Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
24. Bulan Madu


__ADS_3

Setelah membentak Ririn, Andra Langsung menarik ibunya untuk kembali ke dalam ruangannya, tapi mereka belum membuka pintu ketika Ririn sudah pingsan.


"Astaga, Nona Ririn!" Teriak salah satu sekretaris sembari menepuk-nepuk pipi Ririn.


"Singkirkan dia!" Ucap Andra lalu dia dan Laila terus masuk ke dalam ruangannya.


"Ibu, Apakah ibu terluka? Bagian mana yang sakit?" Langsung tanya Andra dengan cemas sembari memegangi tangan ibunya.


"Ibu baik-baik saja. Putra ibu selalu menjaga ibu dengan baik." Ucap Laila mengacak rambut Andra yang tertata dengan rapi.


"Makasih Bu," ucap Andra segera memeluk ibunya.


"Sudah, jangan bermanja-manja padaku, apalagi ketika istrimu berada bersama kita. Istrimu bisa cemburu, kau tahu?!" Ucap Laila.


"Tapi Bu-"


"Ssstt!! Tidak ada tapi-tapian! Sekarang, ibu harus pergi karena Ibu harus menemui Ayahmu di kantor.


"Oh ya kamu jangan lupa Ibu sudah memesan kamar hotel untukmu dan Sarah, dan kalau sampai kamu tidak dapat datang ke hotel itu, jangan berharap bisa menemui Ibu lagi! Karena saat kamu membantah ibu, Ibu menjadi sangat kecewa padamu! Kau mengerti?!" Ucap Laila.


"Iya Bu, aku mengerti." Jawab Andra lalu membiarkan Laila meninggalkan kantornya.


Setelah ibunya pergi ke rumah Andra kembali ke meja kerjanya dan duduk termenung selama beberapa menit.


Setelahnya, ia melakukan panggilan pada salah satu sekretaris nya.


"Ya Tuan," jawab seorang perempuan dari seberang telpon.

__ADS_1


"Apakah Ririn sudah keluar dari kantor?" Tanyanya.


"Maaf Tuan, dia sepertinya pingsan, kami masih membaringkannya di tempat tidur para karyawan." Jawab sang sekretaris sembari menatap Ririn yang tidur sambil mengorok. Sangat tidak sesuai dengan gaya Ririn yang biasa ia lihat.


"Baiklah, setelah dia sadar suruh dia segera meninggalkan kantor ini. Aku memindahkannya ke kantor di kota FF." Ucap Andra.


"Baik Tuan." Jawab sang sekretaris lalu segera mematikan panggilan itu.


Meski Dia sangat tidak peduli dengan orang lain, tapi Ririn sudah berada disisinya dalam waktu yang sangat lama dan Andra selalu memiliki kebiasaan untuk membalas budi seseorang seperti yang telah diajarkan oleh ibunya.


...


Di rumah sakit besar di ibukota.


"Terapinya sudah selesai." Ucap Giang sambil tersenyum pada Sarah sembari pria itu membantu Sarah berdiri.


"Adik kecilku, kakak pastikan kau akan kembali berbicara seperti semula. Oh ya, bagaimana kalau kita keluar mencari minuman?" Tanya Giang dijawab anggukan antusias Sarah lalu keduanya segera meninggalkan rumah sakit.


Di perjalanan, Sarah sibuk dengan ponselnya karena dia sedang mengirim pesan pada Angkasa.


*Ayah, aku rasa cucu ayah akan segera hadir. Oh ya, dan kemarin malam adalah malam pertama ku bersama Andra. Aku sangat senang dan berharap pernikahan kami akan bertahan sampai selama-lamanya seperti pernikahan ibu dan ayah yang selalu harmonis.


*Oya Ayah, hari ini aku juga melakukan terapi untuk pita suaraku, dan kakak Giang mengatakan kalau aku akan kembali berbicara seperti sedia kala. Aku sangat senang..!


*Sampaikan salamku pada ibu, dan aku menyayangi kalian semua. Muahh muah muahh!* Ketik Sarah lalu mengirim pesan panjang itu pada ayahnya.


Dari sisi kemudi, Giang memperhatikan Sarah dan tersenyum dengan perempuan itu.

__ADS_1


Dia tahu bahwa Sarah sedang melaporkan harinya pada Angkasa sesuai kebiasaan perempuan itu dari semasa kecilnya.


Mereka masih sementara di atas mobil ketika ponsel Sarah kembali berdering memperlihatkan nama Laila.


Sarah mengangkat video call itu dan melihat Laila bersama Samudra.


"Halo sayang,, kau dimana?" Langsung tanya Laila ketika melihat Sarah sedang berada di dalam mobil.


"Kami sedang dalam perjalanan untuk mencari minuman kesukaan Sarah." Jawab Giang.


"Benarkah, Kalau begitu, hati-hati menyetirnya. Ibu hanya menelepon Sarah untuk memberitahukan sesuatu." Ucap Laila.


*Apa itu Bu?* Sarah bertanya dengan bahasa isyarat.


"Ibu baru saja kembali dari kantor Andra dan Andra menyuruh ibu untuk memesan sebuah hotel tempat kalian berbulan madu. Andra akan menjemputmu pada pukul 7 malam. Jangan lupa berdandan dan bersiap untuk pergi bersama suamimu. Ok sayang?"


Sarah tersenyum sumringah dan kebahagiaan melingkupinya ketika ia menjawab Laila dengan sebuah simbol oke menggunakan tangannya.


'Bulan Madu..!' Sarah tidak sabar menantikan bulan madu mereka. Bulan madu yang romantis, dipenuhi cinta dan kebahagiaan.


Sementara Giang yang mendengar percakapan itu, pria itu menjadi sangat cemas karena dia tidak percaya Andra akan berubah secepat itu.


'Jangan-jangan, ini hanya akal-akalan Andra untuk kembali menyiksa Sarah,' gumamnya dengan cemas.


@Interaksi


__ADS_1


Nanti ya,, kalo otor dah gak sibuk banget bertengkar sama Reder bacot... entah kapan sih,,🤭 Pokonya Hiatus lah labelnya..!


__ADS_2