Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
20. Fantasi yang terlalu liar


__ADS_3

Masih pagi sekali, pukul 4 subuh ketika Sarah terbangun.


"Mmh.!" Gerutunya berusaha menggerakkan tubuhnya namun semua badannya terasa sakit seolah di seluruh inci tubuhnya tela terdapat luka yang begitu menyiksanya.


Tapi, ketika dia membuka mata dan mendapati wajah Andra tepat berada di depan wajahnya dan bibir pria itu masih setia membungkam bibir Sarah, perempuan itu langsung melupakan semua kesakitannya.


Sementara tangan Andra melingkar dengan erat di sekujur tubuhnya dan kaki pria itu tak luput melepaskan kaki Sarah.


Kulit mereka yang bersentuhan membuat pipi Sarah memerah saat perempuan itu berusaha menarik wajahnya menjauh dari wajah Andra.


'Kami benar-benar sudah menyatu. Sekarang aku begitu yakin kalau aku dan Andra tidak akan pernah dipisahkan, apalagi oleh si ulat bulu pincang itu!' gumam Sarah memandangi wajah Andra dengan puas lalu perempuan itu kembali mencium Andra sebelum berusaha melepaskan diri dari Andra.


"Putri sayangku,," Andra masih lelap dalam tidurnya ketika dia kembali menarik Sara yang hendak meninggalkannya.


'Ini gawat..! Aku akan ketahuan kalau aku terus mengganggu tidurnya.' Gumam Sarah meringis karena merasakan perih di area bawahnya.


'Baiklah, cukup 5 menit saja.' kembali gumamnya lalu dia membiarkan Andra memeluknya sembari perempuan itu menikmati kehangatan dari tubuh Andra.


Setelah 5 menit berlalu, dia merasakan hembusan nafas Andra kembali teratur lalu Sarah segera melepaskan diri dari pria itu dan memungut pakaiannya.


Setelah menggunakan pakaiannya, Sarah membuka pintu kamar dan terkejut mendapati Bibi Nia sedang berdiri mematung menatap nya.

__ADS_1


"hhhss!" Sarah memberi kode pada Bibi Nia supaya tidak ribut.


"Baik Nyonya." Jawab Bibi Nia setengah berbisik lalu perempuan itu melanjutkan pekerjaannya mengepel lantai.


Sarah turun ke lantai 1 dan memasuki salah satu kamar paling besar di lantai 1.


'Astaga...!' Sarah langsung melompat ke atas ranjang dan berguling-guling penuh kesenangan.


Rasa perih dan rasa sakit di tubuhnya sudah ia lupakan saat ia kembali mengenang waktu yang ia lalui kemarin malam bersama dengan suami tercintanya.


'Pagi ini benar-benar membuatku merasa sangat luar biasa!' Gumam Sarah menatap kamar barunya.


Baru kemarin malam dia menyuruh beberapa orang Andra untuk mengatur kamar barunya dan sekarang semuanya sudah selesai sesuai dengan keinginannya.


'Mungkinkah sebentar lagi foto kami berdua akan ditambah seorang anak kecil?' Sarah kembali berguling-guling sembari memegangi perut bagian bawahnya.


Akan sangat luar biasa jika seorang bayi sedang menghuni rahim kecilnya dari hubungannya dengan Andra kemarin malam.


'Oh tidak..! Bayi kecilnya akan pusing kalau aku terus berguling-guling!' gumam Sarah lalu perempuan itu segera terdiam.


Karena kelelahan setelah bergulat dengan Andra kemarin malam, Sarah tanpa sadar kembali tertidur di atas ranjang empuknya.

__ADS_1


Pukul 8 pagi di kediaman Andra.


Mengerjapkan matanya dan meraba jam di samping tempat tidurnya, ia mengambil jam kecil itu.


Andra menekan sebuah tombol pada sisi atas jam tersebut, suara jam mengagetkannya.


~Sekarang sudah pukul delapan lewat satu menit.~


Mendengarnya, Andra yang masih berada dalam keadaan pusing Langsung terbangun dan terkejut ketika ia meraba tubuhnya dan tidak ada sehelai pun pakaian di sana.


"Ada apa ini?" Ucapnya sangat terkejut lalu pria itu segera memaksa otaknya untuk mengingat kejadian semalam.


'Hah,, aku minum terlalu banyak dan malah membayangkan Putri berada di sisiku. Ckk, saking aku merindukannya sampai berfantasi seliar itu!' Andra menertawakan dirinya sendiri meskipun dalam hati ia merasakan sakit yang luar biasa.


Pria itu segera meninggalkan ranjang dan memilih mandi sebelum berangkat ke kantor.


@Interaksi



Apalah daya otor yang masih pemula, belum sanggup menyamai penulis sebelah yang berbakat itu.

__ADS_1


Bahkan belum bisa menulis banyak kata dalam sehari 😭 otor cuma bisa memberikan kurang lebih 2000 kata buat kalian baca dalam 1 hari😭😭😭😭😭 tolong hentikan tangisan otor dengan πŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’ŽπŸ’πŸ’ Tolong...!!


__ADS_2