
'Oh tidak...' Sarah sangat terkejut ketika dua buah tangan tiba-tiba mendarat di dadanya.
Baginya, sesuatu seperti itu sangat memalukan untuk seorang gadis sepertinya. Meskipun yang melakukannya adalah suaminya sendiri dan merupakan pria yang dicintainya, Tapi entah mengapa malam itu dia sangat ketakutan!
Plak...!
Tamparan dari tangan kekar Andra membuat sudut bibir Sarah terluka hingga mengeluarkan darah dan telinganya berdenging keras karena kesakitan yang ia tanggung.
"Hiks... Hh,, hhh,," nafas Sarah memburu karena ia menangis sejadi-jadinya.
"Jangan menangis, dasar perempuan lemah...!" Teriak Andra lalu pria itu kembali berdiri dan mengangkat Sarah lalu berjalan ke kamar mandi.
Mengingat semua sudut-sudut ruangan di tempat itu, Andra kemudian membuang Sarah ke dalam bath up yang tidak terisi air.
Sekali lagi, Sarah mengerang dan menangis sangat keras karena kesakitan yang ia tanggung.
Andra meraba keran air lalu menyalakannya dengan suhu rendah lalu meraba tangan Sarah dan menggunakan ujung dasi yang tertinggal diikatkan ke kran air.
"Ngghh...!!!"
'Kumohon jangan...!' Sarah menggerak-gerakan tubuhnya, namun dia sudah terikat hingga tak bisa lagi melepaskan diri.
__ADS_1
Air dingin terus mengalir membuatnya kedinginan namun engrangan dan suara tangisnya diabaikan oleh Andra saat pria itu sudah meninggalkan Sara di dalam kamar mandi.
'Andra,, kau tega..! Kau tega padaku...!' gumam Sarah sambil terisak memandangi pintu kamar mandi yang telah ditutup dengan rapat.
Sementara Andra yang berada di luar kamar, pria itu berdiri sembari menggertakkan giginya lalu keluar dari kamar.
Ia langsung pergi ke kamar mandi di ruang kerjanya dan mengguyur tubuhnya dengan shower.
'Sial, mana mungkin aku bernafsu pada perempuan bisu menjijikkan itu!' geramnya dalam hati saat adik kecilnya belum juga tenang dan tangannya yang semula menyentuh benda kenyal Sarah kini tidak bisa menghilangkan sensasi aneh itu.
Kelembutan, kekenyalan dan kehalusan dari kedua benda kenyal itu seolah melekat di telapak tangannya dan tidak mau pergi meski ia telah menggosoknya berkali-kali.
"Haiss... Sial...!" Umpat Andra setelah lama berada di bawah guyuran shower dan dia belum bisa tenang.
Bahkan anehnya, pikirannya seolah melayang membayangkan tangannya kembali menikmati tubuh milik Sarah.
"Perempuan itu sudah lancang menggodaku...!" Lagi teriaknya mematikan shower-nya dan meraba lemari untuk mendapatkan handuk.
Setelah menggunakan handuk, pria itu kembali ke kamar dan bergegas ke ruang ganti mencari pakaiannya.
Namun begitu terkejutnya dia saat membuka lemarinya dan menemukan pakaian-pakaian aneh di dalam lemarinya.
__ADS_1
"Gadis bisu...! Ini pasti ulahnya!" Gerutu Andra melemparkan satu persatu pakaian Sarah ke lantai sembari meraba-raba mencari pakaiannya sendiri.
Menemukan sebuah piyama tipis, Andra menggunakan itu menutupi tubuhnya dan berjalan ke kamar mandi.
"Tunggu kau...! Aku akan membuatmu lebih menderita lagi..?" Ucap Andra penuh amarah.
Sarah yang masih menangis meratapi dirinya yang tidak bisa melepaskan diri dari dalam bak air berisi air dingin begitu terkejut saat melihat Anda memasuki kamar mandi.
Pria itu menggunakan sebuah piyama pink bertali smaping miliknya dengan gambar bunga teratai.
Dan lebih lucu lagi bahwa piyama kekecilan itu terlihat aneh dan tubuh Andra.
'Apakah dia sedang melawak..?' gumam Sarah ingin tertawa seolah kesakitannya yang lalu sudah hilang dengan 1 tingkah konyol Andra.
"Kau..! Perempuan lancang..!" Teriak Andra mendekati Sarah membuat Sarah meringsut ke sudut bath up.
@Interaksi
Si miskin sedang curhat... eala,, ini pasti ujung-ujungnya mau minjam duit nih...! Maaf, dompet kamu gak muat menampung duit dari mars..!👀👀✌️✌️😜
__ADS_1