Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
9. Andra pria berhati sempit


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan pada rumahku?! Hah?! Di mana semua pakaianku di dalam lemari?!" Teriak Andra karena pria itu terpaksa memakai piyama seadanya karena dia tidak menemukan di mana piyama miliknya.


Dan dia sendiri bisa membayangkan betapa kecilnya piyama itu di tubuhnya dan terlebih adik kecilnya yang menegang itu,,, pastilah sudah menghibur mata perempuan picik di depannya.


'Jadi dia tidak menemukan pakaiannya makanya dia menggunakan piyamaku? Tapi bukankah handuk jauh lebih baik?' gumam Sarah menatap ke posisi adik kecil pria itu dan menemukan sesuatu yang mencuat dari sana membuat pipinya memerah.


Tapi dengan segera ia mengabaikannya saat Andra mendekatinya dan langsung memegangi kepalanya.


"Cepat bangkit dan tunjukkan pakaianku!!!" Teriak Andra menarik rambut panjang Sarah ke atas.


"Nngghhh!! Jerit Sarah menahan kesakitannya karena tangannya masih terikat di keran.


"Kau tidak mau?!" Andra kembali meneriaki Sarah karena mengira perempuan itu menahan nya dengan kekuatan.


"Nggh..! Mmmhh!!!" Lagi engrang Sarah.


'Kau mengikat tanganku! Dasar Andra Bodoh..!' jerit Sarah dalam hati sembari menahan rasa sakitnya.


"Kau tidak mau pergi?!" Teriak Andra menambah kekuatan tarikan nya pada rambut Sarah hingga rambut perempuan itu beberapa helai tercabut dari kulit kepalanya.


'Sial..!'


Barulah saat itu Andra mengingat kalau dia telah mengikat perempuan itu di bath up.


"Perempuan cacat merepotkan..!" Geram Andra kembali meraba tangan Sarah di belakang lalu membuka ikatannya.


Pria itu tidak mau kecolongan lagi menyentuh sesuatu yang aneh pada tubuh Sarah, jadi dengan cepat ia kembali menarik rambut secara dan membawa perempuan itu keluar dari bath up.


Tapi baru saja dia menarik Sarah ketika perempuan itu tersungkur ke lantai karena kakinya yang terikat.


"Dasar lemah! Cepat berdiri sialan..!" Bentak Andra masih setia menarik rambut Sarah.

__ADS_1


"Mmh..! Mmh..!" Isak Sarah menggoyangkan kakinya dengan lemah.


Lututnya seolah berpisah dengan tubuhnya karena terbentur di lantai hingga menyebabkan rasa sakit yang amat dalam.


Andra menggertakkan giginya dan menutup matanya.


'Kenapa aku sendiri yang repot dengan perempuan ini?' gumam Andra kembali mengingat apa yang salah dengan Sarah.


Setelah mengingatnya, Andra menendang tubuh Sarah.


"Apa ini kakimu?" Tanyanya.


"Mmh!!"


'Bukan..!' jerit Sarah dalam hati. Itu perutnya..!


"Apa ini?" Lagi tanya Andra memindahkan kakinya.


"Mm mm..!" Jawab Sarah lalu Andra segera berlutut membuka ikatan kaki Sarah.


Air yang menetes dari tubuh Sarah membasahi lantai yang mereka lalui dengan kaki Sarah yang terlihat pucat karena lama berendam di air.


'Ini dingin...! Andra, kenapa kau berubah jadi pria kejam begini?!' gumam Sarah menangis tidak mengerti.


Dulunya dia mengenal Andra sebagai pria yang lembut dan sangat menyayanginya, tapi tidak menyangka bahwa pada perempuan lain, pria itu ternyata sangat kasar dan berhati sempit.


Terus melangkahkan kakinya dengan gemetaran, mereka akhirnya tiba di ruang ganti.


Andra mendorong ke arah ke sudut dinding "Cepat..! Ambilkan bajuku..!" Teriak Andra.


"Mm..!" Jawab Sarah lalu perempuan itu berjalan ke ruang di sebelahnya dan dengan tangan yang masih terikat perempuan itu berusaha membuka lemari Andra dan mendapatkan sebuah piyama.

__ADS_1


'Ini memalukan,,! Kalau sampai ayah mengetahui dia memperlakukanku seperti ini, Ayah mungkin akan membunuhnya.' gumam Sarah sambil meneteskan air matanya meratapi keadaannya.


"Mmmh!" Ucap Sarah memberikan piyama milik Andra sembari membelakangi pria itu karena tangannya masih terikat.


"Ambilkan pakaian dalamku juga!" Lagi ucap Andra.


Kembali berjalan ke ruang sebelah, Sarah membuka sebuah laci dan menemukan tumpukan pakaian dalam pria di dalam laci itu, Sarah kemudian tersenyum.


'Ahh, ini benar-benar memalukan. Tapi ini 'kan milik suamiku juga,' gumamnya menyunggingkan sudut bibirnya sembari mengambil satu dalaman dari dalamnya lalu kembali menghampiri Andra.


Begitu melihat Andra, Sarah melototkan matanya.


Andra sedang berada dalam keadaan tanpa busana karena pria itu melepas piyamanya dan menggunakan piyama miliknya sendiri.


Tapi,, tombak di bagian bawa tubuh Andra,,,!


Pipi Sarah memerah saat perempuan itu terdiam dengan mulut terbuka.


"Cepat berikan celanaku!" Teriak Andra ketika ia selesai memakai baju lalu Sarah segera berjalan ke pria itu.


"Mmmh!" Sarah memberikan pakaian dalam Andra.


Mengambil dengan kasar, Andra kemudian memakai celananya lalu pria itu pergi tanpa mengatakan apapun lagi.


Sarah berbalik ke arah cermin dan melihat tubuhnya sudah mulai membiru dengan tubuh yang gemetaran dan terasa sangat dingin.


Ia kemudian berjalan ke laci mengambil gunting dan berusaha melepaskan ikatan di tangannya.


'Andra, kau akan menyesal karena sudah melakukan ini padaku..!' gumam Sarah menitikkan air matanya.


@Interaksi

__ADS_1



Trus kenapa? Kalo gak suka ya silahkan ganti nama, jangan protes nama di novel sultan..! 👀😂😂😜✌️


__ADS_2