Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
93. Tidak bodoh


__ADS_3

Begitu Ririn tiba di atas kamar, perempuan itu terkejut saat Dewa langsung menariknya dan melemparkannya ke atas tempat tidur.


"Apa yang kau lakukan?!" Gerutu Ririn mengeryit pada Dewa.


"Dari mana saja kau hmm?!" Tanya Dewa dengan besar saat pria itu langsung menindih Ririn dan mengunci perempuan itu di bawahnya.


"Ahh,,," Ririn merintih kuat saat pria itu menarik dan menggigit lidahnya dengan keras.


Darah segar mengalir di mulutnya dan dia bisa merasakan darah itu memenuhi mulutnya.


Lidahnya serasa ingin putus!


"Mmmh...!!!" Rintihnya dengan kuat sembari mendorong pria itu dengan kuat.


Biasanya pria itu memang bersikap kasar padanya, tapi tidak sekasar ini.


'Ada apa dengannya, apakah dia sangat kesal karena aku tidak membawakannya buah?' gumam Ririn dengan mata memerah karena marah menahan sakit.


Begitu Dewa melepaskan bibirnya, Ririn memeriksa merasakan lidahnya.


Masih lengkap!


Tapi sangat sakit!


Ririn belum selesai meredahkan rasa sakit di mulutnya ketika ia melototkan matanya merasakan Dewa telah turun ke lehernya.


"Akkh!! Tidak bisakah kau pelan-pelan?!" Kembali rintih Ririn saat Andra mengigit lehernya dengan keras.


Cetakan gigi Dewa yang rapih langsung terlihat di sana dengan darah menghiasinya.

__ADS_1


Pria itu menggerakan tangannya menekan leher Sarah dan dengan keras menarik bra perempuan itu.


"Ahh sial!" Jerit Ririn kesakitan karena tercekik. Bra yang tidak dilepaskan kaitannya telah robek dan dilempar ke lantai.


Tali bra yang terputus di pundak dan punggung Ririn membuat kulit permepuan itu terkelupas.


Sangat perih!


"Apa yang kau lakukan! Aku,, akkhh!!!" Ririn berhenti berbicara saat Dewa kembali menciumnya. Lidahnya terluka kembali menjadi sasaran gigi putih Dewa.


'Sial..!! Pria tua ini, sudah mau mati tapi masih sempatnya menyiksaku!' Ririn meneteskan air matanya, saat rasa sakit dalam mulutnya membuatnya hampir kehilangan kesadaran.


Benar-benar sakit!


"Sudah mau mati, kenapa mengeluh lagi?" Ucap Dewa saat pria itu kembali turun meninggalkan bibir Ririn.


Dia belum melepas gaun permepuan itu, dia akan membiarkan Ririn memakainya untuk acara makan malam nanti.


Terlebih saat ia merasakan bibir Dewa menyentuh benda kenyalnya.


"Tolong, jangan di sit,, akkkh!!!" Ririn merintih dengan keras.


"Ahhh, tidak!! Lukaku belum sembuh,, ahh! Tolong!" Rintihan perempuan itu semakin keras kala gigi Dewa yang putih telah dinodai oleh darah segar.


"Hiks,, tidak tolong berhenti! Itu sak- ahh!!" Ririn menarik rambut Dewa agar kepala pria itu menjauh dari tubuhnya.


Tapi semakin dia menarik kepala Dewa, ia semakin kesakitan karena apel merah segarnya yang telah terluka semakin tertarik dari posisinya.


"Brengsek!! Dasar pria tua bau tanah!!! " Ririn memukul kepala Dewa.

__ADS_1


Ia sudah lupa pada rasa sakit di mulutnya, karena sekarang rasa sakit itu dikalahkan oleh keinginannya untuk mengutuk Dewa yang terus menyakitinya.


Dewa terus membuat Ririn berteriak kesakitan sampai jam makan malam tiba.


Sprei itu telah penuh dengan darah, dan gaun Ririn pun hampir menjadi merah sepenuhnya karena luka di sana-sini.


"Kau pria tua sialan!" Ririn kembali mengumpat ketika Dewa telah duduk dengan santai.


Pria itu menggunakan tissue mengelap darah di bibirnya.


Entah sudah berapa banyak darah yang ia telan, tapi tidak masalah, itu sebanding dengan kesakitan Ririn.


"Cepatlah bersiap. Kita harus makan malam." Ucap Dewa tanpa rasa bersalah.


Pria itu juga tidak perduli dengan umpatan yang baru saja keluar dari mulut Ririn.


Wajah pria itu terlihat tenang seolah tidak terjadi apa pun.


"Aku tidak lapar." Ucap Ririn.


Perempuan itu berubah pikiran, 'Akan sangat baik kalau aku tetap hidup dan menguasai seluruh harta pria tua itu ketika Dewa sudah meninggal.'


Pria itu sudah melukainya tanpa ampun, jadi kenapa dia harus mati bersama Meraka?


Tidka mungkin!


Dia tidak bodoh!


"Baiklah, terserah padamu saja." Kata Dewa dengan tenang lalu pria itu segera meninggalkan Ririn ke kamar mandi.

__ADS_1


@Info


Sekali lagi maaf up-nya baru sekarang, otor lupa diri...🙏🙏


__ADS_2