
Sepanjang jalan, Ana tidak berani mengangkat wajahnya untuk menatap Siro, bahkan untuk membuat suara sedikitpun Ana tidak bisa melakukannya.
Gadis itu berada dalam keadaan malu, dan tidak ada satu pun obat yang bisa menghilangkan rasa malu!
Seorang gadis perawan berani mencium seorang pria, lebih parahnya lagi, pria tersebut bersikap seolah-olah tidak terjadi apapun!
Situasi seperti ini jauh lebih memalukan bagi Ana ketimbang Siro mengakuinya!
Waktu telah berlalu dan mobil berhenti disebuah kafetaria.
"Tuan, ini pesananya." Seorang pelayan langsung menghampiri mobil dan memberikan 2 bungkus pesanan Siro.
Siro menyerahkan uang tunai pada pelayan itu lalu menutup jendela.
Aroma makanan Langsung memenuhi seluruh ruangan mobil menarik perhatian Ana dan tanpa sengaja perutnya berbunyi.
Memalukan!
"Nona Muda, masih ada waktu 3 menit, silakan nikmati sarapan ini." Ucap Siro menyerahkan salah satu bungkusan makanan yang ia pesan.
"Terima kasih," Ana mengambil bungkusan itu tanpa berani mengangkat wajahnya dan suaranya begitu pelan hingga terdengar seperti gumaman untuk dirinya sendiri.
"Sama-sama Nona." Ucap Shiro lalu pria itu juga mengambil satu bungkusan dan membukanya untuk dirinya sendiri.
Sembari mengendara, Siro menikmati sandwich yang ia pesan dan wajah pria itu terlihat datar, tidak ada ekspresi apapun di sana selain pipinya yang sesekali menggembung karena mengunyah sarapannya.
Ana memperhatikan wajah Siro lewat spion dan merasa semakin kacau di dalam hatinya.
__ADS_1
Pada akhirnya, Ana tidak berani menyentuh sarapannya hingga mobil berhenti di kampus.
Gadis itu segera turun dan berlari ke arah kelas.
Siro mematikan mesin kendaraan lalu menyusul Ana di belakang, mereka segera masuk ke dalam kelas dan tepat sekali, baru saja keduanya duduk saat dosen pengampu mata kuliah sudah membuka pintu.
"Apa yang kau bawa?" Kiora mencondongkan wajahnya kearah bungkusan yang dipegang Ana dan berbisik pelan mencegah siapapun mendengarkan percakapan mereka.
"Kelas dimulai!" Ana menjawab dengan suara yang tak kalah pelannya lalu menyisihkan bungkusan kertas itu ke sampingnya lalu mulai membuka tasnya.
Begitu mengangkat wajahnya untuk meletakkan buku di atas meja, Kiora melototkan matanya melihat penampakan mata panda milik Ana.
"Astaga! Matamu! Apa yang kau lakukan semalam hingga mendapatkan mata seperti ini?!" Tanya Kiora memegang wajah Ana.
Ana "..."
Apa yang dilakukannya kemarin? Hanya sebuah ciuman dan dia tidak bisa tidur sepanjang malam!
"Katakan! Apa kau sudah punya kekasih? Apa semalaman kau,, astaga! Kemarin siang kau sedang sakit, tapi masih bisa melanjutkan malammu dengan,,"
"Jika ingin bercerita silakan keluar dari kelas saya!" Dosen memotong ucapan Kiora.
Siro dan Ana "..."
"Maaf Pak." Kiora langsung menarik tangannya dan segera menyiapkan buku-bukunya.
Semua orang di dalam kelas memperhatikan dua orang itu, tapi semua perempuan hanya mendengus jijik melihat kelakuan Kiora dan Ana.
__ADS_1
Lagi, ketika mereka melihat Shiro kembali duduk bersama Ana dan Kiora membuat mereka satu persatu mulai menumbuhkan rasa cemburunya.
"Dasar wanita penggoda! Masih berani saja duduk bersama pria tampan milik Titin kita!" Milan mendengus kesal.
"Aku kasihan melihat mata Ana, wajah cantiknya tercoreng oleh lingkaran hitam di bawah matanya. Sayang sekali,," Mona ikut berbicara sembari memperlihatkan wajah kasihannya.
Titin dan Milan "..."
Mereka tahu jika Mona sangat menjunjung tinggi kecantikan, tapi bisakah gadis itu sedikit tahu keadaan.
Jelas Ana adalah musuh mereka! Maka sudah sepantasnya kalau mereka berbahagia jika gadis itu berada dalam keadaan buruk!
"Titin, jangan dengarkan Mona, mana ada gadis miskin yang cantik?! Ck,, bahkan wajahnya tidak bisa dibandingkan dengan kecantikan dan kesempurnaan wajahmu." Milan menghibur Titin.
"Tapi aku tidak berpikir begitu, menurutku wajah Ana jauh leb,, mmh!!" Suara Mona tenggelam dalam dekapan Milan pada mulutnya.
Brak!!!!
"Kalain berdua! Keluar dari kelas ini!" Keduanya menghentikan pergulatannya ketika dosen ternyata sudah berada di depan mereka sembari menggebrak meja mereka.
"Maaf Pak kam-"
"Keluar..!"
Milan dan Mona "..."
@Interaksi
__ADS_1
Semuanya bisa terkabul jika kamu tidur dan bermimpi...!