
"Berandal itu!!" Samudra mengeram sembari menahan emosinya supaya tidak meluap di depan Sarah.
Ia benar-benar kecewa pada putrannya setelah mendengar semua cerita Giang tentang kelakuan putranya selama berbulan madu bersama Sarah.
"Paman, aku rasa Paman bisa mengatakan apa yang ingin Paman bicarakan pada Sarah, karena aku yakin adikku juga sudah sangat penasaran." Ucap Giang.
"Benar,," Samudra menghela nafas lalu ia memandang mata Sarah yang kehilangan binar.
"Sarah, Ayah tidak bermaksud untuk memisahkanmu dengan Andra, Ayah tahu kalian saling mencintai, hanya saja kesalahpahaman membuat hubungan kalian menjadi sangat rumit seperti ini.
"Ayah datang menemuimu berharap kamu baik-baik saja tapi, hah,," Samudra kembali menghela nafas dengan sangat berat, ia masih tidak habis pikir dengan kelakuan putranya.
Melihat Ayah mertuanya sangat tertekan, Sarah mengusap punggung tangan pria itu.
Dia sangat mengerti bahwa mertuanya juga kesulitan menghadapi Andra, tapi ini bukan salah siapapun, hanya keadaan saja yang membuatnya menjadi seperti ini.
__ADS_1
"Ayah berniat memberi pelajaran pada pria itu, jadi ayah mau selama beberapa waktu ke depan sampai Andra sembuh, sebaiknya kau tidak usah menemui Andra, kau bisa tinggal di rumah Ayah atau Ayah tidak akan memaksamu kalau kau mau tinggal bersama kakakmu.
"Ini semua Ayah lakukan demi kebaikan kalian berdua supaya Andra tidak menyakitimu lagi dan supaya kamu fokus menyembuhkan diri dan Andra juga bisa sembuh dengan cepat.
"Tapi begitu, saat pria itu sembuh, Ayah mau kau menahan diri tidak menemuinya dan memberi sedikit pelajaran padanya. Maukah kau membantu ayah?" Tanya Samudra.
"Sarah, Kakak juga berpikir sama dengan mertuamu, sebaiknya kita kembali ke kota K. Dan kita menunggu informasi dari Paman Samudra tentang kapan waktu yang tepat untuk kembali lagi ke negara ini." ucap Giang.
Setelah mendengar ucapan kakaknya, akhirnya Sarah mengangguk mengiyakan kedua orang itu.
"Kalau begitu ayah akan mengatur semuanya. Namun kalau kau masih mau menemui Andra, kau bisa melakukannya secara diam-diam." Ucap Samudra meski pria itu sebenarnya mengharapkan jawaban tidak dari Sarah karena dia sudah benar-benar marah pada putranya dan ingin memberi pelajaran yang teramat besar pada Putranya itu.
Akhirnya, setelah satu minggu berlalu, keadaan Sarah semakin membaik dan lebam lebam di tubuh perempuan itu sudah hilang.
Meski tubuhnya membaik, namun setiap hari Sarah terlihat murung seolah ia telah kehilangan separuh dari jiwanya.
__ADS_1
"Kakak Sarah..!" Ana datang menemui Sarah dan perempuan itu langsung menghamburkan diri memeluk Sarah.
"Sudah, jangan terlalu banyak basa-basi, ayo cepat dandani kakakmu." Ucap Laila di mana perempuan itu datang membawa sebuah gaun dan berbagai peralatan make up.
Laila dan Ana mendandani Sarah sampai akhirnya keduanya tersenyum melihat penampilan Sarah.
"Kakak benar-benar terlihat seperti perempuan biasa-biasa saja. Aku tidak menyangka kak Andra menyukai perempuan dengan penampilan seperti ini. Tapi aku juga tidak heran karena meski kakak menggunakan barang-barang super KW tapi Kakak masih terlihat seperti perempuan bangsawan." Kikik Ana membuat Sarah tersenyum kala pipi perempuan itu merona saat ia kembali ingat momennya bersama Andra di pulau Mr.
"Sudah, nengobrolnya nanti di mobil, sekarang ayo kita berangkat." Ucap Laila lalu ketiga perempuan itu segera meninggalkan apartemen milik Giang.
Hari ini adalah hari terakhir Sarah berada di ibukota negara X. Besok dia bersama Giang akan kembali ke kota K di mana Angkasa dan Leora sudah menunggu mereka dengan tidak sabar.
Dan hari ini, Sarah berniat menemui Andra menggunakan penampilannya dulu ketika dia masih berpacaran dengan Andra di mana barang-barang murahan melekat di seluruh tubuhnya.
'Aku gugup, aku takut Andra akan terkejut dan kembali memakiku saat pria itu kembali berpikir bahwa aku berusaha menipu nya.' gumam Sarah.
__ADS_1
@Info
Jangan lupa berkedip supaya mata tetap sehat😁