Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
14. Keras kepala Andra


__ADS_3

"Lancang!" Samudra menggebrak meja namun pria itu kembali duduk dengan tenang.


Sekarang dia tahu, bahwa Andra pasti tidak memberi kesempatan pada Sarah untuk menceritakan yang sebenarnya.


Lalu kemungkinan besar Ririn memanfaatkan kesempatan itu untuk mengatakan hal-hal yang ia karang.


"Seharusnya Apa yang ayah katakan ini dikatakan oleh istrimu sendiri. Tapi karena perempuan yang menjadi sekretaris mu itu telah mengendalikanmu, maka ayah sendiri yang akan mengatakannya." Ucap Angkasa.


'Hah,, Tuan Samudra yang terhormat, katakan saja, dan kita lihat siapa yang lebih dipercayai oleh Andra.


'Ayahnya yang sudah memaksanya menikah dengan pria cacat atau sekretarisnya sekaligus teman sekolahnya yang selama ini selalu setia pada Andra?' gumam Ririn mengejek Samudra dalam hatinya.


Memang, selama ini Ririn selalu bekerja dengan profesional dan sekaligus menjadi teman yang menyenangkan untuk Andra.


Dia tidak pernah membuat kesalahan, dan semua yang ia lakukan selalu berhasil hingga membuatnya mendapat kepercayaan besar dari Andra.


Baru kali ini saja ketika Sarah datang ke dalam hidupnya mengganggu hubungannya dengan Andra lalu perempuan itu melakukan pemberontakan pada keluarga Anderson.


"Jadi, Putri yang kau kenal di negara Mr, Putri yang menggunakan pakaian sederhana, dan putri yang menjadi kekasihmu sekaligus perempuan yang paling kau lindungi itu, sebenarnya dia adalah orang yang sama dengan Sarah.


"Waktu itu, Sarah berada di negara Mr untuk berlibur, dan demi menutupi identitasnya sebagai putri dari Angkasa Raya, ayahnya menyarankannya untuk menyamar menjadi perempuan biasa.

__ADS_1


"Jadi putri yang menjadi kekasihmu di negara Mr sekarang telah kembali ke identitas aslinya dan bahkan sekarang telah menjadi istrinmu!


"Tapi ayah tidak menyangka kalau perempuan yang menjadi sekretarismu ini malah memutar balikan fakta! Sampai menuduh Angkasa telah membawa pergi putri! Apakah itu masuk akal?!" Ucap Samudra.


Namun di luar dugaan samudra, reaksi Andra berbeda jauh dengan yang ia harapkan.


"Sebelum aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, aku tidak akan mempercayai orang asing!" Kata Andra dengan makna tersirat bahwa dia lebih mempercayai Ririn yang selama ini berada di sisi-nya ketimbang Sarah yang kini menjadi istrinya.


"Apa katamu? Jadi kamu meragukan ayahmu?! Kau pikir, mengapa ayah dan ibu mengambil keputusan untuk menikahkanmu dengan Sarah?!


"Ini semua karena fakta dibalik identitas Sarah dan hubunganmu dengan Sarah!" Ucap Samudra mulai hilang sabar menghadapi pekerjaannya.


"Baiklah, Ayah boleh pergi, aku akan memikirkan dan mempertimbangkan semua ucapan ayah." Kata Andra membuat Samudra menjadi lebih dalam lagi.


Memikirkan dan mempertimbangkannya?!


Kedua hal itu tidak perlu dilakukan oleh Andra karena apa yang ia katakan benar-benar suatu fakta yang tidak perlu dipertimbangkan lagi oleh Andra.


Namun, Samudra belum membuka mulutnya saat Siro tiba-tiba mengetuk pintu lalu pria itu memasuki ruangan Andra.


"Ada apa?!" Tanya Samudra pada Siro karena pria itu sangat tidak suka dengan kelancangan Siro yang langsung masuk mengganggu pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Maaf Tuan, di luar ada Nyonya Sarah." Ucap Siro.


"Suruh mereka masuk." Perintah Samudra lalu pria itu kembali menatap putranya.


"Jaga perilakumu pada istrimu!" Ucapnya memperingatkan putrannya.


'Perempuan pengadu akhirnya datang..!' gumam Ririn dengan kekesalan.


Beberapa saat setelah Siro keluar, Sara dan Giang akhirnya memasuki ruangan Andra.


Perempuan itu sangat terkejut saat melihat Samudra juga berada di ruangan itu.


'Apakah Ayah sudah berbicara dengan Ayah Samudra?' gumam Sarah menatap Samudra.


@Interaksi


Dua BAB lagi sebentar malam ya,, semoga kalian tidak sabar menunggu...🙏



Lancang banget nyalain otor, emang selama ini kamu ngapain? Kenapa gak kamu ajah yg bilang ke Andra tentang fakta sebenarnya? Oh,, lupa, dia gak punya nyali buat ngomong 😜🤭

__ADS_1


__ADS_2