Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
99. Memiliki sisi yang berbeda


__ADS_3

Setelah kejadian Dewa mencium Ririn, para pria yang berada di sana jelas tidak nafsu lagi untuk makan karena mereka melihat semua adegannya.


Setelah dagingnya matang, hanya para perempuan yang memiliki nafsu untuk makan karena mereka tidak tahu apapun yang terjadi dan hanya berpikir bahwa Dewa hanya berciuman biasa dengan Ririn.


"Sayang makanlah." Ucap Sarah memberikan sepotong daging ayam untuk Andra, tapi ketika pria itu melihat daging yang diberikan oleh Sarah, ia langsung teringat akan ciuman berdarah-darah yang dilakukan oleh Dewa.


"Uh,, hari ini aku makan sayur saja." Ucap Andra meraih sayur yang disiapkan oleh para pelayan.


Keempat perempuan yang duduk bersama ketiga orang itu terheran-heran melihat semua laki-laki kecuali Dewa tiba-tiba saja menjadi vegetarian.


Dewa menikmati setiap daging ayam yang ia konsumsi, entah kenapa hari itu dia merasa sangat lega.


Ia sudah menyingkirkan Ririn dan membuat perempuan itu tidak bisa berbicara seumur hidupnya, kesakitan yang dialami perempuan itu juga akan menjadi trauma besar baginya.


Selamanya Ririn akan hidup menderita dan itu semua sepadan dengan apa yang telah diperbuat oleh perempuan itu pada cucu kesayangannya.


"Besok pagi, aku akan kembali ke kota FF." Tiba-tiba kata Dewa diantara perbincangan mereka membuat semua orang menoleh pada pria paruh baya itu.


"Kenapa tiba-tiba?" Tanya Andra mewakili semua orang.

__ADS_1


"Ada urusan mendesak, Andra, jagalah istrimu dengan baik, aku akan mengunjungi kalian setelah Dia berumur 9 bulan." Ucap Dewa lalu pria itu segera berdiri meninggalkan ruang makan.


"Kakek sangat aneh. Apakah baru saja terjadi sesuatu?" Tanya Ana karena perempuan itu hanya merasa bahwa Dewa dan Ririn berciuman hingga para pelayan perempuan terkejut.


"Biarkan saja." Ucap Samudra lalu semua orang kembali makan sesuai selera masing-masing.


Setelah kejadian itu, Angkasa dan Leora juga meninggalkan pulau putih, Samudra pun ikut meninggalkan tempat itu karena dia memiliki banyak urusan di ibukota.


Andra dan Sarah harus berada di pulau putih menjaga kehamilan perempuan itu dan dari hari ke hari mereka terus mengamati perkembangan janin di dalam rahim Sarah.


Sementara Ana, perempuan iti telah mendaftar kuliah di salah satu universitas terkenal di kota FF.


"Sampai jumpa putriku!" Laila berteriak kepada anak ketika mobil yang membawanya telah pergi.


"Aku akan mengunjungi kalian!" Teriakan Ana saat perempuan itu mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil melambaikan tangan pada ketiga orang yang tertinggal di belakang mobil.


Gadis manis itu menyeka air matanya dengan tangan lalu duduk mengatur nafasnya.


Tiba-tiba sebuah tangan terulur dari depan mobil memberinya sebuah sapu tangan.

__ADS_1


"Terima kasih Kak Siro." Ucapan Ana mengambil sapu tangan itu dan mengelap air matanya.


Dia terkejut ketika merasakan lembutnya sapu tangan itu dia tidak berpikir bahwa Siro memiliki sisi seperti itu juga.


"Kak Siro, Apa kau membeli sendiri sapu tangan ini?" Ana tidak bisa menahan rasa penasarannya.


Sebab yang ia tahu bahwa Siro sangat mirip seperti Andra pria yang dingin dan jarang sekali berbicara.


"Benar Nona." Jawab Siro.


Ana tersenyum melihat sapu tangan itu lalu melihat ke luar jendela 'Benar, setiap orang memiliki sisi yang berbeda, tapi terkadang tidak semua sisi dari mereka ditunjukkan pada dunia.'


Ana mengikuti perjalanan dan didampingi oleh Siro, Andra sudah menugaskan Siro menemani perempuan itu kemana pun ia pergi.


Siro sama sekali tidak keberatan.


Baginya, apa pun yang ditugaskan Andra padanya, dia harus melakukannya dengan sungguh-sungguh.


@Info

__ADS_1


Jangan terlalu stres di hari Senin ya.. kasian Seninnya jadi gak enak...


__ADS_2