Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
77. Percaya pada Andra


__ADS_3

"Jangan berpikir kau bisa hidup tenang, karena sebentar lagi Andra akan kembali ke pelukanku dan kau akan kembali menderita!" Ucap Ririn membuat Sarah menghentikan langkahnya dan berbalik menatap perempuan menjijikkan itu.


Terlihat senyum mengejek dan penuh cemooh di wajah Sarah membuat Ririn menjadi semakin geram, namun wajahnya menampakan kemenangan yang tiada taranya.


"Kau bisa menggunakan mulutmu untuk mengatakan apapun, tapi sayang sekali kau tidak punya kekuasaan apapun untuk mewujudkan semua kata-katamu.


"Oh, dan satu lagi, perempuan gatal, ah bukan, nenek-nenek tua yang menjadi simpanan pria tua biasanya mati dalam keadaan mengenaskan!" Ucap Sarah tersenyum lalu berbalik meninggalkan Ririn.


'Sarah, awas saja kau!' gumam Ririn memandangi kepergian Sarah dengan penuh kemarahan dan kebencian.


Dia tidak menyangka bahwa perempuan yang dulu dilihatnya sangat polos ternyata memiliki keberanian untuk menggertak nya.


"Sayang, ada apa di sini?" Tanya Dewa saat pria itu keluar dari lift dan menemukan Ririn yang tadi pamit untuk mengambil air putih malah berdiri diam di depan lift.


Mendengar suara Dewa dari belakangnya, Ririn segera mengubah ekspresi wajahnya seperti tidak terjadi apapun dan dia berbalik tersenyum ke arah Dewa.


"Sayang, mengapa kau menyusulku kemari?" Tanya Sarah.


"Aku tidak menyusulmu, aku mau menemui Andra dan mengajaknya pergi memancing." Ucap Dewa.


"Benarkah? Tapi matahari saat ini sangatlah terik bagaimana kalau-"


"Aku tidak mengajakmu, aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama cucuku." Ucap Dewa saat pria itu melangkahkan kakinya menjauhi Ririn.

__ADS_1


'Sial! Aku harus membujuk pria tua itu supaya dia mau mengajakku pergi! Bisa jadi aku punya kesempatan luang untuk berbicara dengan Andra secara pribadi dan kembali menarik perhatiannya.' gumam Ririn segera mengejar Dewa.


Sementara itu, di kamar Angkasa dan Leora Andra sedang berbincang dengan kedua mertuanya saat bel kamar itu berbunyi.


"Berbincanglah, aku akan membuka pintunya." Ucap Leora lalu perempuan itu berdiri membuka pintu kamar dan mendapati Sarah berada di sana.


"Sayang, bukankah kau pergi menemui Ayah Samudra dan Ibu Laila?" Tanya Leora.


"Sudah, Sekarang aku ingin melihat keadaan Ayah. Aku dengar tangannya terluka." Ucap Sarah segera memasuki kamar dan berjalan bersama Leora menghampiri Angkasa.


Angkasa melihat kedatangan putrinya dan tersenyum kearah perempuan itu "Sayang, kau di sin-"


"Mana tangan ayah?!" Ucap Sarah segera duduk di samping Angkasa dan memegang tangan ayahnya.


'Astaga, aku berdosa pada ayahku, aku bahkan tidak memperhatikannya ketika kami sarapan bersama karena terlalu memikirkan ketakutanku kalau Ririn menggoda suamiku,' gumam Sarah dengan rasa bersalahnya.


"Ayah baik-baik saja. Ini hanya luka kecil yang akan segera sembuh." Ucap Angkasa segera melepaskan tangannya dari pegangan Sarah dan mengarahkan tangannya memeluk perempuan itu.


"Kami minta maaf Ayah. Karena aku tangan ayah jadi terluka." Ucap Sarah balas memeluk ayahnya.


"Jangan minta maaf, ayah lah yang salah karena sudah meragukan Andra." Ucap Angkasa.


"Maksud Ayah?" Sarah menatap ayahnya karena dia tidak mengerti, pipinya mulai merona saat memikirkan kejadian kemarin malam.

__ADS_1


Mungkinkah ayahnya?


"Ayah pikir Andra kembali menyakitimu di dalam ruangan itu, jadi ayah bersikeras untuk membuka pintunya." Ucap Angkasa.


"Lalu, lalu bagaimana ayah tahu kalau,, kalau,, kami,, hmm, tidak," Sarah gelagapan, dia begitu malu jika sampai kedok mereka di dalam ruangan santai terbongkar di depan semua orang.


Dia sangat tahu kalau ayahnya tidak akan mempercayai apapun yang tidak dibuktikan dengan mata kepalanya sendiri.


Dan kemarin?


"Aku menelpon Ayah." Andra memotong ucapan istrinya.


"Kapan?" Tanya Sarah menyipitkan matanya dengan wajah merah padam.


"Kau tidak percaya padaku?" Tanya balik Andra.


"Aku percaya!" Langsung jawab Sarah, perempuan itu segera melupakan kecemasannya.


"Baguslah." Ucap Andra tersenyum.


@


__ADS_1


Awas..! Semua mahluk bumi bernama Ririn sedang mengumpulkan kekuatan untuk menyerbu Taiwan dengan penyakit gatal-gatal dari racun ulat bulu...😂😂🤭


__ADS_2