Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
62. Kembali Buta


__ADS_3

Para wartawan yang melihat Andra hanya terdiam, akhirnya mereka semua kebingungan dengan sikap Andra.


Terdiam menunggu jawaban pria itu, beberapa detik Andra tidak mengatakan apapun lalu seorang wartawan kemudian membuka mulutnya.


"Apakah Tuan tidak menjawab artinya Tuan mengiyakan semua pertanyaan kami dan bahwa berita-berita yang beredar di seluruh dunia adalah sebuah fakta?" Tanya sang wartawan sebagai satu-satunya orang yang kini berbicara dan setiap orang yang berada disitu sedang keheningan menunggu jawaban Andra.


Dari balik kaca mata hitamnya, Andra menatap semua orang dan semua kamera yang sedang merekam kearahnya.


"Ya, semua itu benar." Jawab Andra mengagetkan semua wartawan.


Semua orang terkejut bahwa Andra mengakui semua itu, tapi tidak ada waktu untuk berdiam diri karena keterkejutan yang amat besar itu.


Yang harus mereka lakukan adalah menggali lebih banyak informasi untuk mereka tuliskan!


"Jadi, Apa alasan Tuan melakukan semuanya itu? Apakah karena Tuan tidak mau menikah dengan wanita bisu?"


"Kami dengar istri Tuan sebelumnya adalah kekasih tuan di negara Mr tetapi mengalami kecelakaan dan kecelakaan itu disebabkan karena Tuan yang lalai berkendara?" Tanya para wartawan yang semuanya berceloteh satu persatu menanyakan semua list pertanyaan yang sudah mereka siapkan sejak mendapat informasi dari Siro.


'Benar, Ini semua salahku dan apakah aku masih pantas berada di samping Putri setelah semua yang telah kulakukan? Masih pantaskah aku dimaafkan?' pertanyaan itu terus berulang-ulang di benak Andra seolah memberikan serangan pada Andra bahwa dirinya tidak pantas lagi berada di sisi Putri.

__ADS_1


Bahwa dirinya bukanlah orang yang pantas untuk dimaafkan setelah semua perbuatannya.


Pria yang belum meneguk sedikitpun air ataupun menelan sebutir nasi akhirnya tidak mampu lagi menahan semua serangan mental dan serangan fisik yang diterima sejak ia dapat melihat kembali.


Meski tubuhnya sudah pernah bertahan tanpa makan dan minum selama 3 hari, namun saat ini situasinya sedang berbeda karena serangan mental yang sangat kuat menekannya.


Di balik kacamata hitamnya, pandangan pria itu menjadi kabur, beberapa detik kemudian Andra akhirnya jatuh pingsan dan ditimang oleh Siro.


Tidak ada satupun wartawan yang mau menolong mereka, semua wartawan sibuk mengambil potret dan sibuk melaporkan kejadian pada siaran langsung mereka.


Siro bahkan kewalahan saat ia menggendong Andra menuju pintu gerbang dan para wartawan memperlambat langkahnya karena mereka semua masih berusaha mendapatkan rekaman yang akan menjadi bahan mereka menyampaikan berita.


Andra mendapat penanganan dari dokter dan pria itu pingsan selama dua hari.


Ketika Sadar, Andra terkejut saat ia bangun dan mendapati kegelapan di depan matanya.


Setitikpun cahaya tidak terlihat olehnya. Dirinya meraba-raba dan air matanya keluar kalau pria itu menjadi panik.


"Putri?! Putri?!" Teriaknya seperti orang gila.

__ADS_1


Ia menyesal, dan ia tidak marah pada keadaan, tetapi biarkan dia minta maaf kepada putri dan bertemu dengannya untuk sekali saja sebagai yang terakhir kalinya sebelum ia benar-benar berpisah dengan perempuan itu.


Dia tahu, pria buta sepertinya tidak akan pernah pantas bersanding dengan perempuan baik seperti putri.


Terlebih menghadapi Angkasa, dia tahu kondisinya yang buta tidak akan bisa meluluhkan pria itu.


"Putri...!" Teriaknya teriaknya turun dari Ranjang dan meraba-raba berusaha mencari ruang untuk keluar, tetapi karena dia tidak bisa melihat apapun kakinya tersandung oleh sebuah sofa kecil.


Bruk!


Andra terjatuh ke lantai dan tersungkur memegangi kakinya yang mungkin terluka karena terkena oleh sudut meja.


"Maaf,, maafkan aku Putri,, maaf,," dalam kesakitannya Andra menangis sembari memegangi kakinya yang terasa perih dan merasakan cairan yang dianggapnya sebagai darah membasahi tangannya.


"Maaf, pria buta yang kejam ini memang tidak pantas untukmu."


@Interaksi


__ADS_1


Mars gak level sama semua jenis kendaraan jelek dari bumi. ✖️✖️✖️


__ADS_2