Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
116. Sesuatu untuk melukai Ana


__ADS_3

Milan menggertakkan giginya dan mengalihkan pandangannya dari Mona, tidak ada gunanya teman mereka yang sedikit bodoh itu.


"Sudahlah, tujuan kita disini adalah memberi pelajaran pada Gadis miskin yang berani mengganggu pria tampan! Jadi kau..!" Milan menatap marah pada Ana "Jangan bersikap polos lagi, kami tahu kalau dengan sengaja memperlihatkan penampilan polosmu itu pada semua lelaki supaya semua lelaki mengasihanimu dan kau bisa menarik perhatian mereka dengan mudah!


Titin kami sudah bersabar selama kita menjalani masa perkenalan di kampus, tapi sekarang, karena kau sudah datang sendiri pada kami maka kami tidak akan sungkan-sungkan lagi." Milan berbalik menatap Titin "Bukan begitu?" Tanyanya.


Titin mengangguk dan tatapannya semakin tajam mengarah pada Ana "Sebaiknya kita seret dia ke bilik paling ujung." Ucap Titin diikuti Mona dan Milan yang segera menyeret Ana ke bilik paling ujung untuk mengurangi suara mereka terdengar keluar.


"Tolong..! Tolong...!" Ana berteriak kencang.


"Percuma saja. Tidak ada yang bisa mendengarmu!" Milan memperingatkan Ana.


Titin tersenyum puas melihat dua temannya yang bekerja sama, dia segera mengunci pintu toilet lalu berjalan menyusul ketiga orang yang sudah menghilang di salah satu bilik toilet.


"Duduk di sini!" Milan mendorong Ana sampai Gadis itu terduduk di atas toilet.


"Sekarang apa?" Tanya Mona pada Milan.


Titin muncul dari pintu dan ruangan itu menjadi semakin sempit karena bilik kecil itu dihuni oleh 4 orang sekaligus.


Untunglah mereka berempat memiliki tubuh yang kecil-kecil jadi tidak terlalu pengap.


"Pegangi dia." Perintah Titin pada dua temannya sembari Gadis itu menatap dengan tatapan mencemooh.

__ADS_1


Ana sudah tidak memiliki tempat untuk pergi lagi, pintu sudah dikunci dan Hanya mereka berempat di ruangan itu siapa lagi yang dapat menolongnya?


Mereka akan bersenang-senang!


"Apa yang mau kalian lakukan?" Ana terlihat pucat dengan tubuh gemetaran saat Mona dan Milan sudah memegang kedua tangannya di masing-masing sisinya.


Dia berusaha memberontak, tapi jelas kekuatan dua gadis itu jauh lebih kuat darinya.


"Tentu saja memberi sedikit pelajaran!" Milan berbicara sembari mengeratkan pegangannya pada tangan Ana membuat kulit putih mulus milik Ana langsung berubah kemerahan.


Warna itu tidak luput dari pandangan Mona dan dia sedikit kasihan pada Ana tapi dia tidak mungkin membela Ana di depan temannya bukan?


Namun rasa kasihannya masih membuatnya membuka mulutnya "Milan, bisakah kau memegangnya pelan-pelan? Bukankah dia tidak akan lari ke mana pun? Lihat, tangannya jadi memerah karenamu."


Mereka hendak menyiksa, Jadi kenapa harus pelan-pelan? Kalau pelan-pelan itu namanya bukan menyiksa!


"Mona, bilah kau diam?! Kita di sini untuk memberinya pelajaran jadi sudah sepatutnya kalau kita memegangnya dengan kuat-kuat karena itu adalah salah satu pelajaran untuknya!" Ucap Milan.


"Tapi, apa yang harus dipelajari dari melukai kulit cantik gadis lain? Bukankah itu pelajaran yang salah?" Mona menatap Milan dengan raut wajah penuh pertanyaan.


Ketiga orang ".."


Ana mengerjapkan matanya dan dia sendiri bingung apakah Mona berada di sisi-nya atau berada di sisi kedua gadis yang sedang ingin membulinya.

__ADS_1


Tapi melihat bahwa Mona memiliki hati yang lembut, Ana kemudian tersenyum dan menatap Mona "Benar, pelajaran harusnya mengajarkan hal-hal yang baik bukan hal-hal yang buruk.


Dapatkah kau membantuku memanggil siapapun yang berada di luar toilet? Aku ingin meminta tolong pada mereka." Ucap Ana.


"Kau mau meminta tolong? Kalau begitu katakan saja padaku selama kau tidak meminta tolong untuk membantuku merebut pria tampan dari Titin maka aku pasti akan menolongmu." Mona sangat bersemangat.


Titin dan Milan "..."


Teman mereka benar-benar ingin berkhianat!


"Tentu tidak! Aku hanya ingin kel-"


"DIAM...!!!" Teriak Titin ketika amarahnya sudah sampai ke puncak kepalanya.


"Tidak banyak waktu, kelas akan segera dimulai!" Ucap Titin mengambil tasnya dan mencari sesuatu di dalamnya.


Sesuatu untuk melukai Ana!


@Interaksi



Kejamnya kalian pada Titin. Gimana kalo semua Titin tersinggung dan bersatu buat balas dendam? Otor jadi penontonnya ajah ya...

__ADS_1


__ADS_2