Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
133. Kak Siro menoleh, artinya....'


__ADS_3

"Hahaha,, melihat reaksi mu, sepertinya dugaanku benar?" Kiora tertawa keras dengan kebodohan gadis di depannya.


"Lalu,, apa yang kau maksud?" Ana menggigit bibir bawahnya sembari menatap temannya.


"Merayu itu bisa dalam arti luas. Misalnya memberinya sesuatu, misalnya permen atau makanan." Ucap Kiora tersenyum.


"Memberi permen dan makanan sama dengan merayu?" Tanya Ana menatap aneh pada temannya.


Kiora menganggukkan kepalanya "Hmm."


"Jadi maksudmu, saat ayahku memberiku permen maka dia sedang merayuku? Atau kakakku memberiku uang, dia juga merayuku? Lalu ketika teman lelakiku meminjamiku pena, itu juga merayu? Memberikan sesuatu pada orang lain disebut merayu dan adalah tindakan untuk merayu orang supaya dia mencintai kita??" Ana bertanya dengan polos.


Kiora "..."


Tidak mau berbicara lagi!


Lama-lama dia juga akan bodoh jika terus berbicara dengan Ana!


Ana menularinya kebodohan, dan Siro menularinya keanehan!


Bergaul dengan Ana dan Siro bukan pergaulan yang sehat...!


...


Sementara di sisi lain di dalam kantin itu, beberapa mahasiswa senior yang sedang berkumpul sedari tadi sudah melirik kearah Siro.

__ADS_1


"Pria itu tampan, ayo mendekatinya!" Ucap sala satu gadis.


"Tapi,, dia terlihat dingin dan tidak bersahabat, aku tidak yakin dia mau berbicara dengan kita." ucap yang lain terlihat ragu.


"Aku yang akan mencobanya dulu." Seorang gadis yang merupakan salah satu gadis populer di tempat itu segera berdiri, ia hendak berjalan ke arah Siro ketika salah satu teman mereka tiba-tiba muncul.


"Orang jelek seperti kalian tidak akan bisa mendapatkannya, jadi tidak perlu berpikir untuk mendekati pria tampan itu, apalagi melakukan sebuah usaha untuk mendekatinya!" Gadis berambut coklat dengan kulit putih bersih terlihat sangat percaya diri membuat gadis-gadis lain yang masih sementara duduk langsung berdecak kesal.


"Kalau begitu pergi saja, aku juga tidak berniat untuk menemui pria tampan itu, aku hanya berdiri untuk mengambil minuman!" Gadis yang sudah berdiri langsung melenggang pergi meninggalkan tempat itu dan pura-pura mengambil minuman.


"Ck,, dasar jelek!" Gadis berambut coklat mengejek.


"Tunggu apa lagi? Cepat pergi hampiri dia dan biarkan kami melihat bagaimana caramu mendekati seorang pria tampan." Seorang gadis lain yang sedang duduk berbicara dengan wajah yang mengejek, dia benar-benar yakin di dalam hatinya bahwa gadis populer itu juga akan ditolak mentah-mentah oleh Siro.


"Jangan meragukan ku! Semua orang di kampus ini tahu kalau aku adalah yang paling cantik di kampus ini, dan semua pria berlomba-lomba mendekatiku. Masalah pria hanyalah kacang!" Gadis berambut coklat itu kemudian melenggang pergi berjalan ke arah Siro.


Gadis berambut coklat terus berjalan kearah siroh lalu duduk di depan Siro dan mengambil sesuatu dari kantongnya.


Sebuah permen dengan tulisan 'Ayo kenalan 🤗' di bungkusnya.


Gadis itu meletakkan permen itu di depan Siro dan tersenyum kearah Siro yang kini telah memandangnya.


"Halo," sapa gadis berambut coklat dengan suara halus dan indah miliknya.


Dari sisi lain, Kiora dan Ana begitu terkejut dengan keberanian gadis itu, tapi Ana lebih fokus pada permen yang diberikan oleh gadis berambut coklat.

__ADS_1


Merayu dengan memberi permen!


"Ck,, seseorang datang lagi ke depan Siro untuk dipermalukan!" Kiora mencibir dengan senyum mengejek.


"Dapatkah kamu membaca tulisan di bungkus permennya untukku?" Gadis berambut coklat kembali berbicara pada Siro dengan suara yang sangat indah.


Gadis itu berpikir bahwa Siro terdiam menatapnya karena pria itu telah terpesona, tapi sayang sekali, detik berikutnya Siro menundukkan kepalanya dan kembali fokus pada makanannya.


"Hahah...!! Dia diabaikan!" Para gadis yang ditinggalkan oleh gadis berambut coklat langsung tertawa melihat adegan itu.


Tapi gadis dengan rambut coklat tidak mau dipermalukan di depan umum jadi dia kembali membuka mulutnya.


"Kau, kenapa kau begitu kejam pada gadis polos seperti ku? Padahal aku hanya datang untuk berkenalan. Ini pertama kalinya aku memberanikan diri menghampiri seorang pria." Suara yang indah dari gadis berambut coklat itu telah hilang digantikan dengan suara yang menyedihkan yang akan menghipnotis siapa pun yang mendengarnya.


Tapi sayang sekali, Siro bukanlah orang biasa yang bisa termakan oleh trik murahan seperti itu.


Pria itu mengangkat wajahnya dan menatap gadis yang terlihat sedih di depannya.


Semua orang menahan nafas melihat adegan itu, apakah gadis berambut coklat berhasil menarik perhatian pria tampan itu?!


Ana yang melihat adegan itu pun tanpa sadar mencengkram kuat lengan Kiora yang sedari tadi ia pegang.


'Kak Siro menoleh, artinya....' Ana semakin gugup.


@Interaksi

__ADS_1



Jangan asal bicara..! Emang udah pernah ketemu ama penduduk mars apa?!!!... Paling juga kalo ketemu langsung minder...!


__ADS_2