
Terbaring sakit selama 3 hari, Ana akhirnya sembuh, selama itu Siro terus merawatnya tetapi Ana terus berada dalam kekecewaannya karena pria itu sangat-sangat bersikap seperti seorang pengawal yang sedang menjaga tuannya.
Tidak ada sedikit pun sikap atau perlakuan yang ditunjukkan Siro seperti pria yang menyukai seorang gadis.
Hal itu membuat Ana menjadi sangat kesal dan setelah sembuh dia tidak mau berbicara dengan Siro.
"Nona, besok di kampus akan ada acara perkenalan dengan para senior di jurusan Nona, akan diadakan sebuah perjalanan ke tepi pantai." Siro menyerahkan sebuah brosur yang dibagikan untuk para mahasiswa baru.
"Oh," Ana menjawab dengan singkat sembari mengambil brosur itu dan fokus melihat brosurnya.
Berdiri di samping Ana, Siro memperhatikan gadis itu, sudah 3 hari dan Ana hanya berkata 'oh', 'ya', dan 'terserah', padanya.
"Maaf Nona, Apakah saya sudah melakukan kesalahan pada Nona?" Siro bertanya dengan hati-hati.
Ana yang sedang membaca brosur di tangannya hanya bisa mengatupkan giginya kuat-kuat lalu berdiri meninggalkan pria itu tanpa menjawab pertanyaan Siro.
'Bisa-bisanya Kak Siro bertanya! Huh,, tapi aku juga tidak punya hak untuk marah padanya. Lagi pula apa yang dikatakan Kiora padaku, sepertinya semuanya memang salah!' Gumam Ana menghentikan langkahnya lalu dia berbalik menatap Siro.
"Kak Siro tidak melakukan kesalahan apapun." Katanya lalu kembali melanjutkan langkahnya menjauhi Siro.
__ADS_1
Siro "..."
Tidak melakukan kesalahan apapun tapi diperlakukan seperti orang yang bersalah tujuh turunan!
...
Keesokan harinya, Ana sudah menyiapkan seluruh keperluan yang akan ia bawa untuk acara perkenalan di tepi pantai.
Siro mengantarnya diikuti dua pengawal lain yang disiapkan oleh Dewa. Sepertinya pria tua itu benar-benar tidak mau jika sampai dia kecolongan lagi karena kecerobohan Siro.
Dua pengawal yang disiapkan Dewa duduk di depan sementara Ana dan Siro duduk di kursi tengah dengan kecanggungan di antara keduanya.
"Ana...!!" Teriakan Kiora langsung terdengar ketika mobil mereka sudah tiba di kampus.
Karena mereka berada di tempat parkir menunggu bis yang akan jalan maka Siro langsung membentangkan payung dan berdiri di samping Ana memayungi gadis itu.
"Ada apa dengan pengawal mu? Ini hanya matahari pagi!" Kiora dengan kesal melihat Siro yang berdiri di samping Ana.
Dia ingin membicarakan sesuatu penting pada Ana, tapi tidak mau jika Siro mendengarnya.
__ADS_1
"Uh,, itu, kalau begitu kita mengobrol di tempat yang teduh." Jawab Ana lalu keduanya bergandengan tangan menuju tempat yang lebih teduh diikuti Siro yang terus memayungi Ana di samping gadis itu.
"Kak Siro, di sini sudah teduh, dapatkah meninggalkan kami sebentar?" Ana berbicara dengan raut wajah memohon.
"Baik Nona." Jawab Siro segera menjauhi kedua gadis itu namun tetap berada di posisi yang bisa mengawasi Ana.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Ana saat mereka sudah tinggal berdua saja.
"Itu, aku dengar ada senior yang menyukai Kak Claudio, dan tanpa sengaja tadi aku mendengar si kecoak memprovokasi senior itu hingga dia menjadi sangat marah padamu. Aku takut senior itu akan melukaimu kalau kau pergi sendirian, jadi kali ini aku akan mengingatkanmu supaya nanti di sana jangan pernah berpisah dariku! Kau mengerti?!" Kiora menatap Ana dengan raut wajah meyakinkan.
"Tapi,, kalau aku bersamamu mungkin kah mereka juga akan menyakitimu?" Tanya Ana.
"Ckk,, Jadi sebenarnya kau sangat menghawatirkan ku? Astaga,,, aku benar-benar terharu." Kiora memperlihatkan wajah tersanjungnya.
"Apa yang kau bicarakan?! Jelas aku mengkawatirkan mu karena kau sangat berguna di berada disisiku." Jawab Ana dengan sedikit kekesalan di wajahnya.
"Apa?! Jadi kalau aku tidak berguna di sisimu kau tidak akan mengkhawatirkan ku atau bahkan tidak akan peduli padaku?!" Tanya Kiora dengan mata melotot tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Ana.
"Hei,, aku hanya bercanda! Tapi aku tidak mau kalau kau sampai terlibat dalam masalahku, lagipula hari ini aku membawa 3 orang pengawal!" Kata Ana menunjuk pada Siro dan juga pada dua pengawal yang disiapkan Dewa.
__ADS_1
"Wohhh,, benar-benar,, kau sudah terlihat seperti orang kaya yang sesungguhnya! Bahkan lebih lebih mengalahkan Si kecoa dari keluarga Rohan, dia bahkan tidak memiliki satu pun pengawal di sisinya!" Kiora berkata dengan penuh kesenangan, setidaknya temanya memiliki tiga orang pengawal sementara Si kecoa itu?
Hmm,, sama sekali tidak terlihat seperti orang kaya sungguhan!