
Sarah baru saja selesai mandi ketika Andra memasuki kamar mereka.
Perempuan yang hanya berbalut dengan handuk kecil melingkar di dada sampai ke pahanya langsung merona melihat Andra memasuki kamar.
'Sarah tenang, pria itu juga tidak bisa melihatmu dalam keadaan seperti ini.' Sarah menenangkan diri sembari memegang erat handuknya seolah perempuan itu sangat takut kalau tiba-tiba handuknya terjatuh.
"Kau, mendekat kemari!" Ucap Andra yang menyadari dan bisa merasakan kehadiran Sara di kamar itu.
'Bagaimana ini?' Sarah kebingungan.
"1! 2!" Andra menghentikan hitungannya saat merasakan Sara berjalan kearahnya.
Aroma lemon dari sabun yang digunakan Sarah langsung menyeruak di hidung pria itu membuat Andra terlena sejenak dan sedikit meredahkan emosinya.
Putri juga menyukai sabun beraroma lemon.
Tapi ketika dia kembali mengingat siapa perempuan yang ada di hadapannya itu, dia kembali mengerang dan mengulurkan tangannya sembarang arah ke arah Andra.
'Apa yang-'
"Ngghh!!!" Sarah mudur dengan panik berusaha menghindari pria itu saat Andra malah menarik handuknya.
"Perempuan murahan! Jadi kamu berusaha menggodaku?!" Andra berteriak keras dan mendorong Sarah sampai perempuan itu terjatuh ke lantai dengan handuk yang telah berantakan.
Tidak tinggal diam, Andra Langsung mendekati perempuan itu dan meraba tubuh Sarah hingga mencekik leher Sarah.
__ADS_1
'Sayang tolong, jangan..!'
"Ngghhh!!!" Sarah meneteskan air matanya dan berusaha melepaskan tangan Andra dari tubuhnya.
Namun bagaimanapun ia berusaha, tenaga Andra jauh lebih kuat darinya.
"Ngghhh...! Nngghhhh...!"
'Sakit sayang..!'
"Kau dengar,, dasar perempuan bisu...! Jangan harap aku mau menyentuhmu apalagi tergoda dengan tubuh menjijikkanmu!" Teriak Andra mengeratkan cekikan di leher Sarah hingga perempuan itu tidak bisa lagi bernafas.
"Diam? Haha,, ini baru permulaan!" Ucap Andra lalu melepaskan cekikan nya dan menarik lengan perempuan itu hingga handuk Sara yang semula telah berantakan kini terlepas dari tubuhnya.
"Ngghhh!! Hikss,," Sarah mengerang dan menangis sejadi-jadinya saat ia dilemparkan ke atas ranjang.
"Ngghh!!!"
'Sayang kumohon jangan..!'
"Diam kau! Dasar berisik..!" Teriak Andra melepaskan dasinya dan menggunakan dasi itu mengikat tangan Sarah.
Kaki Sara meronta-ronta berusaha menendang pria itu, namun dalam detik berikutnya kakinya ikut dikunci oleh Andra menggunakan sebelah kakinya.
"Ngghh...! Ngghh...!!" Sarah terus menjerit sembari menangis dengan keras saat kesakitan menjalari kaki dan tangannya dan rasa malunya membayangkan pria itu sedang menyiksanya dalam keadaan telanjang.
__ADS_1
Selesai menyikat tangan Sarah, Andra kemudian meraih ikat pinggangnya lalu melepaskannya dan menggunakannya mengikat kaki Sarah.
"Hmm, percuma kau meronta. Kau tidak akan bisa lepas dariku, dan percuma juga kau menggodaku dengan tubuh telanjang itu karena aku sama sekali tidak tertarik denganmu!" Ucap Andra meski dia bisa merasakan adik kecilnya sudah menegang di balik celananya.
Ia juga bingung, mengapa adik kecilnya bisa luluh, tapi dalam hatinya dia berpikir bahwa itu karena aroma Leman yang berasal dari tubuh Sarah.
Aroma yang sama dengan aroma sabun milik Putri.
Menahan ketegangan pada adik kecilnya, Andra kemudian mengangkat tubuh Sarah dan berjalan ke arah kamar mandi.
Namun, dia tersandung meja rias yang ditambahkan Laila pada kamar itu.
Tersandung dengan sangat keras, lelaki itu terjatuh bersama Sarah dengan posisi saling menindih.
"Nngghhhh hikss,," Sarah menjerit kesakitan ketika tubuhnya yang lemah itu terpental di ke lantai ditambah beban Andra yang kembali menindihnya.
"Sial..! Siapa yang meletakkan benda sialan ini di kamarku?!" Teriak Andra kemudian tersadar bahwa Laila pernah bercerita pada Sarah tentang mendekorasi ulang kamar miliknya.
"Itu pasti kau..! Dasar sialan...!" Teriak Andra meraba tubuh Sarah untuk mencekiknya dan terkejut ketika kedua tangannya mala salah sasaran hingga menyentuh dua benda kenyal milik Sarah.
'Tidak..!' gumam Sarah berusaha mundur.
"Hais...!" Andra kembali menggerutu dan mengabaikan dua benda itu lalu meneruskan tangannya ke atas memegang dagu Sarah dan memberikan sebuah tamparan keras di pipi mulus itu.
@Interaksi
__ADS_1
Selamat datang, otor udah siapin khusus buat kamu karpet merah dengan topping bara api. Semoga betah ya,, panjang karpet 1000km😜✌️✌️