Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
63. Menyudahi sandiwara


__ADS_3

Di dalam sebuah ruangan VIP di rumah sakit tentara AS.


Semua orang sedang terfokus pada layar CCTV yang menunjukkan seorang lelaki yang sedang frustasi sembari menyebut nyebut nama Putri.


"Ibu," Sarah memeluk Leora ketika dia tidak sanggup melihat suaminya dalam keadaan seperti itu.


Terlihat frustasi dan kesakitan, penuh dengan penyesalan dan tidak berdaya. Terlebih, pria itu baru saja terluka karena kakinya yang terbentur ke sudut meja.


"Tenanglah, biarkan ayahmu menanganinya." Ucap Leora mengusap kepala Sarah.


"Ibu, sebaiknya hentikan sandiwara ini aku tidak tega melihat Kakak seperti itu." Ucap Ana ketika Gadis remaja itu memegang tangan ibunya.


"Tunggu sebentar." Ucap Laila.


Baru saja perempuan itu selesai berbicara saat pintu menuju ruangan Andra telah terbuka memperlihatkan Angkasa yang menggunakan night vision yang membantunya melihat dalam keadaan gelap.


"Bagaimana? Bagaimana rasanya setelah dapat melihat dan kembali menjadi buta? Apakah kau senang hanya bisa melihat kegelapan?" Ucap Angkasa sembari pria itu berjalan ke arah sofa di depan Andra dan duduk disana memandang remeh pada Andra yang tak berdaya di lantai.

__ADS_1


Tempat itu sangat gelap, saking gelapnya hingga Andra tidak bisa menyadari bahwa sebenarnya matanya dapat melihat dengan normal, tapi tempat itu sengaja dibuat gelap oleh Angkasa supaya pria itu menyangkan dirinya kembali buta.


"Tuan, tuan,, tolong pertemukan saya dengan Putri. Untuk terakhir kalinya saja, setelah itu kemana saya tidak akan pernah mengganggunya lagi." Ucap Andra sembari pria itu berlinang air mata dan berusaha meraba-raba untuk mendekati Angkasa.


"Kau pikir dirimu masih layak menemuinya setelah semua yang kau lakukan padanya? Bahkan untuk menemui anak kalian kelak, aku tidak akan membiarkanmu!" Ucap Angkasa membuat Andra yang sementara meraba-raba langsung menghentikan gerakannya.


Anak? Seorang anak? Putri mengandung anaknya?


Cukup lama terdiam, Andra kembali menjatuhkan dirinya ke lantai lalu merangkak ke arah sumber suara.


"Tolong,, tolong,, tolong, untuk terakhir kalinya tolong biarkan aku menemui istriku." Ucap Andra dengan suara yang sangat menyedihkan sembari pria itu akhirnya menemukan kaki Angkasa dan bersujud di bawah kaki pria itu.


Pria itu melakukannya hanya untuk satu alasan, hanya satu alasan supaya dia bisa bertemu dengan istrinya dan setidaknya menyapa anaknya yang belum lahir ke dunia.


"Apakah kau pikir cucuku layak memiliki seorang ayah yang buta sepertimu?" Tanya Angkasa sembari memperhatikan pria itu dari balik lensa night vision yang ia kenakan.


Meski tidak terlalu jelas, tapi pria itu masih bisa melihat bahwa saat ini wajah Andra dipenuhi keterpurukan. Wajah itu kelelahan dan terlihat sangat berantakan.

__ADS_1


"Aku tahu,, Tapi tolong izinkan aku untuk meminta maaf padanya, setelah itu aku berjanji, aku berjanji tidak akan pernah mendekati nya lagi asalkan aku bisa meminta maaf padanya." Ucap Andra di mana pria itu semakin mempererat pegangan nya di sepatu milik Angkasa.


Sementara di ruangan VIP, Sarah yang tidak tahan lagi, perempuan itu segera berlari keluar dari ruangan dan memasuki lift untuk naik ke lantai di mana Andra berada.


"Sarah," Samudra terkejut melihat menantunya begitu terburu-buru.


Pria itu baru saja kembali dari lantai bawah setelah berbicara dengan dokter mengenai keadaan Andra.


Tapi Sarah tidak punya waktu untuk menanggapinya dan segera menutup pintu lift lalu menekan tombol lantai yang akan ia tuju.


"Andra sudah sadar. Aku akan menemuinya," ucap Sarah setengah berbisik kalau perempuan itu menghapus air matanya yang sudah bercucuran membasahi pipinya.


Sudah cukup, sudah cukup suaminya menanggung penderitaan. Sudah cukup ayahnya mempermalukan suaminya, pokoknya sekarang, satu-satunya hal dalam pikirannya adalah menyudahi seluruh sandiwara itu.


Ia kan pergi ke ruangan itu dan menyalakan lampunya lalu memeluk suaminya dengan erat dan berkata pada suaminya bahwa dia sudah memaafkan semua kesalahan Andra.


@Interaksi

__ADS_1



Gimana lagi, otor ngoleksi banyak. mubazir kalo gak dibaca.🤭


__ADS_2