Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
30. Bibir yang familiar


__ADS_3

Sembari menangkup dagu Sarah, Andra mempertajam insting nya untuk mendengarkan suara tubuh Sarah.


"Gadis bisu, jadi kapan kau memaksa Putri menulis semua catatan palsu itu?! Oh, apakah kau pikir aku begitu bodoh hingga akan percaya dengan semua kepalsuan yang kau ciptakan?


"Ckk, gadis licik yang memanfaatkan perempuan tidak berdaya untuk mendapatkan lelaki! Dengar ya,, seumur hidupku aku tidak akan pernah memberikanmu hatiku! Karena hatiku hanya milik gadis yang kucintai yang bernama Putri! Kau mengerti?!" Teriak Andra pada Sarah.


Ucapan Andra membuat Sarah tidak tahu harus merasa senang atau merasa sedih.


'Jadi dia berpikir aku memaksa Putri menulis catatan itu lalu melanjutkannya untuk mengakui catatan itu sebagai milikku?' Sarah meneteskan air matanya.


'Kapan kesalahpahaman ini akan berakhir?' gumamnya terisak.


Isakan Sarah membuat Andra menjadi lebih kesal karena perempuan itu bukannya menjawabnya malam menangis seperti itu.


"Dasar picik!!" Andra lalu dia membenturkan kepala Sarah ke kasur.


Setelah menghadapi Sarah cukup lama, dan perempuan itu tidak mengatakan sepatah kata pun selain suara tangisan, Andra menjadi geram apalagi ketika dirinya tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya.

__ADS_1


Ia kemudian melemparkan Sarah ke samping dan pria itu duduk sambil menggertakkan giginya.


'Ada apa denganku? Mengapa aku begini?' gumamnya dengan nafas tersengal dan adik juniornya yang sudah menegang.


Tangannya yang pernah menyentuh dada Sarah juga terasa begitu sulit dikendalikan. Kedua tangan itu seolah ingin mendekati kulit Sarah dan mengusapnya mencari kepuasan.


"Nngh,, hiks,," Sarah yang kini berbaring sembari menangis karena rasa sakit pada kepalanya dan dagunya.


'Aku harus bertahan, ini semua demi bayi mungil kami. Aku bisa menghadapi malam ini, dan besok bisa memikirkan cara lain lagi untuk meyakinkan Andra kalau aku adalah kekasihnya.' gumamnya meneteskan air matanya.


Baru saja Sarah selesai bergumam ketika denyut-denyut pada area pribadinya menarik semua perhatiannya.


'Tidak! Aku tidak boleh keguguran! Bayi mungil Ini adalah buah cintaku dengan Andra.' gumamnya dengan panik lalu perempuan itu segera berdiri hendak ke kamar mandi untuk memeriksa dirinya sendiri.


Namun ia belum berdiri ketika tananda Andra kembali mencengkram lengannya lalu menghempaskannya ke kasur.


"Perempuan licik sialan!! Berani sekali kau mencampur sesuatu ke dalam makananku! Apakah kau sudah tidak sabar untuk ku sentuh?!" Teriak Andra pada Sarah karena sudah menyadari bahwa dirinya sedang terpengaruh oleh obat perangsang.

__ADS_1


"Mmmhhmmm?!" Sarah meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari Andra.


Dia tidak takut pada Andra, tapi ketakutannya akan bayi kecil di dalam rahim nya membuatnya berusaha sangat keras.


"Hisk,, hisk,,"


'Ku mohon!!' Sarah merontah dengan sangat keras sembari berusaha mendorong pria yang begitu kuat menahannya.


"Sekarang pura-pura mendorongku!! Baiklah..!! Ngghh!! Kau sebaiknya jangan menangis!!" Geram Andra segera membungkan bibir Sarah dengan ciumannya yang ganas dan kedua tangannya meraih pakaian perempuan itu lalu merobeknya satu persatu.


Begitu bibirnya menyatu dengan bibir Sarah, pria itu sudah melupakan segala kemarahannya dan dia menjadi lebih fokus pada keinginannya memenuhi hasratnya.


'Putri..!' gumamnya merasa sangat familiar dengan bibir yang sedang ia cium.


Rasanya, ia sedang berada dalam kenyamanan yang pernah ia rasakan sebelumnya.


@Interaksi

__ADS_1



R sama H kan emang b'jodoh,, gak kayak kamu sama dia, hanya ditakdirkan untuk saling menyakiti. 🤭


__ADS_2