia mengulurkan tangannya untuk mengambil minuman itu.


"Ya, terima kas,,," Anasta melototkan matanya saat pria itu malah membuang minumannya ke tempat sampah.

__ADS_1


"Sekarang kau bisa memungutnya!" Ucap Claudio lalu pria itu pergi meninggalkan Anasta dalam keadaan marah.


Seluruh mahasiswa yang memperhatikan itu menertawakan Anasta, termasuk Titin dan kedua temannya yang tertawa terbahak-bahak melihat pertunjukan menarik itu.


"Awas saja...! Ini semua karena Ana!" Anasta menatap sinis pada seluruh mahasiswa yang memperhatikannya sebelum melenggang pergi dari tempat itu.


"Sial..! Lihat saja, malam ini akan menjadi akhir bagi kalian semua..!" Geram Anasta ketika melihat Kiora dan Anna sudah menemui ketiga pengawal yang menunggu mereka di depan.


"Kami akan istirahat, kalian juga bisa istirahat." Kata Ana pada kegika pengawal itu.


"Kami akan bergantian menjaga di depan kamar Nona," Siro berkata sembari mengikuti Ana dan Kiora yang sudah berjalan ke tempat penginapan.


"Maaf Nona, tapi kami tidak bisa mengambil resiko." Jawab Siro tanpa dibalas lagi oleh Ana.


Biarkan ketiga pengawal itu melakukan apapun yang mereka inginkan.


Akhirnya pada malam hari itu Siro berjaga dulu lebih dulu sampai pada pukul 10.00 dan bertukar dengan pengawal lainnya yang disiapkan oleh Dewa.

__ADS_1


"Kau berjaga dengan baik." Kata Siro pada pengawal Dewa yang datang berganti shift dengannya.


"Saya mengerti Tuan." Jawab pengawal itu lalu membiarkan Siro meninggalkannya untuk beristirahat.


Setelah 5 menit berdiri di sana sendirian, tiba-tiba saja Milan datang menghampirinya.


"Halo Kak, dimana Kak Siro?" Tanya Milan pura-pura kebingungan melihat sekitar.


"Dia sudah pergi beristirahat." Jawab pria itu ketika melihat wajah Milan yang kebingungan.


"Yahh,, padahal tadi dia menyuruhku untuk membeli ini, katanya dia lapar. Sayang sekali aku terlambat,, kalau begitu ini untuk kakak saja mungkin kakak sedang lapar." Kata Milan menyerahkan bungkusan di tangannya pada pengawal itu lalu berbalik meninggalkan tempat itu.


'Hehe,, Ayo makan makanan itu lalu tertidur lah sampai pagi.' Gumam Milan kala ia menoleh ke belakang melihat pengawal itu sudah membuka bungkusannya.


Makanan di dalam bungkusan itu ialah burger dengan porsi besar, para pengawal seperti mereka pasti sangat menyukainya.


Pengawal yang bertugas memang awalnya ragu untuk memakannya tetapi setelah dia berpikir-pikir sesaat, pengawal itu akhirnya mengambil burger di dalam kemasan lalu melahapnya dengan rakus.

__ADS_1


'Enak sekali,, Untung saja aku sudah bertukar shift dengan Siro, jadi akulah yang memakan burger bagiannya.' gumam pengawal itu menikmati burger di tangannya.


__ADS_2