Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
119. Kenapa Siro membawa Ana ke rumah sakit ini?


__ADS_3

Toilet perempuan.


Siro melangkah terburu-buru dan ketika dia melihat seorang gadis sedang mencuci muka dengan brutal, kekelaman di wajahnya menjadi semakin bertambah hingga membuat ruangan itu semakin tidak nyaman.


Untungnya, hanya mereka berdua di situ jadi tidak perlu ada seseorang yang ketakutan karena sikap Siro.


"Nona Muda," Siro berjalan mendekati Ana yang masih sibuk membasuh wajahnya sepertinya gadis itu tidak menyadari kehadirannya.


"Nona," Siro menepuk bahu


Ana membuat Gadis itu menghentikan gerakannya dan mengangkat wajahnya menatap Siro.


"Kak Siro," dalam sekejap Ana sudah menangis dan Gadis itu memeluk Siro dengan erat.


"Apa yang sudah mereka lakukan?" Tanya Siro dengan panik mengulurkan tangannya memegang dagu Ana dan melihat wajah Gadis itu sangat merah.


"Mereka memberi sesuatu di wajahku," Ana kembali panik melepaskan pelukannya pada Siro dan memegang wajahnya lalu menatap cermin.


Gadis itu hendak kembali membasuh wajahnya ketika Siro sudah mengangkatnya lebih dulu.


"Kita ke rumah sakit!" Kata Siro membawa Ana keluar dari toilet.


Gadis dipelukan Siro hanya menurut saja, tapi perlahan-lahan ia mengangkat tangannya dan memeluk leher Siro menyembunyikan wajahnya di leher pria itu.


"Kak Siro jangan marah kalau baju Kak Siro jadi basah karenaku." Ucap Ana.


"Tidak marah." Jawab Siro setengah berlari menuju parkiran.

__ADS_1


Semua orang memperhatikan mereka termasuk Kiora yang baru saja kembali dari kantin, gadis itu langsung membelalakkan matanya melihat temannya.


Baru dua hari perkuliahan dimulai dan sudah dua hari itu juga Ana selalu di gendong seperti itu oleh Siro.


"Apa yang terjadi?" Ucapnya segera berlari menyusul Siro dan Ana.


Orang-orang yang melihat "Dasar, maba, sekarang sepertinya harus diberi pelajaran, begitu beraninya mereka memperlihatkan kemesraan seperti itu. Tidak tahu malu!"


"Dari jurusan mana dia? Sepertinya senior mereka kurang ketat mengawasi junior mereka."


"Kalau aku tidak salah mereka junior dari jurusan bisnis."


"Kalau begitu kita harus memberitahu mereka supaya menertibkan junior mereka. Jangan sampai nama kampus kita menjadi rusak karena mereka."


Orang-orang terus menggosipkan mereka, sementara Siro sudah tiba di mobil dan meletakkan Ana di kursi penumpang.


"Aku akan ikut." Ucap Kiora pada Siro lalu menoleh ke depan melihat Ana.


"Astaga Ana! Ada apa dengan wajahmu?" Kiora tak percaya kau baru dua hari dan sudah dua hari gadis itu digendong oleh Sirk untuk dibawa pergi hanya karena wajahnya memerah.


Tapi peristiwa hari ini dan kemarin berbeda, hari ini Ana tampak lebih buruk karena seluruh tubuhnya telah basah oleh air, gadis itu juga menangis, tidak seperti kemarin.


Ana tidak menjawab Kiora, dia hanya terdiam sembari menangis lalu mobil segera berjalan meninggalkan kampus.


Baru saja mobil akan meninggalkan kampus saat Siro memberhentikan mobilnya sebentar.


"Ada apa?" Kiora kebingungan, harusnya mereka cepat-cepat ke rumah sakit, kenapa harus berhenti lagi?

__ADS_1


"Silakan turun dan melanjutkan kuliah, saya yang akan mengantar Nona saya ke rumah sakit." Ucap Siro mengingatkan Kiora bahwa gadis itu masih memiliki kelas untuk diikuti.


"Tidak perlu! Aku akan meninggalkan kelas hari ini dan membantu Ana." Kiora berkata dengan sungguh-sungguh.


"Tapi,"


"Cepatlah jalan, Jangan menunggu terlalu lama sampai kondisi Ana menjadi semakin buruk." Kiora menyelah.


Akhirnya mobil meluncur dengan cepat dan mereka segera tiba di rumah sakit terbesar di kota FF.


Dengan tubuh gemetar nya Ana turun dari atas mobil, tapi begitu kakinya hendak menyentuh tanah, Siro terlebih dahulu mengangkatnya lalu menutup pintu mobil, melarikan Ana ke rumah sakit.


Dia langsung menemui dokter spesialis kulit yang sering meresepkan obat dan perawatan kulit untuk Ana.


Kiora berlari mengejar pria itu, tapi karena terlalu cepat dan Kiora memakai sepatu berhak, maka dia tidak sanggup lagi mengejarnya dan menjalankan langkahnya dengan nafas tersengal.


"Kemana mereka pergi?" Kiora kebingungan melihat sekitarnya, sudah tidak ada lagi jejak Siro dan Ana.


Tapi kemudian setelah memperhatikan tempat itu selama beberapa saat, dia baru terkejut mengapa mereka ada di rumah sakit ini?


"Kenapa Siro membawa Ana ke rumah sakit ini?" Kiora memperhatikan seluruh tempat itu dan mengetahui bahwa dia tidak salah mengira, itu adalah rumah sakit paling terkenal di kota FF hanya diberikan untuk kalangan atas.


Rumah Sakit dibawah naungan DX, rumah sakit elit yang bahkan hanya untuk konsultasi saja menghabiskan berjuta-juta uang!


@Interaksi


__ADS_1


Kenapa pada kagum dan memuji-muji kekuasaan Dewa, Angkasa dan Samudra? padahal, otorlah yang lebih berkuasa, tapi gak pernah liat reder memuji otor...?


__ADS_2