
Setelah dibantu berdandan dan memilih baju oleh Ana, Sarah membiarkan perempuan itu berkeliling di rumah Andra.
Sementara Sarah duduk di pinggir ranjang, ia begitu greget membayangkan bulan madu mereka.
'Astaga,, apa yang akan terjadi? Keromantisan sepasang suami istri?' gumamnya tersenyum-senyum hampir saja ingin berguling-guling di atas ranjang namun dia tersadar kalau dia sudah menata rambutnya dengan cantik.
'Tapi tunggu, haruskah aku belajar dulu? Mungkin saja nanti akan terjadi adegan ranjang seperti kemarin malam. Kalau begitu, harusnya aku,,' sambil menggigit bibir bawahnya, Sarah meraih ponselnya dan menimbang-nimbang dalam hati.
'Kalau aku tidak berpengalaman di ranjang, Andra tidak akan puas dengan ku.' gumamnya lalu membuka ponselnya untuk menonton film biru.
'Ihh..! Mengapa mereka melak- iuhhh' Sarah menghentikan tontonannya saat adegan pertama yang diperlihatkan adalah posisi 69.
Setelah berpikir-pikir beberapa waktu, ia kemudian memutuskan untuk mencari tips di laman website.
*Hal-hal yang disukai pria di ranjang.* Ketik Sarah di laman pencarian.
"SALAH SATU HAL YANG DISUKAI OLEH PRIA ADALAH BERMAIN KASAR DI ATAS RANJANG"
"POSISI 69 ADALAH SALAH SATU POSISI YANG PALING DISUKAI OLEH PRIA."
__ADS_1
"KEPRIBADIAN PRIA MENENTUKAN POSISI BERCINTA YANG MEREKA SUKAI"
Sarah memperhatikan judul-judul yang disajikan dan akhirnya memilih poin terakhir.
Dengan sangat fokus, Sarah membaca artikel itu dan baru meletakkan ponselnya ketika seseorang memasuki kamarnya.
"Nyonya, Tuan menunggu Nyonya di depan." Ucap Bibi Nia yang membuka pintu kamar Sarah.
Dipergoki saat sedang membaca artikel tentang kegiatan suami istri, pipi Sarah menjadi merah membuat Bibi Nia menjadi salah arti dan tersenyum senyum sambil menatap Sarah.
'Nyonya sedang menonton film uhuk uhuk untuk persiapan bulan madunya.' gumam Bibi Nia.
*Bibi kenapa?* Tanya Sarah sembari berjalan mendekati Bibi Nia yang masih setia berdiri di dekat pintu.
*Bukan Bi!* Jawab Sarah sembari perempuan itu menggembungkempiskan pipinya berharap rona merah di wajahnya segera menghilang.
"Ya sudah, Nyonya cepat temui Tuan." Ucap Bibi Nia masih tersenyum-senyum membuat Sarah menatap sinis pada bibinya sebelum berjalan ke depan rumah.
"Pengantin baru mau bulan madu, semoga saja dengan bulan madu itu mereka berdua kembali ke rumah ini dengan akur." Ucap Bibi Nia memandangi kepergian Sarah.
__ADS_1
Setelah tiba di depan rumah, Sarah melihat Andra sedang duduk menunggu nya dengan pria itu memegang buku yang berisi tulisan Sarah untuk Andra.
'Jadi dia sudah membacanya?' Sarah tersenyum senang karena perempuan itu tidak melihat sobekan pada buku itu sebab Andra meletakkan posisi yang disobek dibagian bawah.
"Apa kau yang menulis surat ini?" Tanya Andra.
"Nngh!" Jawab Sarah dengan semangat.
"Ayo pergi!" Ucapan Andra segera berdiri dan mengingat posisi mobil yang selalu diletakkan di tempat yang sama lalu pria itu segera menaiki mobil meninggalkan Sarah yang tinggal dengan senyum melebar.
'Dia pasti malu karena sudah mengetahui kenyataannya. Sudah kubilang kalau kamu begitu bodoh sudah menyiksaku tempo hari. Sekarang menyesal kan? Kan?' gumam Sarah merasa konyol dengan pria malu malu di dalam mobil.
Ia kemudian menyusul Andra dan perempuan itu duduk di samping Andra sembari menatap wajah Andra yang datar dan terlihat penuh penyesalan.
'Seandainya aku bisa berbicara, aku pasti akan mengatakan kalau aku sudah memaafkanmu dan aku terus mencintaimu selamanya.' Gumam Sarah menghela nafas.
"Jalankan mobilnya." Perintah Andra pada sang supir lalu mobil itu segera meninggalkan kediaman Andra menuju hotel yang telah disiapkan oleh Laila.
@Interaksi
__ADS_1
Sesama pembuat onar jangan saling menghakimi, apa lagi sampai kepikiran mencemari mars dengan dengan kotoran yang sudah mendarah daging di tubuh mahluk bumi eww! Jijik aku jijik..!!!