Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
68. Menyetujui semua syarat


__ADS_3

Andra mengambil dokumen yang di letakkan Angkasa di atas meja lalu membacanya.


Itu adalah surat perjanjian bahwa Angkasa mengijinkan Andra tetap bersama-sama dengan putrinya tetapi dengan sederet syarat yang sangat panjang.


Ada 3 lembar syarat yang ditulis oleh Angkasa, tetapi Andra baru saja membaca bahwa asalkan dia memenuhi semua syarat itu maka dia bisa bersama putri untuk selama-lamanya.


Maka setelah membaca dua paragraf awal, dia sudah tidak tertarik untuk membaca semua syaratnya.


Andra meletakkannya di atas meja lalu menatap kearah Sarah yang kini menatapnya dengan air mata sudah hampir tumpah dari kelopak matanya yang tak sanggup lagi membendung air mata perempuan itu.


"Hanya itu syaratnya? Aku akan memenuhi semuanya." Ucap Andra membuat Sarah langsung tersenyum dan air mata perempuan itu segera tumpah ruah kala Ia berlari ke arah Andra dan memeluk Andra dengan erat.


Perempuan itu menangis didalam pelukan Andra dengan Andra juga membalas pelukan Sarah.


"Kalau begitu semuanya sudah terselesaikan." Kata Samudra lalu pria itu berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan itu. Sekarang dia bisa tenang.


Setelah memberi beberapa ciuman di puncak kepala Sarah, Andra masih membiarkan Sarah terus memeluknya lalu pria itu meraih dokumen di atas meja dan mengambil pulpen untuk menandatanganinya.


Pria itu bahkan hanya mencari lembar yang akan ditandatangani tanpa sedikitpun curiga pada tebalnya dokumen perjanjian itu.


"Kau tidak berniat membaca syaratnya?" Tanya Angkasa menatap Andra.

__ADS_1


"Tidak ada yang lebih penting daripada Putri." Ucap Andra menorehkan tanda tangannya di atas dokumen lalu mengembalikan dokumen itu ke meja.


Melihat Andra tanpa ragu menandatangani dokumen itu, Angkasa tidak tertarik lagi dengan dokumen itu. Pria itu segera berdiri dan berjalan meninggalkan Sarah dan Andra.


Sebelum menutup pintu kamar, pria itu kembali menoleh pada Andra yang kini kembali mencium puncak kepala Sarah.


"Aku akan selalu mengawasimu." Katanya sebelum menutup pintu lalu meninggalkan kamar itu.


"Ayahmu sungguh baik." Ucap Andra bernafas dengan lega.


"Aku mengantuk, dapatkah kita tidur?" Tanya Sarah.


"Kakimu," Sarah sangat panik berusaha supaya dia diturunkan oleh Andra.


Takut jika luka di kaki pria itu menjadi lebih parah lagi.


Tapi pria itu tidak memperdulikan kakinya, ia berjalan ke ranjang dan membaringkan Sarah di atas tempat tidur lalu ikut berbaring di samping perempuan itu.


"Maafkan aku, maaf," ucapnya memeluk Sarah dan terus mengatakan maaf sepanjang waktu sampai keduanya terlelap.


Keduanya masih tertidur ketika Siro memasuki ruangan untuk mengantar makanan bagi kedua orang itu.

__ADS_1


Ia melihat ke arah ranjang sebelum memberi kode pada pelayan yang ikut bersamanya untuk menata makanan di atas meja makan.


Siro menatap pada dokumen yang tergeletak di atas meja.


'Syarat apa yang diberikan Tuan Angkasa?' gumamnya merasa gatal lalu sekali lagi melihat kearah dua orang yang tertidur di bawah selimut sebelum mengambil dokumen diatas meja.


Pria itu membelalakkan mata ketika membaca rentetan syarat yang diajukan oleh Angkasa.


*Pihak kedua memberikan seluruh kekayaannya pada pihak pertama, termasuk aset, saham, properti, uang tunai, dan apapun yang terdaftar sebagai milik pihak kedua.*


*Pihak kedua akan tunduk di bawah perintah pihak pertama, termasuk perintah yang bisa melukai pihak kedua.*


*Pihak kedua harus membiarkan tubuhnya menjadi tameng untuk pihak pertama ketika pihak pertama berada dalam keadaan darurat. Termasuk memberikan organ-organ tubuhnya ketika pihak pertama memerlukannya.*


*Semua sumber daya yang dimiliki oleh pihak kedua diberikan kepada pihak pertama,,,,*


'Gila!' gumam Siro tak percaya.


@Info.


Gak ada interaksi, otor belum sempat membaca bacotan kalian.

__ADS_1


__ADS_2