Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
31. Salah sangkah Andra


__ADS_3

Karena obat yang dikonsumsi keduanya sudah bereaksi, Andra dan Sarah semakin kehilangan kesadarannya dan kedua orang itu membiarkan tubuh mereka bergerak sesuai keinginan mengabaikan situasi dan pikiran mereka masing-masing.


"Hmmm!!! Nngghhh!!!" Sarah terus bergurau saat Andra setia mengerjainya.


Semakin pria itu menikmati aroma lemon pada tubuh Sarah dia semakin melupakan bahwa awalnya diam berniat menyiksa tubuh Perempuan itu.


Andra terus mencium Sarah.


Dan sayang sekali bahwa Andra tidak bisa melihat bekas-bekas cinta yang ia tinggalkan sebagai jejak ciumannya di permukaan kulit Sarah.


Jika saja bisa, maka pastilah pria itu akan semakin menggila dibakar oleh api dunia.


"Ngghh!! Mmmhhhh" Sarah melenguh kenikmatan dengan tangan perempuan itu mencengkram sprei.


'Oh tidak..! Dia membuatku gila!!' gumam Sara dalam hatinya meninggalkan semua rasa malunya.


Pengaruh obat benar-benar membuatnya merasakan kenikmatan luar biasa tanpa adanya rasa malu dengan pria yang dicintainya sedang mengerjai setiap incih dirinya.


"Hahh, sssttt!" Tubuh besar bergetar kuat dan diakhiri dengan kelemasan tubuh Perempuan itu serta denyut di otot kakinya karena pelepasan yang baru saja terjadi.


Sementara Andra yang merasakan pelepasan Sarah, pria itu langsung menyudahi permainannya dan melepaskan pegangannya pada Sarah.


'Apa yang baru saja kulakukan? Mengapa perempuan ini? Bagaimana bisa aku menghianati Putri dan menyentuh perempuan di licik ini?' Andra menyesali perbuatannya dan dengan tatapan kosong pria itu mengertakan giginya.

__ADS_1


Bagaimanapun, dia adalah pria biasa yang sedang berada di bawah kendali obat.


Sekeras apapun ia bertahan, pada akhirnya pria itu mendekati Sarah, tapi kali ini dia tidak membayangkan Sarah sebagai Putri.


'Sudah terlanjur, perempuan ini akan menertawakanku begitu aku berhenti menyiksanya!' Gumam Andra.


"Baiklah..! Karena kau sudah berani memberi obat padaku maka kau harus menanggungnya! Sialakan nikmati malammu wahai istriku!!" Geram Andra menarik kedua kaki Sarah.


"Mmhh!!!" Sarah menjerit terkejut.


Dengan sedikit kesadaran yang dia miliki, Sarah melihat tatapan kosong Andra dan entah kenapa meski pria itu adalah pria buta namun dia merasa malu.


Tapi, belum selesai ia mengurus rasa malunya saat Andra sudah berada dalam posisi mantab.


"Hah,, Ckk!! Jadi kau sudah tidak perawan lagi?? Benar-benar murahan...!" Ucap Andra lalu pria itu memegang pinggang Sarah dan mulai bergerak.


"Ngghhnghhh!!!" Deru Sarah tidak memperdulikan ucapan Andra dan perempuan itu lebih fokus pada setiap sensasi yang diberikan Andra.


"Kau memang wanita murahan...! Berani-beraninya mengaku sebagai Putri! Jelas kalian beda tempat..! Yang satu pelacur dan yang lain gadis baik-baik..!" Ucap Andra penuh kebencian meski Ia tetap menikmati permainan mereka.


"Ngghh...nngghh hhh" Sarah tidak putus bersuara kala pria diatasnya tidam pernah merasa lelah, bahkan semakin bersemangat melakukannya


15 menit berlalu, dan sarah yang sudah semakin berkeringat akhirnya melakukan pelepasan.

__ADS_1


Tubuh perempuan itu menjadi lemas dan gerakan yang dilakukan Andra tidak lagi memberinya kenikmatan namun sudah berubah menjadi rasa sakit di area pribadinya.


"Mmhh!!!" Sarah menjerit berusaha mendorong pria yang terus bermain itu supaya menghentikan permainannya.


Namun dorongan dari Sarah malah membuat Andra semakin bersemangat melakukannya.


Tubuh Sarah terombang-ambing dan perempuan itu menjadi semakin sakit.


Tapi beberapa waktu kemudian Sarah berhasil meyakinkan dirinya dan kembali membangkitkan gairah nya hingga kembali menikmati permainan pria itu.


"Jangan pikir aku kan melepaskanmu..! Tidak akan..!" Teriak Andra yang yang merasa sangat puas setelah ia tidak merasakan dorongan dari Sarah.


Pastilah perempuan itu sedang menahan tangisannya dan sedang menderita rasa sakit yang luar biasa karena Andra yang masih terlalu luar biasa melanjutkan penyiksaannya.


"Ggrt....!" Andra mengeluarkan suara dengan keras ketika ia mendapat kepuasan atas usahanya selama puluhan menit.


"Ngghh!!" Sarah pun merasakan hal yang sama dan langsung menunjukkan wajah kepuasan nya begitu Andra terjatuh di sampingnya.


Sementara Andra, pria itu tersenyum puas mendengar suara yang disangka sebagai erangan kesakitan Sarah.


@Interaksi


__ADS_1


Punya modal berapa? Jasa siksa otor gak main-main bayarannya..!


__ADS_2