Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
55. Ciuman tidak langsung


__ADS_3

Angkasa yang mendengar dari mata-matanya bahwa Andra sudah melihat, pria itu mengepalkan tangannya.


"Halangi dia terbang ke sini." Ucap Angkasa pada asistennya.


"Baik Tuan." Jawab sang asisten lalu pria itu segera mengatur supaya seluruh penerbangan dari negara X ke kota K dihentikan.


Hal itu membuat Andra yang sedang berada di bandara untuk terbang ke kota K menjadi sangat frustasi.


Wajahnya terlihat menyedihkan dan penampilannya seperti orang tidak terurus.


Pria itu menatap Siro dengan tatapan tajamnya.


"Apa yang kau lakukan?! Bukankah kau bilang kau sudah memesan tiket pesawat untuk penerbangan tercepat?!" Teriaknya pada Siro menyalakan sekretarisnya yang terlalu bodoh.


"Maaf Tuan, tapi ini diluar kehendak saya." Jawab Siro sembari pria itu mengumpat dalam hatinya.


Seharusnya dia tidak pernah menjadi sekretaris utama dan seharusnya dia tidak terlalu dekat dengan Samudra hingga dia tidak perlu mengalami penderitaan seperti ini.


Disuruh menemani Andra ke kota K!


Menemani Andra sama saja dengan bunuh diri secara perlahan-lahan.


"Kao budoh! Cepat cari alternatif lain!" Bentak Andra membuat pria itu hanya bisa menahan emosi, terutama melihat tatapan Andra yang penuh dengan kemarahan.

__ADS_1


"Saya akan mencari cara. Tapi tolong supaya Tuan menggunakan kacamata hitam ini." Ucap Siro mengambil kacamata hitam di atas meja dan menyerahkannya pada Andra.


Selain mata pria itu yang menyeramkan ketika marah, kacamata hitam juga disarankan oleh dokter supaya mata Andra tidak terlalu kelelahan karena baru saja beradaptasi dengan cahaya.


"Hais!!" Andra meraih kacamata hitam itu dan melemparkannya ke lantai.


"Kau pikir aku bisa dibujuk dengan kacamata?! Cepat pergi!" Teriak Andra membuat Siro segera membungkuk sebelum berlari pergi meninggalkan Andra yang sedang emosi.


Setelah keluar dari ruangan VIP, pria itu menghela nafas beberapa kali sebelum berjalan dengan santai membeli minuman lalu dulu menikmatinya.


"Tuan besar bilang aku tidak perlu bekerja keras, yang penting bisa memastikan Tuan Muda sampai dengan selamat." Ucapnya menyeruput kopi yang baru saja ia terima.


Sembari menikmati kopinya, Siro menelepon seorang kenalannya di bandara dan mendapat informasi bahwa perintah untuk menutup penerbangan ke kota K adalah ulah Tuan angkasa.


Sebenarnya mereka bisa menggunakan pesawat pribadi, tapi Samudra berbohong pada Andra bahwa pesawat itu sedang diperbaiki, jadi mereka tidak bisa menggunakannya.


'Hmm,, kedua besan itu sangat kompak menghalangi tuan muda bertemu dengan istrinya. Jadi mengapa aku harus membantah mereka, lebih baik bekerjasama daripada nuruti Andra yang selalu menyiksaku!' gumam Siro.


Sementara Andra yang sudah menunggu selama 30 menit, pria itu menjadi semakin gelisah dan ia hampir saja gila saat memikirkan Putri.


'Putri, aku akan menemukanmu!' germanya dalam hati lalu pria itu kembali memungut kacamata yang tergeletak di lantai dan menggunakannya.


Setelahnya, Andra keluar dari ruang VIP dan terkejut mendapati Siro sedang menikmati kopi di salah satu restoran mini.

__ADS_1


Dan hal yang membuat Andra semakin geram adalah pria itu sedang menonton film kartun sambil tertawa terbahak-bahak.


"Brengsek!" Teriak Andra segera mendekati dan mengulurkan tangannya untuk meninju pria itu.


Tapi tangannya belum menyentuh Siro ketika Siro segera berdiri dan membungkuk padanya sembari menjaga jarak 1,5 meter.


"Tuan, saya sudah menghubungi tuan besar dan dia mengatakan kalau pesawatnya akan selesai diperbaiki. Kita perlu menunggu beberapa menit lagi." Ucap Siro berbohong.


'Maafkan saya tuan besar, tapi ini juga bagian dari rencana Tuan besar untuk mencegah Andra bertemu dengan Sarah.' gumma Siro tanpa rasa bersalah karena sudah memfitnah Samudra.


"Sial..!" Teriakan terlalu pria itu duduk di kursi bekas dan menyeruput habis kopi milik Siro.


'Astaga,, aku baru saja berciuman secara tidak langsung dengan Tuan.' gumam


Siro menelan air liurnya.


Apakah sekarang dia menjadi gay?


'Tidak! Kalaupun aku harus menjadi Gay, Andra tidak akan pernah masuk kedalam list ku!' gumam Siro dalam hati.


@Interaksi


__ADS_1


Tahunya otor kalo reder di sini pada aneh,, yang lain merindukan pelakor yang ini jualan tahu di kuburan,, hmm...


__ADS_2