
Saat mobil sudah mulai berjalan, Sarah yang kebingungan bagaimana cara menceritakan pada Andra bahwa dia sudah memaafkan pria itu terus bergelut di dalam hatinya.
Setelah beberapa menit, Sarah mendapat ide yang paling cemerlang lalu perempuan itu bergeser mendekati Andra dan menyelipkan tangannya di lengan Andra lalu menyandarkan kepalanya di bahu Andra.
'Dengan begini, dia bisa tahu kalau aku sudah memaafkannya.' gumam Sarah dengan senyum mengembang.
Sementara Andra yang merasakan tangan Sarah melingkar di lengannya dan kepala perempuan itu bersandar di bahunya, Indra penciumannya juga langsung bekerja mencium aroma memuakkan dari bau parfum milik Sarah.
Namun, aroma lemon dari sabun mandi yang digunakan Sarah membuatnya bergejolak untuk menikmati atau merasa muak.
'Tidak, aku harus menahan nya sampai tiba di kamar hotel karena dari sini Ibu pasti sedang mengawasi ku bersama Ana.' gumam Andra yang tidak mau mengecewakan perasaan ibunya dan juga adiknya.
Pria itu membiarkan Sarah terus bergerak di lengannya sampai mereka tiba di hotel.
Begitu memasuki hotel, mereka langsung disambut oleh sang manager hotel lalu mengantar mereka ke kamar.
"Nyonya Sarah, Ini adalah tongkat yang kami siapkan untuk digunakan oleh Tuan Andra selama berada di hotel ini. Dan juga tolong jangan salah paham terhadap tongkat yang kami berikan ini sebab kami tahu bahwa di rumah dan di kantor Tuan Andra tidak pernah menggunakan tongkat.
__ADS_1
Namun, tongkat ini hanya untuk berjaga-jaga karena hotel ini adalah tempat asing untuk Tuan Andra." Ucap sang manajer hotel menyerahkan sebuah tongkat pada Sarah.
*Tidak masalah, terima kasih atas perhatiannya.* Sarah menjawab dengan gerakan tangannya membuat pria yang sedang berbicara dengan Sarah menjadi sangat terkejut.
'Astaga, pasangan yang begitu malang, yang satu tidak bisa berbicara dan yang lain tidak bisa melihat bagaimana cara mereka berkomunikasi?' gumam sang manager hotel ketika ia kemudian memberi hormat pada Sarah lalu meninggalkan pasangan itu.
Setelah sang manajer pergi, Sarah segera membuka pintu kamar dan menuntun Andra memasuki kamar.
Di dalam kamar, meja makan sudah ditata dengan makan malam romantis, bahkan ada wine yang telah disiapkan.
Sambil tersenyum, Sarah kemudian meraih telapak tangan Andra dan menggunakan jaringan menulis di telapak tangan pria itu.
"Baiklah." Jawab Andra lalu pria itu membiarkan Sarah menariknya dan mendudukkannya di kursi yang telah disediakan.
Sarah duduk dengan senyum mengembang melihat Andra sudah mulai makan. Pria itu makan dengan rapi, bahkan suara piring pun tidak terdengar.
'Aku sangat ingin mengatakan sesuatu, tapi bagaimana cara kami berkomunikasi? Hah,, sebaiknya aku memikirkannya nanti karena aku juga sudah lapar.' Gumam Sarah lalu perempuan itu juga ikut makan.
__ADS_1
Setelah makan malam, beberapa petugas hotel memasuki kamar mereka membereskan piring piring di atas meja.
Andra duduk di atas ranjang dengan tangannya meremas kelopak bunga mawar yang ia raba di atas ranjang.
*Terima kasih atas pelayanan yang memuaskan.* Sarah menggunakan bahasa isyarat berbicara dengan para pelayan dan tak lupa memberi tips pada dua pelayan yang bertugas.
"Terima kasih Nyonya, semoga bulan madu kalian berjalan dengan lancar dan pernikahannya diberkati." Ucap Sang pelayan.
Andra mendengarkan ucapan pelayan itu dan semakin kuat meremas kelopak bunga mawar di tangannya.
'Dasar pelayan bodoh..! Cepatlah pergi dari sini supaya aku bisa bebas!' geram Andra dalam hati karena dia tahu bahwa pelayan itu adalah mata-mata milik ibunya.
Dan terlebih ia sudah tidak sabar menyiksa Sarah si perempuan licik!
@Interaksi
__ADS_1
Sistem MT: Anda tertolak karena Anda belum mandi, bau Anda bisa mengganggu penghuni Mangatoon!