
Siro dan Ana segera tiba di kampus, seperti biasa mereka memasuki kelas dan Siro duduk bersama dengan Ana ditambah Kiora yang kini duduk memeluk Ana.
"Syukurlah kau baik-baik saja." Kiora menatap Ana "Katakan padaku, apa yang terjadi kemarin, bagaimana bisa kau berakhir seperti kemarin dan harus dibawa ke rumah sakit? Apa ada yang merundungmu?" Tanya Kiora.
"Uh,, tidak, hanya tidak sengaja terkena air di toilet dan-"
"Jangan berbohong! Mana bisa orang tidak sengaja terkena air di toilet hingga wajahnya menjadi sangat memerah, dan terlebih pakaianmu bahasa semua!
Cepat katakan padaku! Siapa yang sudah merundungmu!?
Aku akan membalaskan dendamu pada mereka!" Kiora berbicara dengan amarah memenuhi seluruh tubuh gadis itu.
Siapa yang berani menindas temannya? Tidak ada jalan keluar untuk mereka, bahkan jika mereka hendak melalui jalan tikus, tidak akan dibiarkan..!
"Kiora, sungguh tidak ada yang merundungku, sekarang kau lihat aku di depanmu, tidak kekurangan satu apapun!" Ana meyakinkan Kiora.
Bisa gawat kalau temannya itu mengetahui apa yang telah terjadi di toilet, pastilah akan terjadi keributan yang sangat besar!
"Benarkah?" Kiora tidak yakin.
"Tentu saja! Kau tahu sendiri, Kak Vira selalu mengikuti kemanapun aku pergi jadi tidak ada kesempatan buat orang lain merundung ku!" Ana penuh percaya diri.
"Uh,, apa kau yakin?"
"Tentus aja!" Jawab Ana.
"Jadi mengawalmu itu ikut masuk ke dalam toilet wanita?" Tanya Kiora.
Siro "..."
Ana "..."
__ADS_1
"Ya sudah, apapun itu tidaklah penting untukku, yang penting sekarang kau baik-baik saja." Kiora menghela nafas lalu Gadis itu kembali memeluk lengan Ana dan mendekatkan bibirnya di telinga Ana "Bagaimana bisa kemarin kau dibawa ke rumah sakit DX? Apakah kau mengenal seseorang disana?" Tanya Kiora.
Ana "..."
Matilah dia, alasan apa yang bisa diberikan untuk temannya ini?
"Hei jawab..!" Kiora mengeraskan suaranya ketika dia melihat Ana hanya diam saja seolah sedang berpikir untuk merencanakan kebohongan.
"Jangan pikir kau bisa berbohong padaku! Jelas kemarin aku sudah melihatmu dilarikan ke rumah sakit DX!
Jadi kau harus mengatakan padaku apa yang sebenarnya terjadi?!" Kiora menatap tajam pada Ana.
Dia tidak akan membiarkan temannya itu mengelak, pokoknya dia harus mendapatkan informasi!
Kalau tidak, dia bisa mati menjadi hantu penasaran karena terlalu penasaran bagaimana seorang gadis yang bersekolah dengan beasiswa bisa masuk dengan begitu mudahnya ke rumah sakit DX!
"Apa?! Gadis miskin dibawa ke rumah sakit DX? Rumah sakit DX yang mana?" Suara Mona tiba-tiba mengejutkan kedua gadis itu membuat Kiora dan Ana segera menoleh pada sumber suara dan melihat 3 gadis sedang berjalan menghampiri mereka.
Kiora "..."
Ana "..."
Siro "..."
Dasar si dodol, jelas saja rumah Sakit DX yang paling terkenal itu!
Tidak ada satupun rumah Sakit lain yang diberikan logo DX selain rumah sakit paling populer di kota FF!
Mendengar kata rumah Sakit DX, semua orang di dalam ruangan itu serentak menoleh pada dua kubu yang sedang berdiri di sisi masing-masing.
Tentu saja setiap kata DX dikota FF akan selalu menarik perhatian semua orang karena mereka tahu bahwa segala sesuatu yang berlogo DX adalah milik orang paling kaya di tempat itu, Dewa!
__ADS_1
"Cih..! Dasar tidak tahu malu, beraninya menguping pembicaraan orang lain!" Kiora mendengus kesal melihat ketiga orang itu, di wajahnya tidak ada sedikitpun niat untuk menjawab pertanyaan Mona.
"Kau..!" Milan sangat geram, ia hendak menyerang Kiora ketika dia ditarik oleh Titin.
"Ada apa?! Jangan menahanku, aku akan memberi pelajaran pada gadis tidak tahu malu itu! Beraninya dia menuduh kita sebagai orang tidak tahu malu!" Geram Milan.
"Diamlah!" Ucap Titin memandang kearah Ana, dia memperhatikan wajah Gadis itu dan tidak ada sedikitpun keanehan pada wajahnya.
Mona memperhatikan tatapan Titin kemudian dia juga teringat akan pembicaraan mereka kemarin malam.
"Hei Ana,, katakan padaku, Kenapa wajahmu baik-baik saja? Bagaimana kau mengobati wajahmu?" Tanya Mona.
"Apa maksud pertanyaanmu itu? Jangan bilang kalian yang sudah berniat untuk melukai wajah Ana?!" Kiora berteriak tapi Gadis itu langsung menoleh ke arah Ana untuk memperhatikan wajahnya dan menyentuhnya untuk memastikannya.
Pantas saja kemarin dia melihat wajah Ana sangat merah, ternyata ketiga gadis sialan itu telah melakukan sesuatu!
"Baik-baik saja? Apa kau merasa sakit?" Tanya Kiora.
"Uh,, aku baik-baik saja! Tapi kalau kau tidak menghentikan gerakan tangan mu wajahku bisa rusak nanti!" Ucap Ana menarik tangan Kiora.
"Oh,, baguslah." Kiora lega.
Milan memperhatikan wajah Ana dan gadis itu kembali teringat bahwa memang ada obat yang bisa menghentikan terjadinya efek buruk pada wajah Ana, dan obat itu hanya bisa didapatkan dari farmasi DX.
Apalagi tadi dia mendengar kedua gadis itu berbicara tentang rumah Sakit DX. Mungkinkah..
Milan menyipitkan matanya "Kau benar-benar pergi ke rumah sakit DX? Rumah Sakit DX yang dibangun untuk para kalangan atas?" Tanyanya pada Ana.
@Info.
Gak ada interaksi, otor sedang liburan..!
__ADS_1