
"Hh,, h,, h,,,,,, hah....hngggggghhh...!"
Suara seorang Sarah yang berada di atas ranjang karena kenikmatan yang diberikan oleh suaminya.
Sudah beberapa kali Ia melakukan pelepasan namun suaminya sepertinya masih setia bermain tanpa hati.
'Sial..! Suamiku sangat hebat, aku suka ini,,!' gumam perempuan itu dengan mulut terbuka mengeluarkan suara engrangan.
"Bagaimana? Kau masih mau?!!" Tanya sang suami sambil menyengir dengan tatapan kosong.
"Hh,, hh,," Sarah meracau tak jelas membuat Andra yang sedang menggoyangkan pinggulnya semakin semangat menyiksa perempuan di bawahnya.
'Seandainya kau tahu, kalau aku tidak menjerit karena kesakitan, tapi karena menikmati permainanmu, suamiku tercinta,' gumam Sarah di antara racauannya.
"Kenapa? Ingin berhenti?!" Lagi tanya Andra meskipun perempuan di bawahnya adalah perempuan bisu yang tidak bisa menjawabnya.
Tapi ia tetap senang mempermainkan perempuan itu.
Hanya seperti itu saja, setiap malam istrinya hanya bisa meracau tak jelas, dan dia semakin menikmati permainannya karena sekaligus bisa mendapat kenikmatan dari pergulatan mereka, ia juga mendapat kepuasan mendengar jeritan kesakitan istrinya.
Andra terus menghentakkan pinggulnya sampai perempuan di bawahnya akhirnya tidak bersuara lagi, bahkan tidak membuat gerakan apapun lagi.
__ADS_1
"Kau sudah pingsan?" Cibir Andra meraba tubuh Sarah hingga ia menyentuh wajah istrinya.
"Bicaralah!!" Teriaknya pada Sarah.
"Haha,, " Andra tertawa puas lalu kembali menggerakan pinggulnya dengan sangat keras namun tidak mendengar suara apapun lagi dari bibir Sarah.
"Baru segini saja udah pingsan..!" Kembali cibir Andra sembari menggoyangkan pinggulnya sampai Ia mendapat kepuasan penutup lalu meninggalkan tubuh istrinya di atas ranjang.
Pria itu kemudian meraba-raba samping tempat tidur dan mendapatkan tongkatnya lalu berjalan dengan tubuh telanjang ke dalam kamar mandi.
"Sayangku,, maafkan aku,," ucap Andra saat ia sudah lama berdiri di bawah guyuran shower.
Air mata yang keluar dari kelopak matanya bercampur dengan air hangat yang mengalir dari kepalanya.
Gadis biasa berbalut pakaian KW, namun hatinya penuh dengan tekad dan kekuatan yang sangat besar sehingga bisa meluluhkan hati seorang pria dingin seperti Andra.
"Putri, Aku harap kau mendapatkan lelaki yang lebih baik dariku, lelaki yang tidak cacat dan lelaki yang bisa melindungimu lebih baik dari aku." Ucap Andra.
Setelah mandi, Andra mencari sendiri pakaiannya.
Baru saja pria itu memakai baju kaosnya saat tiba-tiba saja ia teringat sesuatu.
__ADS_1
'Angkasa,, mungkinkah dia sudah membunuh putri?' gumamnya menghentikan gerakannya.
Jantungnya berpacu dengan cepat dan kecap ketakutan menyelimuti hatinya saat ia membayangkan Putri kecilnya sudah tiada.
Dengan kemarahan melingkupinya, Andra segera memakai bajunya dan keluar dari ruang ganti menemui Sarah yang masih meringkuk di bawah selimut.
"Perempuan sialan...! Kemari kau..!" Teriak Andra menarik secara lalu naik menindih tubuh secara sembari mencekik leher perempuan itu.
"Katakan..! Katakan apa saja yang sudah dilakukan ayahmu pada Putri?!" Teriak Andra dengan suara yang sangat keras namun dia tersadar bahwa perempuan di bawahnya adalah perempuan cacat yang tidak bisa berbicara.
Pria itu meraba-raba samping tempat tidur dan menemukan ponsel Sarah.
Gunakan ini dan cepat katakan atau hidupmu akan berakhir hari ini juga!" Ucap Andra mengancam Sarah dengan satu tangan pria itu masih setia mencekik leher Sarah.
Dalam sekejap, air mata Sarah mengalir, namun Ia juga sangat bahagia karena ternyata Andra memang benar-benar mencintainya.
Perempuan itu menggunakan tangannya yang tak berdaya karena tenaganya sudah terkuras selepas melakukan olahraga panjang bersama antara.
'Ini kesempatanku, ini kesempatanku mengatakan bahwa Aku adalah Putri!' gumam Sarah dengan sekuat tenaga menggunakan jarinya menekan-nekan layar ponselnya.
@Interaksi
__ADS_1
Kapan ya??? Otor akan menjawabnya begitu otor telah lulus sekolah kedokteran, saat ini blm kepikiran mengambil jurusan kedokteran jadi belum punya ilmu untuk menjawab pertanyaanmu..🤭