
"Wohhh,,, pantainya benar-benar indah, dan kita akan menginap di sini selama 2 hari!" Kiora melompat dari atas mobil dan melihat pemandangan yang begitu indah di depan matanya.
"Benar, pantai ini memang indah tapi tidak seindah pantai di pulau putih." Ana mendesah disamping Kiora. Dia merindukan pulau putih.
"Eh, pulau putih? Dimana itu? Apakah benar-benar indah? Kapan-kapan ayo pergi ke sana!" Kiora langsung memperlihatkan tatapan memelasnya pada Ana membuat Siro yang berdiri memayungi Ana mengerutkan keningnya.
"Ya pulau putih ada di,,"
"Ada di dalam dongeng!" Siro menyelah ucapan Ana membuat Ana tersadar bahwa dia Hampir saja mengatakan sesuatu yang seharusnya bersifat rahasia!
"Apa sih!" Kiora menggerutu dengan kesal "Ana, ayo kita mengobrol di sana sembari menunggu orang-orang menurunkan barang. Aku tidak menyukai kalau Siro terus menguping pembicaraan kita." Kiora menarik Ana menjauh dari Siro meski pria itu terus mengikuti Ana dan memayungi gadis itu.
Titin dan kedua temanya yang menyaksikan adegan itu hanya bisa mendengus kesal.
__ADS_1
"Dia benar-benar ingin pamer pada semua orang makanya dia menyuruh pengawalnya terus memayunginya!" Titin mendesah dengan kesal.
"Titin tenang saja,, malam nanti akan menjadi malam terakhir dia memamerkan segala-gala yang ia miliki. Setelah itu, dia tidak akan memiliki wajah untuk menginjakkan kakinya di kampus!" Ucap Milan.
"Dia masih akan tetap memiliki wajah tapi dia tidak punya keberanian!" Mona memperbaiki ucapan Milan.
"Benar! Tidak punya keberanian!" Milan mengikut saja dengan apa yang dikatakan Mona, tidak ada gunanya berdebat dengan teman mereka yang sedikit dodol itu.
"Jadi dia orangnya, gadis yang terus-menerus mengejar Caludio? Astaga,, aku akan mengajarinya dengan benar!" Gadis berambut coklat yang merupakan senior mereka dan sekaligus gadis yang telah dipermalukan oleh Siro berbicara di samping Mona.
"Siapa lagi?! Aku adalah orang yang paling berkuasa di kampus, dan lebih lagi pria di samping gadis sialan itu sudah mempermalukanku di kantin. Jadi aku akan membalas mereka berdua!" Ucap Anastasia penuh kepercayaan!
"Oh,, tapi apa Kak Anastasia bisa melakukannya? Aku ragu, bukannya mereka yang Kak Anastasia permalukan, tapi Kak Anastasia lah yang akan kembali dipermalukan seperti kejadian di kantin!" Ucap Mona bersama wajah dan suaranya yang polos.
__ADS_1
"Mona menyingkir!" Milan langsung menyenggol Mona ke samping ketika dia melihat aura kemarahan di raut wajah Anastasia.
"Kak Anastasia maaf, temanku ini hanya bercanda. Justru kami dengan senang hati membantu Kak Anastasia melakukan apapun yang Kak Anastasia lakukan pada mereka. Bukan begitu Mona!" Milan melototi Mona.
'Sebaiknya kau bekerja sama atau aku juga lah yang akan menendangmu ke tengah laut supaya menjadi makanan ikan teri!' Batin Milan dengan wajah mengancam.
"Uh,, ya ya ya, apa pun yang dikatakan Titin dan Milan, aku pasti menurutinya!" Jawab Mona meski dia sendiri pun tidak mengerti mengapa Titin dan Milan mau bekerja sama dengan Anastasia di senior yang sok!
Anastasia langsung tersenyum "Bagus, kalau begitu kalian bantu para mahasiswa lain untuk memindahkan barang, aku akan pergi mencari Claudio!" Anastasia kemudian melenggang pergi meninggalkan ketiga orang yang menatapnya dengan kesal.
"Haisss!! Seandainya kita tidak akan memanfaatkannya, aku sudah membungkam mulutnya yang songong itu! Dia pikir dirinya cukup pantas untuk kak Claudio?! Hanya gadis dari keluarga yang tidak cukup kaya!" Milan mendengus kesal sebelum dia berbalik menatap Titin "Titin, kamu tenang saja, bahkan jika dia menambah kecantikannya 10 kali lipat lagi dia masih tidak bisa menyamai kecantikanmu, dan aku yakin kalau Kak Claudio tidak akan pernah mau melirik gadis jelek seperti dia!" Katanya.
"Aku tahu," jawab Titin di mana matanya masih enggan berpaling dari Anastasia yang kini berjalan ke arah Claudio yang duduk memegang tasnya.
__ADS_1
'Lihat saja, malam nanti bukan hanya Ana yang akan disingkirkan tapi kau juga akan ku singkirkan!' Batin Titin dengan senyum mengejek.