
Melihat Sarah memohon pada ayahnya, hati Andra menjadi sangat tersakiti.
Pria itu tidak menduga kalau Sarah akan memaafkannya dalam sekejap bahkan sampai memohon kepada ayahnya ketika ayah perempuan itu tidak memberinya izin untuk mendekatinya.
Dalam hatinya timbul perasaan yang tidak pantas untuk bersama dengan Sarah, Sarah terlalu sempurna dan terlalu baik untuk dimiliki oleh dirinya sendiri yang merupakan pria brengsek.
"Tidak apa, aku baik-baik saja." Ucap Andra sembari pria itu berpegangan pada sandaran sofa dan berdiri dengan satu kaki nya melihat kearah Sarah.
Di matanya terpancar kerinduan yang mendalam dan disertai rasa penyesalan.
Melihat Andra, Angkasa kembali mengingat dirinya pada bertahun-tahun yang lalu.
Itu adalah dirinya, pria dengan segudang penyesalan karena sudah melakukan kesalahan besar.
Sangat munafik jika dia tidak bisa memberi kesempatan pada Andra sementara dulunya dia pun mendapat kesempatan yang sama dari Leora.
"Sayang," Angkasa menatap putrinya dibalas tatapan penuh airmata oleh Sarah.
"Kumohon," ucap Sarah dengan suara serak membuat Angkasa akhirnya melepaskan tangannya yang menahan Sarah di pelukannya.
"Terima kasih Ayah." Ucap Sarah kembali memeluk erat ayahnya sebelum berlari ke arah Andra dan memeluk pria itu dengan hangat.
__ADS_1
Seketika, tangis keduanya menjadi pecah menghiasi ruangan yang hening itu disaksikan oleh ayah mereka masing-masing.
"Aku merindukanmu, aku minta maaf, aku salah, aku salah." Ucap Andra dengan gemetaran memeluk Sarah seolah pria itu tidak ingin melepaskan Sarah.
"Aku juga merindukanmu, suamiku." Ucap Sarah dengan isakan yang keras.
Melihat dua orang itu melepas kerinduan dan Andra benar-benar tulus meminta maaf pada Sarah, Angkasa dan Samudra akhirnya meninggalkan ruangan itu.
"Panggil dokter untuk anakmu." Kata Angkasa pada Samudra ketika keduanya sudah keluar dari kamar.
"Biarkan saja, akan memalukan kalau dia mengeluh hanya karena luka kecil itu." Ucap Samudra.
"Aku tidak menyuruh mu melakukannya karena aku menghawatirkan anakmu, aku menghawatirkan anakku! Dia tidak akan membiarkan pria itu terluka tanpa melakukan apapun!
Samudra berdiri memandangi lift yang telah tertutup.
Cucumu? Lebih tepatnya cucu kita!
'Apakah dia belum memafkanku?' gumamnya menyipitkan matanya tapi dia segera mengambil ponselnya dan menelpon dokter supaya mereka mengunjungi kamar milik Andra.
Dan kembali ke dalam kamar, Sarah yang sedari tadi melupakan kaki Andra yang terluka baru mengingatnya dan langsung menjauhkan diri dari pria itu.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Andra mengangkat kakinya yang terluka supaya maju mendekati istrinya untuk menarik perempuan itu ke pelukannya.
"Duduklah, kakimu terluka!" Ucap Sarah dengan nada kemarahan, tapi suara perempuan itu terdengar sangat lembut, mungkin karena volume suaranya yang kurang keras atau mungkin karena Andra sudah lama tidak mendengar suara Putri. Dia dibutakan oleh rindu.
"Kemarilah," ucap Andra membuat Sarah menjadi ragu klau perempuan itu memegangi tangan Andra untuk membantunya berpindah ke sofa.
Tapi dia sangat terkejut saat Andra malah mengangkatnya dan menggendong perempuan itu ke arah sofa, meletakkan Sarah di atas pangkuannya lalu memeluknya dengan erat.
"Lukamu harus diobati!" Ucap Sarah berusaha melepaskan diri dari pelukan Andra.
"Sebentar saja." Ucapan Andra memeluk erat Sarah dan pria itu kembali meneteskan air matanya.
Sarah merasakan air mata pria itu membanjiri sekitar lehernya dan akhirnya berpasrah di dalam pelukan Andra. Ia mengulurkan tangannya dan mengelus rambut pria itu sembari tangan yang lainnya menepuk-nepuk pundak Andra.
"Aku sudah memaafkanmu, bahkan hari dimana kita berpisah di hotel, aku sudah memafakanmu." Ucap Sarah membuat tubuh Andra menjadi bergetar dan air mata pria itu semakin bercucuran membasahi kulit dan pakaian Sarah.
"Maaf," ucap Andra tak mampu mengeluarkan terlalu banyak kata. Dia masih terkejut dan dirinya masih mencerna seluruh kejadian yang terjadi hari itu.
@Interaksi
__ADS_1
Kejammu melebihi tingginya Angkasa dan luasnya Samudra 😒