Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
78. Ranjang Dewa


__ADS_3

Setelah keluar dari kamar Angkasa dan Leora, Andra langsung menarik Sarah ke arah lift.


"Sayang, mengapa terburu-buru?" Tanya Sarah berpura-pura marah meski bibir nya tidak bisa bersandiwara bersama suaranya.


Bibirnya tampak bahagia!


"Sstt," ucapan Andra menarik istrinya ke dalam lift dan menekan lantai 3 di mana kamar mereka berada.


Andra menarik pinggang Sarah dan meletakkan salah satu tangannya di belakang leher perempuan itu lalu membungkam bibir Sarah dengan bibirnya.


"Sayang, aku rasa kita har-" Andra menghentikan kata-katanya ketika melihat pintu lift yang seharusnya tertutup kembali terbuka lalu Dewa dan Ririn memasuki lift.


"Kakek, tidak bisa kalian menunggu?" Gerutu Andra dengan kesal.


"Tidak bisa." Kata Dewa dengan santai sembari melihat Sarah yang sudah berdiri kikuk di samping Andra dengan pipi memerah.


Sementara Andra, pria itu sudah tidak memperdulikan Dewa dan Ririn, dia menarik Sarah ke pelukannya dan memberi kecupan besar di kepala perempuan itu.


"Tunggu sebentar." Ucap Andra.


Lift berjalan ke atas dan mereka segera tiba di lantai 3. Andra langsung menggendong Sarah keluar dari lift dan berjalan ke kamar mereka.

__ADS_1


'Sial..! Mengapa mataku harus terbakar dengan kemesraan mereka?!' geram Ririn dalam hati merasa kesal kepada dewa karena pria itu tidak berusaha mencegah Sarah dan Andra melakukan kemesraan di depannya.


Dewa hanya keluar dari lift meninggalkan Ririn dan menatap Andra yang melangkah terburu-buru bersama Sarah di gendongannya.


"Bagaimana menurutmu?" Tiba-tiba ucap Dewa pada Ririn yang kini berdiri di sampingnya.


"Apa?" Tanya Ririn dengan nada tak peduli pada pertanyaan Dewa.


Fokus perempuan itu sedang tertuju pada Andra yang kini sedang membuka pintu kamar sembari berciuman mesra dengan Sarah.


'Andra, Sarah, pokoknya aku tidak akan membiarkan kalian hidup bahagia, sementara aku harus menderita karena terkurung bersama pria tua sialan ini!' geramnya dalam hati.


Setelah pintu lift tertutup, Dewa langsung memojokkan Ririn ke sudut dan mencium perempuan itu sembari tangannya langsung bergerilya di bokong Ririn.


"Angkat kakimu!" Perintah Dewa menarik Ririn dan perempuan itu segera melingkarkan kakinya di pinggang Dewa.


'Dasar pria tua. Baiklah, aku akan meladeni mu sampai saatnya tiba, kau yang akan menjadi bonekaku untuk kemanfaatkan menghancurkan Andra dan Sarah!' gumam Ririn dalam hati sembari membalas ciuman Dewa.


Keduanya terus berciuman dengan tangan Dewa yang tanpa henti memainkan bokong berisi milik Ririn hingga mereka tiba di kamar lalu Dewa segera menghempaskan Ririn ke atas kasur.


Pria itu langsung melepas seluruh pakaiannya sebelum menghampiri Ririn yang yang sedang memberinya tatapan menggoda.

__ADS_1


"Jallang! Kemari kau!" Ucap Dewa segera menarik kaki Ririn dan menindih perempuan itu hingga memberatkan seluruh tubuhnya pada Ririn.


"Ahh!" Ririn merintih merasa sesak dibawa pria itu, tapi dia tidak punya kesempatan mengeluh karena Dewa Sudah membungkam bibirnya.


'Laknat! Awas saja kau!' geram Ririn dalam hati.


"Ahh!" Kembali jerit Ririn ketika Dewa dengan sengaja menggigit lidah perempuan itu hingga darah segar menghiasi ciuman mereka.


Tak berhenti disitu, setelah mencium perempuan itu Dewa turun ke leher Ririn meninggalkan gigitan-gigitan kecil sampai ke puncak gunung kiri perempuan itu dan mengigit dengan keras.


Luka yang belum sembuh karena kemarin digigit oleh Dewa kembali ditambah dengan luka baru.


'Sial! Dasar pria tua kasar sialan!' jerit Ririn dalam hati meski dia berusaha menggerakkan tubuhnya supaya bergerak erotis membangkitkan nafsu Dewa.


"Ahhh,, hmmm!" Jerit Ririn mengangkat kakinya dan menggosokkannya di punggung pria yang sudah tidak berbusana itu.


Tak tahan lagi, Dewa langsung memutar tubuh Ririn dan melakukannya dari belakang. Tak lupa pula dua tamparan keras mendarat di bokong Ririn meninggalkan jejak kemerahan di kulit Ririn.


Dan begitulah setiap kali mereka bercinta, selalu diperlakukan seperti pelacur yang tidak ada harganya. Sekujur tubuhnya penuh dengan luka gigitan dan tamparan yang ditinggalkan oleh Dewa.


Tapi Ririn tetap bertahan demi satu tujuan yang harus dicapai yaitu balas dendam pada Andra yang sudah membuangnya dan pada Sarah yang telah mempengaruhi Andra!

__ADS_1


__ADS_2