
Masih pagi sekali ketika Sarah terbangun karena merasakan seseorang naik ke atas tempat tidur.
Perempuan itu membuka matanya dan mengerjapkan matanya saat melihat suaminya naik ke tempat tidur.
"Sayang, kau sudah bangun?" Tanya Sarah sembari melihat ke arah jam yang diletakkan diatas meja.
Andra menyelinap ke dalam selimut dan memeluk tubuh istrinya.
"Ayo lanjut tidur." Ucap pria itu dengan suara malas, dia baru saja kembali dari kamar mandi setelah semalaman bolak-balik ke kamar mandi karena rasa panas yang menjalari seluruh perutnya.
Untungnya kemarin malam dia mendapat resep obat tidur untuk ibu hamil dan memberikannya pada Sarah supaya perempuan itu tidur terlelap dan tidak menyadari dirinya yang bolak-balik ke atas tempat tidur.
Sayangnya, Ia hanya memberi dosis kecil pada Sarah jadi perempuan itu cepat terbangun.
"Mmh!" Sarah melakukan beberapa gaya peregangan sebelum menatap suaminya dan mendapati wajah suaminya sedikit pucat.
"Apa kau sakit?" Tanya Sarah mengulurkan tangannya menyentuh pipi suaminya.
"Aku baik-baik saja. Tadi hanya buang air kecil." Kata Andra menempelkan wajahnya ke wajah istrinya lalu pria itu segera memejamkan matanya, berharap kantuk akan menculiknya supaya dia tidak perlu lagi memikirkan perutnya yang masih terasa terbakar.
"Tidurlah," ucap Sarah menepuk-nepuk pipi suaminya lalu perempuan itu juga berusaha membawa dirinya masuk ke alam mimpi.
Pukul 9 siang ketika Sarah terbangun dan perempuan itu terkejut mendapati suaminya masih setia di atas tempat tidur. Bahkan pria itu tertidur sangat pulas.
Tidak seperti biasanya!
"Sebaiknya aku tidak menganggu nya." Ucap Sarah segera bangun lalu perempuan itu meninggalkan kamar.
"Lho, Kak Sarah, dimana Kak Andra?!" Tanya Ana saat melihat Sarah.
__ADS_1
"Dia masih tidur." Jawab Sarah.
Ana menghela nafas dan wajahnya menunjukkan ketidakpuasan "Sayang sekali, padahal aku sudah tidak sabar melihat Kak Andra memakai pakaian yang kita siapkan kemarin." Ucap Ana.
"Haha,, Kakak juga tidak sabar, tapi mau bagaimana lagi, Kakak kamu masih tertidur pulas." Ucap Sarah memasuki lift diikuti Ana.
"Kakak pasti belum sarapan. Bagaimana kalau aku memasakkan sesuatu untuk calon keponakanku?" Ucapan Ana di mana perempuan itu tahu bahwa Andra dan Sarah belum sarapan karena ketika sarapan tadi kedua orang itu belum bangun.
"Baiklah," jawab Sarah.
"Kakak mau makan apa?" Tanya Ana.
"Hm,, bagaimana kalau bubur? Bubur kacang hijau dengan gula merah." Ucap Sarah langsung diangguki oleh Ana.
Kedua perempuan itu segera tiba di lantai satu, tapi Ana bersikeras untuk membuat buburnya sendirian jadi dia melarang
Sarah memasuki dapur sampai dia memanggilnya.
Sarah pergi keluar dan mendapati dari kejauhan beberapa pria yang sedang berlari dengan wajah yang pucat.
"Apa yang mereka lakukan?" Ucapnya kebingungan.
"Itu Nyonya, mereka sedang dihukum oleh Tuan Andra." Ucap Axia yang kebetulan berdiri tak jauh dari Sarah.
"Dihukum kenapa?" Tanya Sarah penasaran.
"Hmm, itu," Axia terlihat enggan untuk mengatakannya karena bagaimanapun hal itu berhubungan dengan tuan muda mereka yang terkenal kejam.
Bagaimana kalau Andra mengetahui bahwa dia telah membocorkan hukuman itu pada semua orang hingga dia jugalah yang kembali mendapat hukuman?
__ADS_1
"Jangan menyembunyikan sesuatu dariku." Ucap Sarah dengan nada mengancam karena dia bisa membaca bahwa pria di depannya sedang menyembunyikan sesuatu.
"Hah, Baiklah Nyonya, tapi Nyonya harus menjaga rahasia bahwa saya yang memberitahu Nyonya." Ucap Axia.
"Tentu!" Jawab Sarah.
Axia menghela nafas, bagaimanapun dia juga tetap kasihan pada semua orang itu.
Sudah semalaman mereka melakukannya dan hukumannya baru akan berakhir pada jam 8 malam nanti.
"Ini semua karna mereka gagal menjalankan misi dari Tuan Andra. Ikan mujair yang kemarin Nyonya tolak, merekalah yang menyiapkannya. Dan karena tidak ada luka kail di-"
"Apa?! Dasar pria itu! Cepat suruh mereka berhenti berlari!" Ucap Sarah tak percaya.
"Tapi Nyo-"
"Kau mau membantahku?!" Geram Sarah lalu akhirnya Axia mengangguk pada Sarah dan pria itu berlari memasuki mobilnya.
"Ini salahku," gumam Sarah merasa bersalah.
"Hah,, tapi bagaimana pun, kemarin aku benar-benar menginginkan ikan yang memiliki luka kail!" Ucapnya lalu menoleh pada pengawal.
"Siapkan makanan lezat untuk semua pria yang sudah mendapat hukuman dari Andra." Perintah Sarah pada pengawal.
"Baik Nyonya." Jawab sang pengawal.
@Interaksi
__ADS_1
Enak kali ngomongnya... emang punya kekuasaan apa mau ngajakin Siro menghianati otor hmm??