
Setelah Siro meninggalkan meja mereka, kedua Gadis itu masih memandangi Siro untuk beberapa waktu.
Pria itu dengan tenang memakan makanannya seolah sama sekali tidak tersinggung ketika dia diusir karena sebuah pembicaraan yang rahasia.
"Ck,, dia menganggapku sebagai orang asing, tapi dia membiarkanku terus berada di sisimu. Dia benar-benar,, aneh!" Kiora menyipitkan matanya sembari menggelengkan kepalanya menatap Siro.
Selain tampan dan memiliki tubuh yang bagus, tidak ada lagi yang bisa dibanggakan dari pria itu, tidak ada! Tidak ada!
"Jadi, rahasia apa yang ingin kau ceritakan padaku hingga tidak mau jika didengar oleh Kak Siro?" Ana bertanya pada Kiora.
"Tentu saja ini tentang pria itu!" Kiora mengalihkan pandangannya dari Siro dan menatap Ana.
"Dia menyukaimu, tapi dia bahkan tidak menyadari bahwa dia menyukaimu. Jadi aku ingin bertanya satu hal padamu, apakah kau pernah melihat Siro dekat dengan perempuan?" Tanya Kiora.
"Uh,, kalau masalah itu, harusnya sih tidak." Kiora kembali mengingat saat-saat dimana Siro terus berada di samping Andra, pria itu bahkan berada di samping Andra selama 24 jam dan tidak punya waktu untuk mengunjungi keluarganya di kampung.
"Kau yakin?" Tanya Ana memastikan.
"Ya, Dia adalah orang yang gila kerja, bahkan keluarganya sendiri, aku tidak yakin kalau dia sudah pernah menemui orang tuanya semenjak dia bekerja! Dia benar-benar aneh!" Ucap Ana.
"Ya,, dia memang aneh, tapi ada lagi orang yang lebih aneh darinya,," Kiora sengaja terdiam.
"Siapa lagi yang lebih aneh darinya?" Tanya Ana penasaran.
__ADS_1
"Seorang gadis polos dan cantik yang mencintainya!" Ucap Kiora langsung membuat Ana tersedak oleh air liurnya sendiri, gadis itu terbatuk-batuk membuat Kiora tertawa.
"Hahaha,,, minum air!" Kiora tertawa sembari menyodorkan segelas air putih untuk Ana.
Setelah menghabiskan 3 tegukan air, Ana kembali ke posisi normal, gadis itu langsung menatap pada Siro dan pria itu masih duduk dengan tenang.
"Jangan terus menatapnya atau dia bisa tahu kalau kamu sebenarnya menyukainya!" Kiora kembali menggoda Ana.
Dalam 1 detik Ana langsung mengalihkan pandangannya dari Siro lalu menatap Kiora "Kau..! Jangan menggodaku terus!" Geram Ana lalu mengalihkan pandangannya ke arah makanannya.
Melihat Ana merajuk, Kiora segera memeluk lengan Ana dan berbicara dengan pelan. "Hei jangan marah. Aku sebenarnya mengajakmu berbicara supaya aku mengatakan padamu bagaimana trik agar Kak Siro bisa menyadari perasaannya padamu."
Ana menyipitkan matanya dan berpikir sesaat sebelum memandang Kiora.
"Hehe,," Kiora tertawa kecil sebelum mendekatkan bibirnya di telinga Ana lalu berbisik pelan.
Begitu mendengar bisikan Kiora, wajah Ana langsung memerah lalu berubah menjadi pucat.
Tangannya yang sedang memegangi sendok mengepal dengan kuat hingga jarinya yang putih berubah menjadi pucat karena genggaman yang terlalu erat.
"Kenapa? Mengapa ekspresi mu begitu?" Tanya Kiora menyipitkan matanya.
Dia baru saja memberikan ide cemerlang pada Gadis itu, tapi Ana malah terlihat seperti orang ketakutan karena baru saja melihat hantu.
__ADS_1
"Ada apa?" Dengan terpaksa, Kiora memaksa Ana berbalik ke arahnya supaya mereka saling menatap.
"Kenapa?" Kembali tanya Kiora saat melihat gadis itu masih terpaku menatapnya.
"Uh,, apa kau yakin dengan yang kau katakan? Bukankah itu agak,,, ummh,, merayunya? Aku rasa ak,, aku tidak bisa melakukannya ak,, akku,,"
"Ck,, merayu seperti apa yang ada di otakmu?! Jangan bilang kau berpikiran ke arah merayu yang erotis?!" Tatapan dalam Kiora membuat Ana tersentak dan wajahnya langsung memerah padam karena merasa malu.
Apakah dia salah tanggap?!
"Hahaha,, melihat reaksi mu, sepertinya dugaanku benar!" Kiora tertawa keras dengan kebodohan gadis di depannya.
Dia hanya mengatakan supaya Ana merayu Siro dengan memberikan sesuatu yang berkesan, bukannya,,, hahaha...!
Polos berbeda tipis dengan bodoh!
Jangan mau menjadi polos ketika kamu tidak mau dianggap bodoh!
@Interaksi
Dan inilah otor, maklum belum pernah berjumpa langsung dengan mahluk bumi, jadi yaa,,, hmm gak nyambung dikit GPP 'kan?
__ADS_1