Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
75. Tidak ada kesempatan bagi Ririn


__ADS_3

Setelah membersihkan diri dikamar, Sarah dan Andra segera turun ke ruang makan untuk bergabung bersama semua orang yang sudah menunggu mereka berdua.


Tapi, baru saja keduanya muncul di pintu menuju ruang makan ketika Sarah langsung menghentikan langkahnya diikuti Andra.


'Ulat bulu! Kenapa dia ada di sini?!' gumam Sarah dalam hati sembari mengarahkan pandangannya pada suaminya.


Pria itu terlihat datar, namun Sarah bisa merasakan bahwa Andra mengharapkan rangkulannya di pinggang Sarah.


"Ayo," ucap Andra lalu keduanya segera duduk di kursi yang kosong.


"Sayang, bagaimana malam kalian?" Langsung tanya Laila dengan wajah berseri-seri.


"Luar biasa. Sepertinya kami harus sering-sering menghabiskan malam di ruang santai itu." Ucapan Andra membuat Sarah melototkan matanya pada suaminya dan mengikutkan tangannya mencubit pinggang pria itu.


"Ah, sayang ada apa?" Ucap Andra pura-pura kesakitan.


"Diam!" Ucap Sarah.


"Selamat atas pernikahan kalian. Maaf karena kakek terlalu sibuk menyelesaikan banyak urusan di kota FF hingga tidak bisa menghadiri pernikahan mu dan tidak punya waktu luang untuk memberimu ucapan selamat." Ucap Dewa.


"Kakek tidak perlu sungkan, aku tahu kalau pekerjaan Kakek di kota FF sangatlah banyak." Jawab Andra.


"Ya, sangat banyak, tapi untungnya ada Ririn yang kau kirim ke sana dan membantuku menyelesaikan semuanya. Oh ya, hari ini aku juga ingin memperkenalkan Ririn sebagai kekasihku." Ucap Dewa membuat Sarah tersedak air putih yang sedang ia minum.

__ADS_1


Sudah tidak adakah pria lain hingga Ulat bulu itu kini melemparkan dirinya pada pria tua macam Dewa?!


"Sayang, kau baik-baik saja?" Andra segera membantu istrinya dengan menepuk-nepuk pelan punggung Sarah.


"Aku baik-baik saja. Kakek Dewa, selamat karena kakek Dewa sudah mendapatkan pendamping hidup. Sekarang kami memiliki Nenek." Ucap Sarah tersenyum sembari matanya tertuju pada Ririn yang kini melihatnya dengan wajah yang suram.


Nenek?! Sama sekali tidak cocok untuknya!


"Dan terlebih ketika anakku lahir, dia akan langsung memiliki seorang kakek buyut dan seorang nenek buyut." Lagi tambah Sarah yang merasa sangat senang melihat wajah tidak karuan yang ditampilkan oleh Ririn.


Sementara semua orang yang ada di meja makan itu, mereka menahan tawa mereka saat mendengar ucapan Sarah.


"Hahaha,, tentu! Mungkin aku juga bisa memberikannya beberapa nenek buyut tambahan sebagai hadiah kelahirannya." Ucap Dewa kembali membuat Ririn menjadi semakin pucat saat pria itu dengan terang-terangan mengatakan bahwa dia akan menyelingkuhi nya.


'Pria tua sialan!' geramnya dalam hati karena tidak terima pria itu sudah mengambil keperawanannya dan sekarang mengatakan bahwa dia ingin menambah lagi?!


"Wah, aku salut banget sama Kakek Dewa, kalau begitu, biarkan aku yang mempersiapkan setiap kali kakek Dewa akan mengadakan acara pernikahan." Ucap Sarah menawarkan diri dan tak lupa menampilkan senyumnya yang mengembang semakin membuat suasana hati Ririn menjadi lebih panas dari detik ke detik.


"Haha, tentu saja." Jawab Dewa dengan acuh seolah pria itu sama sekali tidak memperdulikan Ririn yang sedari tadi menunjukkan wajah pucat pasi nya.


"Sudah, hentikan percakapan ini. Sarapannya akan dingin dan aku tidak mau kalau cucuku mendapatkan makanan yang tidak layak." Ucap Leora menenangkan suasana panas di meja makan itu lalu semua orang kembali fokus pada makanan mereka.


Namun, di tengah-tengah sarapan yang hikmat itu Sarah mencengkram garpu dan sendok nya saat melihat Ririn ternyata mencuri-curi pandang pada suaminya.

__ADS_1


Meski Andra tidak menanggapinya, namun sebagai seorang perempuan, dan terlebih perempuan yang sedang mengandung, ia menjadi lebih sensitif!


'Ulat bulu pincang! Lihat saja, kau tidak akan tenang selama kau masih berani berharap pada suamiku.' gumam Sarah dalam hati.


Perempuan itu lalu meletakkan garpu dan sendok nya dan menatap ada Andra.


"Ada apa sayang?" Tanya Andra saat menyadari tatapan Sarah.


"Aku mau mengganti makananku dengan yang baru." Ucap Sarah dengan santai dijawab oleh senyuman Andra.


Pria itu meraih piring Sarah dan mengambil semua makanan di bawah piring itu lalu menaruhnya di piringnya sendiri.


Setelah itu, Andra kembali mengisi piring Sarah dengan makanan yang baru lalu pria itu melanjutkan sarapannya menghabiskan semua makanan yang diambil dari piring Sarah.


"Makasih sayang," ucap Sarah tersenyum.


"Apapun untuk perempuan yang kucintai." Jawab Andra menepuk pelan kepala Sarah membuat perempuan itu semakin tersenyum lebar dan dari sudut matanya ia melihat kekesalan yang ditampakkan oleh Ririn.


'Ulat bulu, karena kau masih berani berharap ada suamiku, maka setiap hari aku akan menyuguhkan mu pertunjukan yang bagus.' gumam Sarah penuh kemenangan.


Pokoknya, tidak ada kesempatan kedua bagi Ririn untuk merebut Andra darinya.


@Interaksi

__ADS_1



Di sini ajah ya ceritainnya, otor puyeng kalo harus nambah novel baru dan pusing mikirin judul plus sampul plus yang laen2 lagi...


__ADS_2