
Tidur di ranjang di yang sama di bawah selimut yang sama, Sarah tidur menyamping menghadap Andra dan menatap wajah pria disampingnya.
'Sayang, sekarang aku tahu bahwa kau memperlakukanku dengan kasar karena kau mengira aku bukanlah Putri. Pasti kau sangat menyayangiku hingga kau tidak mau menerima pernikahan kita bukan?
'Hah, kalau begitu aku hanya perlu bersabar selama beberapa bulan lagi sampai kau sembuh dan bisa melihatku. Melihatku dan mengenaliku bahwa aku adalah gadis mu yang selalu kau manjakan.' gumam Sarah tersenyum.
Terus memandangi Andra, Sarah akhirnya tidak bisa menahan kerinduannya pada pria itu dan menggeser tubuhnya mendekati Andra.
Awalnya ia hanya menyentuh lengan Andra dengan jarinya lalu kemudian berinisiatif memeluk lengan pria itu.
Melihat Andra tidak menyingkirkan tangannya, Sarah kemudian tersenyum lalu duduk mengangkat lengan Andra dan menyisipkan tubuhnya diantara lengan dan tubuh Andra.
'Hei, sayang,, kekasihmu disini. Sekarang sudah menjadi istrimu. Apa kau senang?' Gumamnya tersenyum memeluk Andra dengan erat.
Andra yang mencium aroma Sarah dan merasakan pelukan perempuan itu secara tidak sadar merasa hangat dan dalam tidurnya ia berbalik posisi lalu memeluk Sarah dengan erat.
Pelukan yang sangat familiar di ingatannya bahkan diingat sampai ke dalam tidurnya.
"Putri gadis kecilku," ucap Andra dengan suara pelan membuat Sarah tersenyum mengembang dan mengeratkan pelukannya di tubuh pria itu.
'Ya, ini aku,, putri gadis kecilmu.' gumamnya dengan sangat senang.
__ADS_1
Malam itu berlalu dengan senyuman dan perasaan gembira melingkupi Sarah.
Masih pagi sekali pukul jam 4 dinihari ketika Sarah terbangun dan dan menatap wajah Andra.
'Hah,, sayang sekali pagi akan datang. Kau akan bangun dan pasti memarahiku dan memukul lagi saat kau mengetahui aku telah mengambil kesempatan saat kau tertidur.' gumam Sarah menatap dalam wajah Andra.
'Kalau begitu, aku akan menciummu dan mengingat momen ini sepanjang hari.' gumam Sarah lalu mendaratkan ciumannya di bibir Andra.
Dan diluar dugaannya, pria itu membalasnya bahkan sampai berusaha menyelipkan lidahnya ke dalam mulut Sarah.
Bahkan tangan Andra menekan kepalanya supaya ciuman mereka menjadi lebih dalam.
'Dasar Andra nakal..!' gumam Sarah dengan senyum mengembang.
Sarah turun ke lantai satu mendapati seorang pembantu sedang memasak di dapur.
"Selamat pagi Nyonya. Perkenalkan nama saya Bibi Nia. Saya sudah bekerja untuk keluarga Anderson selama 20 tahun. Tolong jangan merasa sungkan jika Nyonya membutuhkan sesuatu." Ucap Bibi Nia dengan ramah.
Menjawab Bibi Nia, Sarah mengangguk lalu perempuan itu berjalan ke samping Bibi Nia dan melihat bahan yang disiapkan oleh Bibi Nia.
"Saya akan membuat omelet untuk nyonya dan Tuan. Apakah Nyonya menginginkan sesuatu yang lain?" Tanya Bibi Nia.
__ADS_1
Menggelengkan kepalanya, Sara lalu mengambil pisau dan melanjutkan pekerjaan Bibi Nia.
"Nyonya, tolong jan-" Bibi Nia memotong ucapannya sendiri saat melihat Sarah melototinya.
"Maafkan Saya Nyonya." Kata bibi Nia lalu perempuan itu hanya bisa mundur dan memperhatikan Sarah dari jauh.
Sementara Andra yang telah ditinggalkan saraf di atas kamar, pria itu bangun dengan terkejut dan langsung meraba-raba mencari sesuatu yang hilang dari genggamannya.
"Sayang?! Kamu dimana?" Ucapnya meraba seluruh bagian tempat tidur namun tidak menemukan siapapun.
"Astaga, apa yang kulakukan?!" Katanya kembali memijat keningnya dan duduk dengan tenang.
"Benar, Putri sudah dibawa oleh Angkasa. Angkasa,, lihat saja, aku tidak akan membiarkan putrimu hidup dengan tenang! Dia harus menanggung semua perbuatanmu!" Ucap Andra penuh dendam.
@Interaksi
Ngajakin perang ya? Sini gantiin otor nulis novel. Mungkin novel ciptaan kecebong dari bumi jauh lebih memusingkan dari pada ni novel RBD..!
Kenapa? tersinggung,, ya sini minta maaf,,😜😜✌️canda jangan dibawa gila ya,, xixi..
__ADS_1
Tapi bener deh, kalo gak ada pelakornya, nanti baru bab 15 udah tamat ni novel👀