
Melihat Andra masih tidur, Sarah mengambil ponselnya dan berjalan ke balkon kamar.
Begitu mengaktifkan ponselnya, ada banyak sekali pesan yang masuk.
Pesan yang pertama kali ia baca adalah pesan dari ayahnya.
Angkasa: Bagaimana kabarmu sayang? Bagaimana bulan madumu sayang? Ayah dengar dari ibu mertuamu kalau kalian hanya menginap di hotel saja, bahkan tidak pernah keluar dari kamar?
Sarah membalas Angkasa: Aku baik-baik saja Ayah, bahkan sangat baik malahan. Bulan madu kami berjalan dengan lancar meskipun hanya di dalam kamar tapi kami menggunakan kesempatan itu untuk semakin dekat satu sama lain.
Ayah,, aku rasa cucu Ayah benar-benar akan hadir. Aku harap Cucu ayah akan mirip seperti ayah dan penyayang seperti ayah, menjadi anak yang yang selalu melindungi orang-orang tercintanya.
Setelah membalas pesan dari Ayahnya, Sarah kemudian membuka pesan dari Leora.
Leora: Selamat berbulan madu putriku tersayang, jangan lupa setelah bulan madunya Ibu mau meminta hadiah garis 2.
Sarah tersenyum membaca pesan dari ibunya, ia kemudian membalas pesan ibunya.
Balasan pesan Leora: Terima kasih ibuku tersayang, aku harap setelah bulan madu aku bisa mengunjungi ibu dan membawakan hadiahnya untuk ibu. Oya Bu, bagaimana keadaan Tante? Aku harap dia baik-baik saja dan berharap bahwa dia segera sembuh dan bisa menimmang cucu-cucunya kelak.
Pesan dari Giang: Hei adik kecil yang manja, bagaimana bulan madumu? Kakak berharap bulan madumu berjalan dengan lancar dan kalau pria itu menyakitimu, katakan pada Kakak biar kakak yang berurusan dengannya!
'Xixixi kakak bisa ajah...!' gumam Sarah tertawa.
__ADS_1
Sarah kemudian mengetik pesan untuk Giang: Semuanya berjalan dengan lancar, Andra sangat menyayangiku dan aku juga paling mencintainya. Oh ya, aku ingin bertanya apakah setelah sekali berhubungan aku langsung memiliki seorang bayi di dalam perut ku?
Baru beberapa menit Sarah mengirim pesannya pada Giang, pria itu langsung membalasnya.
Giang: Baguslah, kakak berharap bulan madu mu terus berjalan dengan lancar. Dan soal pertanyaan itu, tidak ada bayi yang langsung jadi setelah berhubungan. Kau harus menunggu beberapa minggu lalu mengeceknya menggunakan test pack.
Begitu membaca pesan dari Giang, Sarah menertawakan dirinya sendiri.
'Bagaimana bisa aku begitu bodoh?! Untung saja Andra tidak mengetahuinya, kalau dia tahu, dia mungkin akan menertawakanku!' gumam Sarah sambil terkikik lalu ia menoleh ke dalam kamar dan mendapati pria di atas tempat tidur sudah menghilang.
'Dia pasti sudah mandi, sebaiknya aku menghubungi layanan hotel supaya kami langsung makan siang setelah dia keluar dari kamar mandi.' gumam Sarah lalu menggunakan ponselnya mengirim pesan.
Setelah Andra keluar dari kamar mandi, Sarah langsung menghampiri pria itu dan menyerahkan setelan kaos dan celana pendek untuk Andra.
Dengan wajah datar, Andra meraih pakaian itu kemudian menggunakannya.
Sembari menunggu Andra selesai berganti pakaian, Sarah mengetik di ponselnya.
Begitu Andra selesai berpakaian, Sarah mengaktifkan penerjemah teks di hpnya.
*Pelayan sudah selesai menyiapkan makan siang.* Sistem ponsel Sarah menerjemahkan ketikan perempuan itu.
Andra mendengarnya lalu mengangkat tangannya memberi kode pada Sarah supaya perempuan itu menuntunnya ke meja makan.
__ADS_1
Selama 7 hari di situ, Andra belum pernah bersikap baik pada Sarah apalagi berinisiatif untuk meminta tolong padanya.
Jadi ketika melihat Andra memberi kode pada nya, secara langsung tersenyum sangat senang lalu dengan riang mendekati pria itu.
'Akhirnya,, Dia pasti sudah luluh karena aku terus bertahan di sampingnya.' gumam Sarah.
Namun begitu Sarah meletakkan tangannya di atas telapak tangan Andra, perempuan itu terkejut ketika Andra memegang tangannya dengan sangat erat.
Bukan lagi memegang, pria itu seperti mencengkeramnya dengan kuat sehingga tulang-tulang Sarah seolah remuk di dalam dagingnya.
"M-" Sarah hendak mengeluh ketika dia langsung menggunakan tangannya yang bebas untuk menutup mulutnya.
Mendengar itu, Andra tersenyum sangat puas.
"Diaman mejanya?" Tanya Andra meski pria itu sebenarnya sudah menghafal tata letak kamar mereka.
Sambil menahan kesakitannya dan merintih dalam hati, Sarah kemudian berjalan menuntun Andra.
@Interaksi
Inilah perbedaan orang pintar dengan orang bodoh. Orang pintar mendahulukan logikanya ketimbang perasaannya. Sementara yang bodoh, melakukan sebaliknya. Memakai hati dalam segala hal membuat kamu semakin tersakiti. #EhKekCewek.🤭
__ADS_1