
Andra baru saja tiba di perusahaan ayahnya ketika para pemegang saham sudah menunggunya dengan wajah penuh kemarahan.
"Di mana ayahmu? Mengapa dia malah mengutus anaknya untuk mengurus perusahaan yang hampir bangkrut?!" Tanya salah seorang petinggi perusahaan.
Andra memperlihatkan raut wajah yang tenang menyembunyikan deru ombak kemarahan di dalam dirinya.
"Ayahku sedang sakit dan segala hal yang berhubungan dengan untuk perusahaan ini, aku yang mengambil alih." Ucapa Andra dengan cuek kala pria itu berjalan kearah meja pimpinan rapat dan duduk dengan tenang.
Siro mengikut di sampingnya, mereka sudah membahas beberapa hal saat mereka berada di mobil. Dan dia sudah siap untuk rapat dadakan bersama para pemegang saham.
"Semua masalah yang terjadi akan diatasi oleh Tuan Andra, jika ada yang keberatan silakan berbicara sekarang." Ucap Siro.
"Haha,, sedangkan ayahmu saja belum tentu bisa menghalau semua kepelikan dalam perusahaan ini, bagaimana bisa seorang bocah sepertimu bisa memimpin perusahaan?!" Ucap salah seorang pemegang saham.
"Benar, pernikahanmu saja tidak bisa kau urus dengan benar, apa lagi mengurus perusahaan sebesar ini. Sebaiknya kau tidak perlu beralasan bahwa ayahmu sedang sakit, karena kam-"
"Silakan berbicara pada intinya." Potong Siro saat melihat para pemegang saham sangat kesal.
Sebenarnya para pria di ruangan itu sudah berdiskusi satu sama lain. Mereka ingin menyingkirkan Samudra dari posisi CEO dan kembali memohon pada Angkasa Raya supaya mau kembali bekerja sama dengan mereka.
Bagaimanapun, Raya Group menarik kerjasama hanya karena sebuah masalah pribadi yang terjadi antara Andra dan keluarga mereka.
Tapi jika Keluarga Andra tidak berada lagi di perusahaan, maka mereka bisa meyakinkan Raya Group untuk kembali bekerja sama dengan mereka.
Setelah berpandangan satu sama lain akhirnya pria yang paling aktif berbicara kemudian membuka mulutnya.
__ADS_1
"Kami ingin Ayahmu turun dari posisi presdir atau kami semua akan menarik saham kami pada hari ini juga!" Ucap pria dengan jas hitam.
"Baiklah, Siapa saja yang ingin menarik sahamnya dari Anderson grup silakan berbicara." Ucap Andra mengagetkan semua orang.
Bagaimana bisa Andra masih bersikap sombong di tengah situasi dimana mereka menghadapi kebangkrutan yang sudah tepat berada di depan mata mereka.
"Aku akan menarik semua saham ku senilai 5,7%!"
"Saya juga."
"Aku rasa, lebih baik menariknya hari ini daripada menunggu harga saham semakin anjlok."
"Benar, masalah perusahaan hari ini terjadi karena pengaruh dari masalah pribadi seseorang, kalau kita tidak mengganti CEOnya, maka uangku juga akan habis dengan sia-sia. Aku akan menarik saham ku juga."
"Baiklah masih ada 3 orang yang belum berbicara. Silakan mengambil keputusan." Ucap Siro.
Ketiga orang yang belum berbicara berpandangan satu sama lain, mereka adalah tiga orang yang memiliki saham yang paling kecil diantara semua orang.
Mereka bertiga pun adalah pihak netral.
Menjual sahamnya di saat seperti ini tidak akan memberi mereka keuntungan yang maksimal.
Dan lagi, mereka masih punya beberapa harapan untuk menunggu samudra sembuh dari penyakitnya.
"Kami tidak akan menjual saham kami." Salah seorang mewakili ketiganya.
__ADS_1
"Baiklah, jadi total saham yang ditarik keluar adalah 37,23%." Kata Siro menyimpulkan semua pendapat itu membuat para pemegang saham tersenyum.
Pada keadaan dimana grup Anderson hampir bangkrut, maka akan sulit untuk membayar semua saham-saham yang telah lepas itu.
Kecuali jika keluarga Anderson memiliki uang tersembunyi dalam jumlah yang sangat banyak.
"Bayarkan semuanya. Gunakan uang pribadiku dan uang pribadi milik keluarga Anderson." Ucap Andra mengagetkan semua orang.
Jumlah saham itu tidaklah sedikit. Setidak bernilai puluhan triliun. Bagaimana bisa keluarga Anderson memiliki uang cash sebanyak itu?
Dengan wajah pucat mereka saling berpandangan dan tidak percaya bahwa ancaman mereka tidak berarti apapun untuk keluarga Anderson.
"Kami akan melakukan pembayaran nya dalam waktu 3 hari, dan bagi kalian yang sudah tidak berkepentingan di sini, silakan tinggalkan ruangan ini." Ucap Siro membuat semua orang tidak bisa berkata apapun lagi.
Uang triliunan itu akan dibayarkan dalam waktu 3 hari?!! Mustahil!
Tapi mereka terlalu malu untuk kembali memohon, hanya ada satu jalan, pergi sambil menggerutu.
"Dasar orang-orang tidak tahu malu, begitu Anderson grup berada di atas, mereka berbondong-bondong mengaku sebagai sahabat dan keluarga, tapi begitu dilanda keterpurukan mereka berubah menjadi seorang penghianat." Geram Andra tersenyum kecut membuat tiga orang yang masih tersisa dalam ruangan hanya bisa bersyukur bahwa mereka memili keputusan yang tepat.
@Interaksi
Pasti ni mahluk yang komen tinggal di kuburan, makanya serba tahu Sola kuburan!
__ADS_1