
Pulau putih.
"Selamat datang," ucap Laila menyambut kedatangan keluarga Angkasa di pulau milik Ayah dan Ibunya.
"Selamat datang..!" Ana berlari ke arah rombongan yang datang sembari membawa rangkaian bunga yang ia buat bersama Laila.
Laila memakaikan rangkaian bunga pada setiap orang lalu semuanya masuk ke dalam mansion putih.
"Sayang, bagaimana perjalanan mu ke sini?" Tanya Laila pada Sarah.
"Melelahkan, tapi aku senang bisa tiba di sini dengan selamat dan berjumpa bersama ibu dan Ana." Ucap Sarah memeluk Laila.
"Baguslah, ibu senang kalian datang kemari. Oya, Ibu sudah menyiapkan kamar tamu untuk kalian. Kalian boleh beristirahat dulu. Untuk pengobatan Sarah bisa kita bicarakan nanti setelah lelah kalian sudah hilang." Ucap Laila.
"Terima kasih Laila, kalau begitu kami kan istirahat, terutama Sarah dia harus banyak beristirahat supaya pengobatannya berjalan dengan lancar." Ucapkan Leora lalu semua orang dimasuki kamar kecuali Angkasa di mana pria itu masih tetap tinggal bersama Laila.
Ana, perempuan itu sudah berlalu ke dapur karena dia bersama para pelayan hendak menyiapkan makan malam.
__ADS_1
"Besan, pertama-tama aku mewakili keluargaku meminta maaf sebesar-besarnya karena sudah lalai membiarkan Sarah terluka." Ucap Laila dengan tulus.
"Itu memang kesalahan besar yang tidak bisa dimaafkan. Seandainya dulu aku tidak pernah mengalami hal yang sama, aku tidak akan pernah memaklumi masalah ini. Tapi demi kebahagiaan putriku, Aku akan melakukan apapun, terlebih dia sedang mengandung." Ucap Angkasa.
"Terima kasih banyak. Suami saya juga berpesan supaya saya mengatakan pada kalian bahwa kami tidak keberatan jika Andra mendapat hukuman apapun dari Sarah. Karena sudah sepantasnya dia mendapatkan hukuman itu.
"Jujur, kami juga merasa sangat terluka ketika mengetahui perbuatan Putra kami." Ucap Laila penuh penyesalan.
Ia menyesal telah membiarkan pernikahan itu, mungkin memang lebih baik ketika dulunya mereka menunda pernikahan itu sampai keduanya sembuh.
"Itulah yang ingin kubicarakan, meski aku bisa memaafkannya, tetapi dia terlalu mudah dimaafkan. Aku berharap kejadian ini menjadi pelajaran besar untuknya supaya di kemudian hari dia tidak berani lagi melukai putriku.
Pokoknya, tidak ada seorangpun yang boleh menganggap enteng keluarganya.
Siapapun yang berani berurusan dengan keluarganya tidak bisa dimaafkan begitu saja, apalagi dibiarkan!
Apalagi saat orang itu sudah berani menyentuh dan melukai putrinya!
__ADS_1
"Kami mengerti, itulah sebabnya kami tidak akan melarang apapun yang kalian lakukan pada putra kami asal tidak membuatnya berpisah dengan Sarah." Ucap Laila yang sangat mengerti perasaan keluarga Sarah.
Setelah percakapan Laila dan Angkasa selesai, Laila segera menghubungi suaminya dan memberitakan kabar itu pada Samudra.
"Baguslah, aku akan menyelesaikan masalah di sini dengan cepat lalu menyusul kalian ke situ." Ucap Samudra dari seberang telpon.
"Baiklah, ingat untuk menjaga kesehatan mu dan jangan lupa mengkonsumsi semua vitamin yang kutinggalkan." Ucap Laila pada suaminya lalu mengakhiri panggilan itu.
Baru saja Laila mengakhiri panggilan itu ketika ponselnya kembali berdering memperlihatkan nama Petugas Sem.
Laila langsung menebak bahwa putranya telah tiba di bandara.
Dia tidak bisa membiarkan Andra tiba di mansion sebelum semua orang selesai beristirahat, atau akan terjadi kekacauan antara menantu dan mertua.
@Interaksi
__ADS_1
Coba tanyakan sama rumput yang bergoyang 🤭