Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
138. Sangat benci ketika seorang gadis membentaknya


__ADS_3

Satu jam lebih, perkuliahan telah selesai, dan hujan turun begitu derasnya mengguyur kota FF.


Bau basah dari hujan membuat semua orang merasa mengantuk dan ingin tidur hingga tidak mau lagi memikirkan pekerjaan ataupun perkuliahan mereka.


"Nona Muda, tunggu di sini dan saya akan mengambil payung di mobil." Siro berbicara setelah mereka menunggu selama 5 menit dan hujan tidak terlihat akan mereda melainkan semakin deras.


"Tidak perlu, Kak Siro akan kebasahan jika menembus hujan yang deras ini. Lagipula hari ini kita memarkir mobil di posisi yang agak jauh. Aku tidak mau kalau Kak Siro sampai sakit karena kehujanan." Kata-kata Ana terdengar sangat tulus seperti gadis yang sedang menghawatirkan prianya.


Hal itu membuat jantung Siro semakin berdegup kencang.


Siro mengatupkan giginya dengan erat dan mengepal kuat tangannya, ia berusaha menahan dirinya sendiri sebelum menggerakkan bibirnya "Tidak perlu kuatir, saya tidak semudah itu jatuh sakit." Katanya.


"Tapi,," Ana belum menyelesaikan ucapannya ketika pria itu sudah berlari menembus hujan yang deras dan perlahan menghilang dari pandangan Ana.


"Wohh,, Kak Siro benar-benar keren! Demi gadis yang dicintainya dia rela menembus hujan yang lebat!" Kiora berbicara sembari tersenyum lalu menarik Ana supaya kedua gadis itu duduk menunggu di sebuah kursi yang diletakkan di koridor.

__ADS_1


Mereka masih menunggu ketika Claudio tiba-tiba saja datang membawa sebuah payung berukuran besar.


"Kalian mau pulang? Mari biar ku antar." Kata pria itu menunjukkan payung di tangannya.


Kiora benar-benar kagum pada pria di depannya, pria itu terlihat dingin pada perempuan lain namun pada Ana, dia bersikap hangat.


Tapi sayangnya, dia tidak bisa membiarkan perjuangan Siro lenyap begitu saja jadi dia segera berdiri dan berkata "Kami sedang menunggu Kak Siro yang pergi mengambil payung. Jadi Terima kasih untuk tawarannya tapi-"


"Aku tidak berbicara denganmu!" Claudio menatap kesal pada Kiora sebelum mengalihkan pandangannya pada Ana, wajahnya berubah menjadi lembut.


"Ana, tidak perlu menunggu orang yang masih lama sebaiknya ikutlah denganku dan aku akan mengantarmu sampai di rumah dengan selamat." Kata pria itu dengan suara yang lembut sangat berbeda ketika dia berbicara dengan kiora.


"Kau pria tidak sopan! Menjauh dari Ana ku!!!" Geram Kiora.


Sikapnya pada Claudio langsung berubah 180 derajat saat pria itu membentaknya.

__ADS_1


Meski Claudio dan Siro sama-sama tidak menyukainya, tapi Claudio tidak seperti Siro yang meskipun menganggapnya sebagai orang asing tidak pernah berteriak kasar padanya, sementara Claudio,,,, sungguh tidak sopan!


Mendengar seorang gadis berbicara dengan nada yang kasar padanya, Claudio menjadi tidak senang, pria tampan itu melirik Kiora dengan tatapan menusuk yang membuat punggung Kiora menjadi lebih dingin.


"Siapa Kau?! Mengapa kau terus berbicara mewakili Ana? Kau pikir dirimu pantas berbicara denganku?!" Suara yang sombong dan penuh penekanan terdengar dari mulut Claudio membuat kiora mendengus kesal.


"Maaf Kak Caludio, tapi apa yang diucapkan Kiora adalah kebenaran. Aku tidak bisa menerima bantuan kakak karena aku sedang menunggu Kak Siro yang pergi mendapatkan payung untuk kami." Ana berbicara dnegan gugup.


Meskipun pria didepannya bersikap baik padanya, tetapi aura pria itu ketika melihat Kiora membuatnya menjadi sangat takut.


"Tuh 'kan!" Kiora membenarkan ucapan Ana dan mengencangkan pelukannya di lengan Ana.


Sementara Claudio yang ditolak oleh seorang gadis, pria itu menatap pada Ana "Baiklah, Aku tidak akan memaksamu." Suara pria itu kembali melembut.


Setelah berbicara seperti itu, Claudio kemudian duduk di salah satu kursi kosong di samping Ana sembari memegang payungnya dengan kepalan tangan yang erat.

__ADS_1


Dia sangat benci ketika seorang gadis membentaknya, dan dia juga paling benci ketika seorang gadis menolak tawarannya!


Apalagi, dia sudah berusaha keras untuk mendapatkan payung itu dan melakukannya untuk Ana, tapi gadis itu,,, sepertinya dia perlu memikirkan sebuah solusi!


__ADS_2