Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
18. Mengerjai Ulet Bulu


__ADS_3

Andra keluar dari kamarnya setelah mendengar suara ketukan pintu.


"Tuan, Maaf mengganggu Tuan yang hendak beristirahat, tapi di lantai 1 di semua kamar yang saya periksa tidak ada satupun kamar yang yang dilengkapi perabotan." Ucap Ririn.


"Gunakan kamar di samping kamarku." Ucap Andra membuat Sarah melototkan matanya.


Satu-satunya kamar di samping kamar Andra adalah kamar yang Sarah tempati sekarang!


"Baik Tuan." Jawab Ririn lalu perempuan itu menarik koper besarnya ke arah kamar Sarah.


Sarah langsung menghalangi perempuan itu.


Dari balik pintu yang sedikit terbuka, Ririn dapat melihat meja rias di dalam kamar itu dipenuhi oleh make up.


Pemandangan itu langsung membuat Ririn tersenyum lalu berbalik memandang Andra yang hendak kembali ke dalam kamarnya.


"Maaf Tuan, tapi kamar di samping kamar Tuan adalah kamar milik Nyonya Sarah, dan saya tidak mungkin berbagi kamar dengan istri tuan." Ucap Ririn.


"Biarkan dia tidur di sofa." Jawab Andra.


"Nggh? Mmh!!" Sarah langsung berlari ke arah Andra, tapi perempuan itu belum mencapai pintu kamar ketika pintu kamar sudah ditutup dan dikunci dari dalam.

__ADS_1


Brak-barak brak..


"Ngghh!!! Nghhnnn!!!"


Sarah menggedor-gedor pintu kamar milik Andra membuat Ririn tersenyum.


'Jadi, selain perempuan itu tidak tinggal satu kamar dengan Andra, sekarang dia juga harus tidur di sofa! Sungguh menyenangkan...!' gumam Ririn penuh kepuasan lalu memasuki kamar barunya.


Mendengar pintu kamar ditutup, Sarah menghentikan gerakannya dan menatap pintu kamar yang Rima masuki.


'Kena kau..! Dasar ulet bodoh!' gumam Sarah tersenyum senang lalu perempuan itu segera meninggalkan lantai 2.


"Lho, Nyonya!" Bibi Nia sangat terkejut saat melihat Sarah tiba-tiba muncul di depan pintu kamarnya.


Meskipun hanya pembantu, tetapi keluarga Anderson selalu memperlakukan orang-orang mereka dengan sangat baik dimana kamar untuk Bibi Nia juga tidak kalah mewah dari kamar hotel bintang 5.


Sementara di lantai dua, Ririn yang baru saja memasuki kamar sedang tersenyum puas atas kemenangannya.


"Pasti, sekarang perempuan itu sedang menangis darah karena harus menerima kenyataan Aku tinggal di rumahnya, dan bahkan sampai mengambil-alih kamarnya!" Ucap Ririn menarik kopernya dan segera melemparkan tubuhnya ke atas ranjang.


"Kamar ini milikku! Perlahan tapi pasti, aku bisa mendapatkan Andra. Pertama tinggal dulu di rumahnya, tidur bersampingan dengannya, lalu akhirnya,, haha...." Ririn berguling-guling di atas tempat tidur karena merasa sangat senang.

__ADS_1


Selama 1 jam, Ririn menggunakan waktunya menghayal dan 30 menit digunakannya untuk membereskan barang-barang Sarah ke dalam tempat sampah.


Tepat pada pukul jam 10 malam, Sarah meninggalkan kamar Bibi Nia dan naik ke lantai 2 dengan kunci serep di tangannya.


'Untung aku pintar!' gumam Sarah pada dirinya sendiri memandangi kunci serep di tangannya.


Tapi baru saja dia akan membuka pintu kamar Andra saat melihat barang-barangnya berserakan di lantai.


'Dasar ulat bulu sialan! Ckk,, aku tidak mungkin memakai ulang barang-barangku yang sudah disentuh oleh binatang menjijikkan itu!' gumam Sarah dengan pasrah.


Sarah hendak membuka pintu kamar Andra ketika ia teringat akan sesuatu.


'Sepertinya, sebelum menemui Andra aku harus memberi pelajaran pada Ririn!' gumam Sarah segera mencari sesuatu diantara barang-barang yang telah disingkirkan oleh Ririn.


Setelah menemukan sebuah botol kecil berisi cairan bening, Sarah tersenyum mendekati pintu kamar Ririn.


'Waktunya beraksi!' Gumam Sarah tersenyum.


@Interaksi


__ADS_1


Wkwkw,, betapa ngakaknya membaca komenan kalian wahai para mahluk bumi..!


Oya, tapi kalo otor nulis adegan apalah namanya itu,, biasa ajah sih, cuma kalo baca buku biru mah hehe,, jangan ditanya lagi..!🤭


__ADS_2