Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
60. Maaf Tuan


__ADS_3

Setelah mendapat pengobatan selama berjam-jam di pesawat, mata pria itu sudah jauh lebih baik namun dia diharuskan tetap melindungi matanya dengan kacamata hitam dua lapis untuk menghindari iritasi dan sensitif cahaya.


"Tuan, tolong dengarkan saya dan mari pergi untuk mengganti pakaian Tuan. Saya tidak mau ketika kita tiba dan Nyonya Sarah melihat Tuan yang berantakan seperti ini, dia ak-"


"Ayo pergi." Potong Andra pada ucapan panjang Siro lalu pria itu berbalik ke arah toilet.


Demi Sarah, dia akan melakukan apapun!


Siro menghela nafasnya dengan lelah dan mengikuti pria itu ke toilet sembari menarik dua koper besar di tangannya.


Andra sedang mandi ketika Siro membongkar coper milik Andra dan mengeluarkan satu set pakaian santai untuk dikenakan pria itu.


Setelah mandi, Andra melihat pakaian yang disiapkan oleh Siro dan memicingkan matanya terhadap selera buruk milik Siro.


"Itu jelek." Kritik Andra dengan santai membuat Siro langsung mengambil pakaian lain dan menyerahkannya pada Andra.


Andra kembali melihat pakaian di tangan Shiro dan kembali menolak pakaian itu.


'Astaga, dasar Tuan Muda! Tadinya dia tidak memperdulikan apapun karena satu-satunya yang ia pikirkan adalah segera bertemu dengan istrinya. Sekarang dia malah merepotkanku ku hanya untuk memilih pakaian!' geram Siro dalam hati lalu pria itu mengambil semua pakaian dalam koper dan memperlihatkannya pada Andra.

__ADS_1


Andra memiliki 1 stel pakaian di tangan Siro lalu mengenakannya.


Pria itu menatap dirinya di balik cermin dan tidak puas dengan setelan itu lalu kembali menggantinya.


Akhirnya, mereka menghabiskan 2 jam di dalam toilet hanya karena Andra terus menolak semua pakaian yang menurutnya tidak akan membuat Sarah memaafkannya.


'Dasar Tuan Muda! Semuanya akan sia-sia!' geram Siro mengikuti Andra sembari mengumpat dalam hati.


Mereka masih sementara berjalan saat Siro tiba-tiba saja mendapat telepon dari Laila.


"Halo-"


"Bagaimana dengan jalur bawah tanah?" Tanya Siro dengan suara yang pelan karena pria itu takut kalau saja Andra mendengar percakapannya.


Tapi pria itu hanya mengkhawatirkan hal yang sia-sia karena Andra bahkan tidak punya sempat untuk memperhatikan sekitarnya sebab seluruh pikiran pria itu hanya tertuju pada sarah.


Dia sangat ingin menemui Sarah hingga dalam hatinya adalah kakinya harus melangkah dengan cepat untuk menemui istrinya lalu meminta maaf pada istrinya dan menebus semua kesalahannya.


"Cari alasan yang tepat." Ucap Laila dari seberang telepon membuat Siro gelagapan.

__ADS_1


Ia hendak menjawab ucapan Laila ketika nada panggilan yang diputuskan sudah menghina telinganya.


'Sialll! Apa yang harus kukatakan sekarang!' batin Siro mengumpat karena selalu menjadi pihak yang disalahkan.


Jalur bawah tanah adalah satu-satunya jalur yang tidak terganggu oleh cuaca buruk atau apapun itu.


Dan Andra pun sudah mengetahui tentang hal itu, jadi tidak mudah untuk mengelabuhi pria itu.


'Apa yang harus kulakukan?' gumam Siro sembari melangkah di belakang Andra dengan otak yang berusaha di dipaksa bekerja dengan cepat.


Begitu hendak keluar dari bandara, tanpa sengaja Siro melihat seorang wartawan yang sedang duduk menunggu kedatangan salah satu artis yang akan tiba di bandara itu.


Pria itu akhirnya memiliki ide cemerlang untuk mencegah keberangkatan Andra ke pulau putih.


'Maafkan saya Tuan, saya tidak bermaksud menjadi penghianat seperti Ririn, tapi apa yang bisa kacung ini lakukan ketika terjepit di antara tekanan orang-orang yang berpengaruh?' gumam Siro menekan-nekan layar ponselnya.


Pria itu menghubungi sala seorang wartawan lewat sebuah pesan singkat dan Siro baru bernafas lega ketika wartawan itu menjawab pesannya dengan kata OK.


@Info

__ADS_1


Maaf, jadi pagi gini updatenya. Tadi subuh mau di up, tapi mata udah gak bisa bertahan. 🙏🙏


__ADS_2