Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
39. Kelakuan Andra terbongkar


__ADS_3

Setelah meninggalkan kamar Andra, Samudra langsung mengantar Ana dan Laila pulang ke rumah, sementara pria itu berdalih kembali ke kantor padahal dia memilih pergi ke rumah sakit di mana Giang sedang bertugas.


Satu-satunya yang ada di pikirannya bahwa jika Sarah pergi dari hotel meninggalkan Andra, maka perempuan itu pasti akan menemui Giang sebagai satu-satunya keluarga Sarah di ibukota.


Begitu Samudra tiba, Giang sangat terkejut melihat kedatangan pria itu namun dia tetap bersikap tenang dan menyambut kedatangan Samudra.


"Selamat datang Paman, silakan duduk." Kata Giang lalu keduanya duduk di sofa dalam ruangan.


"Giang, Apakah Sarah datang menemuimu?" Tanya Samudra membuat Giang kembali ingat bahwa Sarah sudah menyuruhnya untuk tetap diam dan tidak memberitahukan kepada siapapun di mana dirinya berada.


"Maaf Paman, bukankah Sarah masih sementara berbulan madu bersama Andra?" Jawab Giang kembali bertanya seolah pria itu tidak mengetahui apapun.


"Sarah telah pergi meninggalkan hotel dan tidak memberitahu siapapun. Orang-orang ku sedang mencarinya, tapi sepertinya dia pergi bersama orang yang sangat hebat hingga orang-orang ku kesulitan melacaknya.


"Aku pikir dia datang menemuimu hingga aku kemari untuk menanyakannya sebab aku juga ingin membicarakan sesuatu yang lain denganmu." Ucap Samudra.


Mendengar ucapan Samudra, Giang yang awalnya duduk dengan tenang langsung memperlihatkan sikap gelisahnya dan keterkejutan memenuhi ekspresinya.

__ADS_1


"Apakah itu tentang hilangnya Sarah?" Tanya Giang dengan raut penuh kecemasan.


"Jadi, aku sudah mengatakan pada Andra bahwa Sarah bukanlah Putri." Ucap Samudra.


"Apa maksud paman?" Tanya Giang terkejut.


Giang sudah bisa membayangkan bagaimana perasaan Sarah saat mendengar ucapan Samudra.


Jelas perempuan itu sekarang sedang menangis di balik pintu yang ada di belakang Samudra.


Selama berada di rumah sakit, Sarah diletakkan di ruang istirahat Giang di dalam ruangan pria itu karena Giang tidak mau jika Samudra sampai berhasil melacak keberadaan Sarah.


"Dan sekarang aku ingin menemui Sarah untuk membicarakan beberapa hal dengannya. Semuanya demi Andra dan Sarah, demi hubungan mereka berdua." Ucap Samudra membuat Giang menatap pada pintu di belakang Samudra.


'Sepertinya di tidur, karena kalau tidak, dia pasti sudah keluar dari balik pintu itu saat mendengar ucapan Samudra.' Giang baru saja menyelesaikan gumamannya dalam hati ketika pintu itu terbuka.


Terlihat seorang perempuan yang dibalut dengan gaun berwarna putih dan tubuh penuh memar-memar berdiri di ambang pintu.

__ADS_1


"Hmm," ucap Sarah dengan suara yang berat sembari perempuan itu berpegangan pada tiang infus miliknya.


Samudra langsung berbalik ketika mendengar suara Sarah dan pria itu bagai disambar petir ketika melihat keadaan Sarah.


"Sarah apa yang terjadi?" Tanyanya langsung berlari dengan cepat menghampiri Sarah selalu membantu perempuan itu duduk di sofa.


"Apa ini ulah Andra?" Tanya samudra dengan kegilaan karena kemarahan sudah terpancar di wajah pria itu seolah Samudra akan langsung menemui Andra dan mencabik-cabik anaknya ketika mendengar jawaban iya dari mulut Sarah.


"Tolong jaga emosi Paman karena saat ini kita berada di rumah sakit dan kondisi Sarah tidak sepenuhnya baik." Ucap Giang.


Membenarkan ucapan Gaing, Samudra menghela nafas beberapa kali sebelum pria itu kembali duduk dengan tenang meski tangannya memegang tangan Sarah yang terdapat beberapa luka lebam.


Matanya terpaku pada luka lebam yang amat besar di tangan perempuan itu.


Dia bisa membayangkan bagaimana kesakitan yang dialami Sarah selama 8 hari bersama Andra, dan dia siap melakukan apapun untuk membela Sarah termasuk memaksa memenjarakan putranya sendiri.


@Interaksi

__ADS_1



Lah, nyarinya di peta dunia nyata, padahal kita lagi ada di dunia novel,, gak nyambung dong...! Atau mau cari Andra juga di dunia nyata? kuy,, siapa tahu kalian jodoh...😂


__ADS_2