
Siro berdiri membelakangi pintu dan melihat pada Ana yang terus meronta lalu matanya kembali tertuju pada video yang terputar di layar ponsel.
Dua orang pria saling berciuman lalu kemudian satu-persatu pakaian mereka dilepaskan dan akhirnya,,, Siro menelan air liurnya.
Semakin lama menontonnya, perasaan Siro menjadi semakin tidak enak dan benda panjang di bagian selatan sepertinya mulai mengeras seiring dengan suhu tubuhnya yang meningkat dan dia semakin sering menelan air liurnya.
"Apakah melakukan ini benar-benar bisa menyembuhkan Nona Muda?" Siro menahan nafasnya yang tersengal sembari menatap gadis yang terus meronta di atas tempat tidur.
"Mmmmhhh,, mmm nngh!!!" Suara yang dikeluarkan Ana memang sedikit mirip dengan suara di dalam video, tapi,,
Siro begitu ragu, dia melangkah pelan ke arah ranjang dan melihat kulit Ana yang sudah iritasi karena diikat oleh tali.
Deg...
Deg....
Perasaan itu lagi, Siro merasa ingin menerjang Ana dan menelannya bulat-bulat.
"Mmngghhh...." Suara rintihan Ana begitu terdengar merdu di telinga Siro membuat pria itu perlahan-lahan mengangkat tangannya dan menyentuh wajah Ana.
Tatapan Siro tertuju pada bibir yang mungil dan tipis, dalam hatinya dia benar-benar ingin menundukkan kepala dan menyentuhnya dengan bibirnya.
"Nona, apa yang harus saya lakukan?" Siro berbicara dengan nafas tersengal karena sebenarnya dia juga sedang menahan perasaannya sendiri.
Seluruh tubuh Ana, seluruh tubuh Ana telah mengundangnya untuk melakukan sesuatu, mengundangnya untuk menyentuh tubuh itu tapi di akal sehatnya dia masih sadar bahwa dia tidak boleh menyentuh Ana dengan cara mesum seperti dalam video.
__ADS_1
'Kau jadi laki-lakinya dan Ana jadi perempuannya!' suara Andra kembali berdengung dalam pikirannya 'Sembuhkan Ana!'
"Ini perintah, tapi perintahnya akan menyakiti Nona!" Siro terus berkutat dengan pikirannya sendiri, di atas kepalanya terjadi pro dan kontra yang sangat besar.
Ketika dia terus berpikir, tatapannya tiba-tiba tertuju pada lengan Ana yang sudah terlihat terkelupas karena tali yang terlalu kuat mengikatnya.
Pria itu mengulurkan tangannya lalu memperhatikan lebih jelas kulit Ana yang sangat halus telah menjadi kemerahan dan terkelupas.
Dengan panik pria itu melepaskan ikatan tangan Ana dan melihat kaki Ana. Hal yang sama juga terjadi.
"Mereka benar-benar kejam, aku akan mencari tali yang lebih lembut untuk Nona." Kata Siro.
Siro masih sementara melepaskan ikatannya ketika Ana sudah memeluknya dari belakang.
"Nona, tolong jangan sentuh aku!" Siro selesai melepaskannya dan mendorong Ana menjauh darinya, perasaan disentuh Ana benar-benar membuat jantungnya serasa ingin meledak.
"Kak Siro, hiks hikssss,," Ana yang dijauhkan Siro menangis dengan mata yang memerah.
Melihat itu, Siro akhirnya membiarkan Ana memeluknya. Tapi pelukan Ana malah membuatnya ingin meledak.
"Nona,, ahhh,,," Siro mengejang ketika kaki Ana memeluk pinggangnya dan tangan Ana memeluk lehernya
Ana bergerak gelisah dalam pelukannya menyenggol milik Siro yang tegang dan menempelkan dadanya.....
"Nngghhh tolong,," Ana menenggelamkan kepalanya di leher Siro dan memberi gigitan hebat.
__ADS_1
Tak kuat menahan, Siro menggerakan tangannya untuk berpengan pada meja di samping tempat tidur, tanpa senagaja ia menyalahkan video di sana dan suara penyatuan dari insan dalam video menghiasi ruangan itu.
Berada dalam jebakan hasrat yang akan meledak akhirnya tanpa Sadar Siro balas memeluk Ana.
Pria itu mengikuti instingnya dan mencium lembut telinga Ana.
Rasanya ingin meledak, tapi perasaan ingin meledak itu sangat membuatnya kesenangan dan dengan cepat Siro menjadi rakus pada Ana.
"Mmmhhh!!!!" Ana merintih keras menikmati permainan Siro di telinganya, sentuhan itu amat hebat menggetarkan seluruh tubuhnya.
Tapi,,, dia masih ingin yang lebih..!
"Maaf Nona, ini demi kesembuhan Nona," kata-kata itu terlontar dengan spontan ketika Siro menatap bibir Ana dan tak tahan lagi untuk menyentuhnya.
Cup!
Sebuah ciuman singkat yang dijatuhkan Siro, ia masih tak berani melakukan lebih.
Tapi begitu, Ana dengan cepat meraih kepala Siro dan menariknya turun.
Bibir mereka bersentuhan dan Ana menggunakan bibir lembutnya menyapu dengan tidak terampil.
Lama kelamaan,,, Siro akhirnya membalas dan tangannya yang gatal sudah menyapu seluruh tubuh Ana.
Mungkinkah,, mungkinkah ini saatnya.....
__ADS_1
#Nyicil