
'Hmm,, mungkinkah apa yang di dalam film itu benar-benar kenyataan dan saat ini, aku sedang berhadapan dengan salah satu pengawal aneh itu!' gumam Kiora.
"Kak Siro, aku ingin bertanya sesuatu." Tiba-tiba kata Kiora sembari menyipitkan matanya meniti ekspresi yang terpatri di wajah Siro.
Dan sesuai dugaannya, pria itu benar-benar datar, tidak ada ekspresi apapun bahkan ketika Siro menatapnya kembali.
"Apakah Kak Siro pernah mengenal perempuan?" Tanya Kiora dengan hati-hati.
Siro menatap pada Ana, apakah Ana membolehkannya menjawab pertanyaan itu atau tidak?
"Hei, apa yang kau lakukan? Kenapa malah melihat Ana?!" Kiora tidak puas.
"Apakah Nona memperbolehkan saya menjawab pertanyaannya?" Siro bertanya pada Ana.
Kiora "..."
Ana "..."
Keduanya tercengang, tidak menyangka bahwa hanya untuk menjawab pertanyaan sederhana Siro harus meminta izin dulu pada Ana.
"Uh, Kak Siro, itu terserah padamu, tidak ada hubungannya denganku." Ana menunduk dengan wajah memerah nya, dia begitu malu berhadapan dengan Siro, entah kenapa, tapi dalam hatinya sedang tumbuh perasaan senang karena apa yang dikatakan Kiora ketika mereka berjalan ke kantin.
Tapi gadis polos itu juga begitu malu untuk menghadapi pria yang menyukainya.
Bagaimanapun, itu adalah kali pertamanya ada pria yang menyukainya, dan lebih canggungnya lagi bahwa dia juga menyukainya.
Apa lagi, mereka berdua sudah pernah berciuman! Dan ciuman itu adalah ciuman pertamanya...!!!
__ADS_1
"Baik." Jawab Siro setelah pria itu lama terdiam memandangi Ana yang terus menunduk di depannya.
"Jadi Kak Siro, apa jawabannya?" Kiora kembali bertanya sembari memperlihatkan wajah penasarannya.
"Maaf Nona, tapi saya tidak suka berbagi informasi dengan orang asing." Jawab Siro dengan santai lalu pria itu dengan tenang kembali menyantap makanan di depannya.
Ana "..."
Kiora "..."
Orang asing?!
Sudah berapa lama mereka bersama, bahkan ini hanya pertanyaan palingggggg sederhana!
Sederhana..!!!!
"Tapi saya tidak pernah menganggap Nona sebagai orang yang saya kenal." Selah Siro.
Ana "..."
Kiora "..."
Pria ini! Pria ini benar-benar kejam!
Setelah mereka sudah bersama selama beberapa waktu, pria itu bahkan tidak menganggapnya sebagai orang yang ia kenal?!
"Dasar pria kurang pergaulan! Lihat saja nanti! Aku akan membuatmu memohon padaku supaya mau menjadi temanku!" Geram Kiora merasa sangat kesal pada pria di depannya.
__ADS_1
Harga dirinya sebagai seorang Kiora telah tercoreng karena diabaikan oleh salah satu pria yang sudah bersamanya selama beberapa waktu terakhir.
Tapi apa yang terjadi, setelah bentakan Kiora, pria didepannya tidak menampakan emosi apapun, tetap saja datar dan menikmati makanannya seolah tidak terjadi apapun.
Grrr!
Kiora menghela nafas lalu mendekatkan tubuhnya ke arah Ana.
"Suruh pengawal sialanmu ini menjauh dari kita. Aku ingin membahas hal pribadi denganmu." Bisik Kiora pada Ana.
Ana mengangkat wajahnya dan menatap Kiora bergantian dengan Siro.
"Apa yang ingin kau bicarakan? Tanya Ana dengan suara yang pelan.
"Aku bilang ini sesuatu yang rahasia, kalau pengawalmu itu masih ada di depan kita, bagaimana aku mengatakannya?" Kiora berbicara sembari menatap sinis pada Siro. Mulai hari ini, pria itu tidak akan berada dalam kamus pertemanannya!
"Oh,," Ana kemudian menatap Siro "Kak Siro, dapatkah kau meninggalkan kami sebentar? Aku dan Kiora ingin membahas sesuatu yang rahasia." Ucap Ana.
Siro mengangkat wajahnya dan dengan tatapan datarnya ia menjawab "Baik Nona." Pria itu langsung berdiri dan mengambil posisi yang agak jauhan dari mereka.
"Begitu saja? Ck,, ck,, dia benar-benar penurut pada orang yang ia sukai!" Kiora mengucapkan pendapatnya.
@Interaksi
Mereka berdua 'kan kembaran otor, kembar 3 sama-sama polos 🤫🤫
__ADS_1