Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
123. Kirim semua informasi yang sudah diketahui mereka


__ADS_3

Titin menghela nafas lalu membuka lembaran-lembaran kertas di tangannya.


Titin melihat foto Siro ketika dia bekerja menjadi seorang sekretaris, pria itu berdiri di belakang Andra sembari memegang beberapa map di tangannya.


"Dia adalah sekretaris, tapi kenapa dia berada di kampus kita? Dia terus mengekori Ana, apa mungkin dia mengikuti Ana karena menyukai Ana?" Titin berpikir dalam.


"Benar juga, aku melihat dia selalu datang bersama Ana, dia selalu duduk di samping Ana, mengikuti Ana kemana pun bahkan pulangnya dia juga pergi bersama Ana.


Ini sangat aneh!


Mengapa seorang sekretaris dari pengusaha besar berakhir mengikuti Seorang Gadis miskin yang bisa bersekolah di sekolah kita karena beasiswa?" Milan berucap sembari memikirkan jawaban untuk pertanyaan dalam hatinya.


"Mungkinkah dia menyamar?!" Mona mengatakan hal dalam pikirannya sembari memandangi kedua temannya.


"Menyamar pantatmu! Untuk apa dia,," Milan menggantung kata-katanya ketika dia teringat sesuatu.


"Ada apa?" Tanya Titin memperhatikan Milan yang bengong.

__ADS_1


"Biarkan aku melihat kertasnya " Milan merebut kertas-kertas di tangan Titin dan memperhatikannya dengan seksama.


Di kertas itu dikatakan bahwa Siro telah menyelesaikan pendidikannya sejak beberapa tahun yang lalu dan dia juga tidak terdaftar di universitas mana pun.


"Dia benar-benar menyamar! Lihat ini!" Milan memperlihatkan catatan Siro pada kedua temannya. "Dia tidak terdaftar di universitas kita, tapi dia selalu datang ke universitas kita dan mengikuti kelas seperti pengawal gadis miskin itu!


Dia menyembunyikan nama belakangnya, jadi mungkin saja dia sebenarnya pewaris besar yang sedang mencari istri!" Ucap Milan penuh keyakinan.


"Pewaris besar mencari istri?" Mona mengeryit," Lalu kenapa orang-orang yang ditugaskan Titin untuk mencari tahu tidak bisa menemukan nama belakangnya? Kenapa juga pewaris besar harus menjadi seorang sekretaris pewaris lainnya?" Mona memonyongkan bibirnya, otaknya benar-benar dongkol untuk mengetahui alasannya.


Milan menghela nafas "Benar,, sangat sulit menebaknya. Kalau bukan pewaris besar, lalu mengapa dia begitu misterius?


"Benar, Ana hanya gadis yang bersekolah di tempat kita karena kebetulan mendapat beasiswa dari Anderson group, tapi mengapa dia diikuti sekertaris utama dari CEO Anderson group?" Mona berbaring sembari memikirkannya.


"Tenang saja, aku akan menyuruh pelayan ku untuk kembali mencari tahu." Kata Titin lalu dia segera meraih ponselnya dan menelpon pelayannya.


"Ya Nona," jawab seorang pelayan yang ditugaskan sebagai pelayan pribadi Titin.

__ADS_1


"Aku mau kau mencari tahu asal usul pria yang ku suruh kan kemarin dan harus jelas Dia berasal dari keluarga mana. Juga cari tahu alasannya berada di kota FF." Perintah Titin.


"Baiklah saya akan kerjakan besok pagi,"


"Bukan besok pagi, aku mau kau melakukannya sekarang juga dan informasinya harus ada ditanganku besok pagi sebelum berangkat ke kampus!" Kata Titin langsung menutup panggilan itu membuat pelayan yang berada di seberang telepon hanya bisa menghela nafas.


"Nona mudah benar-benar merepotkanku!" Gerutu pelayan itu lalu segera mencari nomor telepon perusahaan yang kemarin membantunya.


Setelah menghubungi pihak yang bisa membantunya mencari tahu identitas pria yang dimaksud oleh Nona mudanya, pelayan itu kembali tidur, tapi dia tak pernah tahu bahwa apa yang dia lakukan sudah diketahui oleh pihak lain.


Siro sementara berada di kamarnya dan berbicara dengan seseorang di seberang telepon.


"Maksudmu, seseorang berusaha mencari informasi ku dan informasi noda muda?" Tanya sirop ada orang di seberang telepon.


"Benar tuan, mereka juga sudah berhasil mendapatkan beberapa informasi yang akurat, termasuk informasi mengenai tuan yang pernah bekerja sebagai sekretaris Tuan Andra." Jawab orang di seberang telepon.


"Kirim semua informasi yang sudah diketahui mereka."

__ADS_1


"Baik Tuan."


__ADS_2