
"Hah,,,," tak berbeda dengan kamar di lantai 2, kamar di lantai 3 juga pada siang hari itu dipenuhi dengan suara penuh cinta dari sepasang suami istri yang menghabiskan waktu mereka di balik selimut.
"Terima kasih sayangku," ucap Andra menarik istrinya ke dalam pelukannya ketika mereka menyelesaikan ronde ketiga hari itu.
Sarah tak percaya bahwa Andra tidak bisa menahan diri dan sampai melakukannya dalam tiga ronde.
Padahal, pria itu hanya berjanji akan melakukan satu ronde saja demi menjaga anak mereka yang dikandung Sarah.
"Kau, aku harap anak kita tidak terganggu dengan-"
"Terganggu? Dia justru senang karena ayahnya selalu rutin mengunjunginya." Ucap Andra dengan senyum lebar sembari mendaratkan sebuah ciuman di hidung Sarah.
Tak lupa pula dia menggosok-gosokkan hidung dengan hidung Sarah menikmati kulit halus Sarah yang wangi.
Sarah memejamkan matanya menikmati kasih sayang dari suaminya, dalam sekejap kemarahannya pada suaminya telah menghilang.
Namun detik berikutnya Dia teringat akan sesuatu yang lain yang merasakan hatinya.
"Sayang, aku sangat kesal dengan ulat bulu si Ririn itu, tidakkah kau memohon padaku kakekmu supaya dia membawa pergi siluman gatal itu? Aku benci ketika dia melihatmu dengan tatapan genitnya!" Ucap Sarah dengan wajah kesalnya kala ia membayangkan kejadian setiap kali dia bertemu dengan Ririn.
__ADS_1
"Jadi istriku sedang cemburu? Hahaha,, aku sangat senang!" Ucap Andra dengan tawanya yang keras.
"Sayang! Bagaimana dengan permintaanku?!" Ucap Sarah merasa kesal pada suaminya yang malah menertawakannya sementara dia sedang marah karena seekor ulat bulu dengan terang-terangan menggoda suami nya.
"Maaf sayang, aku terlalu senang karena ternyata istriku sangat mencintaiku." Ucap Andra mendaratkan ciuman beruntun di bibir Sarah sebelum tersenyum menatap mata istrinya yang penuh kekesalan.
"Aku akan berbicara dengan Kakek Dewa." Ucap Andra.
"Baguslah, tapi aku juga punya keinginan lain," mata Sarah terlihat berbinar-binar.
"Apa itu? Katakanlah, suamimu pasti akan menyanggupinya." Ucap Andra.
"Sepertinya anak pertama kita adalah perempuan, karena dia sangat menginginkan melihat ayahnya menggunakan rok." Lagi kata Sarah tanpa rasa bersalah sembari perempuan itu mengelus perut rata nya.
"Rok? Apa kau yakin itu permintaan baby kita?" Tanya Andra yang tak percaya jika anaknya yang belum lahir kini membuat masalah dengannya.
Apakah anak dalam perut istrinya sedang mengibarkan bendera perang dengannya?!
"Tentu saja! Dan aku mau supaya suamiku memakainya besok pagi!" Kata Sarah penuh penekanan membuat Andra tak mampu berkata apapun lagi.
__ADS_1
Itu terlalu konyol untuk diidamkan oleh seorang ibu hamil!
Tapi tidak masalah, dia hanya akan memperlihatkan kekonyolannya didepan Sarah, istrinya.
"Baiklah, apapun yang diinginkan oleh istri dan anakku, aku pasti akan menurutinya." Ucap Andra menurunkan kepalanya dan mencium perut datar milik Sarah.
"Anak Ayah, kau boleh meminta apapun yang kau inginkan dan ayah akan selaaaluuu menepatinya!" Ucapan Andra membuat Sarah tersentak.
"Benarkah? Kalau begitu anak kita meminta supaya kamu menggunakan rok selama satu hari penuh." Ucap Sarah langsung membuat Andra yang sedang menciumi perut Sarah tersentak dan duduk menatap istrinya.
"Sayang, Apa kau yakin?"
'Apa kau yakin kalau itu adalah permintaan anak kita dan bukannya akal-akalanmu untuk mengerjai suamimu?' gumam Andra dalam hati merasa menyesal telah mengatakan akan menuruti apapun keinginan anaknya.
"Ya, aku mengidam melihatmu seharian penuh menggunakan rok." Jawab Sarah membuat Anda tak mampu lagi berkata apapun.
Apa kata semua keluarganya ketika mereka melihat sedang memakai rok?
Dan bukan hanya itu saja, para pengawal dan bawahan bawahan nya yang berada di pulau putih?
__ADS_1
Bukankah itu merupakan sebuah penghinaan dan sesuatu yang sangat memalukan bagi seorang Andra?!