Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
90. Sarah dipenuhi kemenangan


__ADS_3

"Mmh,, sayang, ada Siro dan Ana." Sarah berusaha mendorong suaminya saat pria itu dengan tidak tahu malunya menikmati ciuman mereka di depan Siro dan Ana.


Tidak masalah untuk Siro, tapi untuk Ana, gadis itu baru berumur 18 tahun!


Mendengar ucapan istrinya, Andra langsung membebaskan bibir istrinya namun pria itu tidak melepaskan pelukan erat di pinggang Sarah.


"Pergi!" Ucap Andra dengan dingin pada Siro membuat pria itu berbalik membungkuk pada Andra sebelum melihat ke arah Ana.


"Maaf Nona, tap-"


"Tidak perlu menyuruhku!" Kata Ana dengan ketus lalu perempuan itu segera berlari meninggalkan ruang makan diikuti Siro yang juga keluar.


Siro menatap anak yang berlari terburu-buru menaiki tangga.


'Haruskah aku minta maaf padanya? Tapi apa kesalahanku?' Siro kebingungan dalam hatinya karena dia merasa bersalah pada Ana, tapi dia juga tidak mengerti apa yang sudah ia lakukan hingga membuatnya harus merasa bersalah pada Ana.


Jelas-jelas, Andra dan Sarah lah yang telah bersalah pada Gadis remaja itu karena sudah memperlihatkan sesuatu yang tidak baik pada gadis itu.


Sementara di meja makan, begitu pengganggu telah pergi Andra kembali menciumi wajah Sarah.


"Apa kau sudah selesai makan?" Tanya Andra ketika dia mengingat bahwa mereka sedang berada di ruang makan.


"Belum, aku baru akan makan." Jawab Sarah memandangi wajah suaminya dan tangan perempuan itu sangat gatal untuk menyentuh bandana kelinci di atas kepala Andra.

__ADS_1


Senyum perempuan itu langsung mengembang ketika menyentuh telinga kelinci di atas kepala Andra membuat Andra tertular senyum Sarah dan kembali mendaratkan ciuman di bibir istrinya.


"Ayo makan dulu." Ucap Andra nggendong Sarah ke kursi.


Ia mendudukkan Sarah di atas pangkuannya dan mulai menyuapi perempuan itu sambil sesekali menciumi bibir Sarah.


"Apa kau puas aku menggunakan pakaian yang kau siapkan?" Tanya Andra.


Ia sudah melupakan rasa malunya berdiri di depan Siro dengan pakaian memalukan itu.


Karena malu yang ia tanggung di depan bawahannya sepadan dengan senyuman dan kebahagiaan istrinya.


"Mmmh, aku sangat senang. Suamiku terlihat imut." Ucap Sarah memeluk erat Andra dan menggosokkan hidungnya di hidung suaminya.


Andra terkikik melihat kelakuan Sarah, hatinya terasa hangat dan kebahagiaan memenuhi dirinya.


Berada dalam suasana hati yang baik, Andra terus menyuapi istrinya dan sesekali mencium istrinya untuk mengambil sedikit bubur yang berada dalam mulut istrinya.


Keduanya terus bermesraan sampai ketika seorang perempuan tiba-tiba memasuki ruang makan.


Perempuan itu adalah Ririn, dia hendak mengambil buah yang ada di atas meja makan.


Ririn berdiri terpaku dan rahangnya mengeras melihat Andra dan Sarah sedang berciuman.

__ADS_1


"Maaf, tapi bukankah kalian terlalu memalukan melakukan hal seperti itu di tempat umum?" Ucap Ririn dalam kekesalannya.


Hatinya dipenuhi kecemburuan dan kemarahan mendapati sepasang suami istri itu sedang bermesraan di depannya.


"Sayang, aku rasa kita sebaiknya ke kamar." Sarah dengan sengaja melepaskan tangan Andra yang sudah menyusup ke dalam blusnya.


Dengan begitu, tatapan Ririn langsung tertuju pada tangan Andra dan kemarahan semakin membesar di dalam hatinya.


Bisa-bisanya!!


"Ini rumahku, siapa yang melarang kita?" Ucap Andra dengan acuh saat ia kembali menyusupkan tangannya ke dalam blus istrinya dan pria itu kembali menciumi bibir Sarah.


Sarah tersenyum mengabaikan Ririn dan membalas ciuman suaminya sembari mengeratkan pelukannya di leher Andra.


Sarah dipenuhi kemenangan!


Melihat itu, Ririn menjadi geram dan pergi meninggalkan ruang makan.


'Sial!' gerutunya ketika Ririn baru ingat bahwa dia disuruh Dewa mengambil buah.


Kalau dia kembali dengan tangan kosong, pria itu mungkin akan kembali menyiksanya!


@Interaksi

__ADS_1



Otor udah mual melihatnya, sekarang di suruh nulis lagi, biasa muntah darah nanti!


__ADS_2