Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
82. Mendapatkan 200 ikan mujair


__ADS_3

Melihat kebingungan kakeknya, akhirnya Andra tertawa.


"Kakek pasti tahu kalau Ririn adalah mantan sekretaris ku. Istriku menyebutnya ulat bulu pincang karena dia sangat kesal dengan hari ini sebab perempuan itu menjadi dalang dari segala masalah rumah tangga kami.


"Dia bahkan membuatku hampir kehilangan istriku untuk selama-lamanya, seandainya hari itu ibuku tidak datang menemuiku dan memaksaku memecat Ririn, maka hari ini mungkin aku sudah gila karena ditinggalkan oleh Sarah." Ucap Andra sembari menahan air matanya.


Dia selalu melemah ketika mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu di mana dia lebih mempercayai orang asing ketimbang keluarganya sendiri dan termasuk orang yang paling ia cintai.


"Aku tahu, itulah sebabnya aku membuatnya menjadi pelacur ku." Jawab Dewa dengan acuh.


"Tapi Kakek! Kau membawanya datang kemari dan melukai hati istriku, aku tidak tenang saat meninggalkan istriku karena Ririn ada di sekitarnya." Ucap Dewa dengan posesifnya.


"Ya, tapi bagaimana lagi, Aku menyukai reaksinya ketika dia sangat marah melihat kalian bermesraan." Ucap Dewa membuat Andra terdiam.


Bagaimana bisa?! Bagaimana bisa kakeknya melakukan hal itu pada mereka?!


Demi kesenangan semata, kakaknya bahkan ingin mengorbankan rumah tangganya?!


Tidak bisa!


"Tapi aku pastikan dia tidak akan macam-macam pada kalian." Ucap Dewa dengan santai sembari memainkan sebuah alat di tangannya sebelum menekan sebuah tombol.

__ADS_1


"Sial!! Ahww! Dasar pria tua bau tanah! Awas saja kau! Setelah Kau kembali memancing ke rumah aku akan memberikan obat tidur supaya tidur sampai tiga hari kedepan!" Teriak seorang perempuan dari benda kecil itu.


Suara itu adalah suara milik Ririn karena perempuan itu telah bangun dan sedang membersihkan diri di kamar mandi namun tubuhnya terasa perih ketika terkena air.


"Kakek, apa kakek menaruh alat penyadap di kamar kakek?" Tanya Andra.


"Bukan di kamar, tapi di tubuh Ririn. Selamanya perempuan itu akan berada dalam awasanku, jadi kamu tidak perlu khawatir kalau dia akan mengganggu hubungan kalian." Ucap Dewa dengan tenang.


Andra menganggukkan kepalanya Dan Dia sudah tenang saat mendengarkan penjelasan Dewa.


Dia masih ingin menanyakan apa alasan sesungguhnya Dewa mau bersama Ririn, tapi itu tidak lah penting, yang penting dia sudah tahu kalau istrinya dan anaknya akan baik-baik saja.


Sebelum berangkat ke negara AF, Siro membuat pengumuman dan menyebarkannya di negara AF bahwa barangsiapa yang berhasil membawa ikan mujair yang masih hidup ke bandara ibukota AF, maka akan mendapat hadiah satu unit mobil untuk 1 ekor ikan.


Hari yang biasa-biasa saja itu langsung menjadi heboh ketika setiap pedagang ikan mujair menutup toko mereka dan menggunakan berlomba-lomba menuju ke bandara ibukota.


"Tenang, tenang,, jangan berdesak-desakan. Semua orang akan mendapat giliran untuk masuk." Para petugas bandara menjadi sangat kewalahan setelah 2 jam dikeluarkannya pengumuman tersebut.


Banyaknya pedagang yang datang membawa ikan mujair yang masih hidup membuat bandara menjadi riuh dan mengganggu aktifitas di tempat tersebut.


Sementara Siro, setelah 1 jam menempuh perjalanan dari AS ke AF, dan menunggu 30 menit di bandara, pria itu tersenyum melihat ikan mujair yang siap di hadapannya.

__ADS_1


"Pilih 200 ikan mujair yang masih hidup dengan kualitas terbaik. 100 ikan betina dan 100 ikan jantan." Perintah Siro pada bawahannya yang ia bawa dari AF untuk memeriksa ikan-ikan yang akan diberikan pada Sarah.


"Baik Tuan." Jawab bawahan Siro lalu pria itu mulai memeriksa ikan yang diletakkan di hadapannya.


"Waktumu 10 menit." Lagi perintah Siro sebelum menoleh pada wakil asistennya.


"Urus hadiah untuk pemilik ikan-ikan itu." Ucap Siro.


"Baik Tuan." Jawab wakil asistennya.


Setelah mengatur semuanya, Siro berbalik meninggalkan tempat itu dan memasuki pesawat jetnya.


Dia masih punya waktu 40 menit untuk sampai di pulau putih dan menyerahkan ikan-ikan itu pada Andra.


'Menjadi asisten jauh lebih sulit daripada menjadi seorang sekretaris.' gumam Siro meratapi nasibnya.


@Interaksi



Kok bisa tahu sih kalo kolor otor udah pada kendur? 😂

__ADS_1


__ADS_2